Oct 19, 2026
Olahraga

Deretan Klub Liga Top Eropa dengan Kemenangan Terbanyak Sepanjang 2022

Manchester City menutup tahun 2022 dengan catatan yang membuat ruang ganti Etihad Stadium tetap percaya diri. Sepanjang 12 bulan terakhir, pasukan Pep Guardiola mengemas 37 kemenangan dari total 54 pe...

Deretan Klub Liga Top Eropa dengan Kemenangan Terbanyak Sepanjang 2022

Manchester City menutup tahun 2022 dengan catatan yang membuat ruang ganti Etihad Stadium tetap percaya diri. Sepanjang 12 bulan terakhir, pasukan Pep Guardiola mengemas 37 kemenangan dari total 54 pertandingan di semua kompetisi, baik domestik maupun Eropa. Angka itu berarti The Citizens menang di hampir 68,5 persen laga yang mereka lakoni, sebuah konsistensi yang jarang dimiliki klub mana pun di Liga Top Eropa.

Namun, rapor gemilang itu tidak sepenuhnya berbuah trofi. Dari sekian banyak kompetisi yang diikuti, Manchester City hanya mengangkat satu gelar sepanjang 2022, yakni trofi Premier League musim 2021/2022. Sisanya berakhir dengan kekecewaan, termasuk kegagalan di ajang Liga Champions dan beberapa kompetisi domestik lain yang harus mereka lepaskan ke rival.

Dominasi di Premier League dan Konsistensi Lintas Kompetisi

Jika dirinci, 37 kemenangan Manchester City tersebar di berbagai ajang. Di Premier League, mereka tampil sebagai kekuatan yang sulit dibendung. Penguasaan bola rata-rata di atas 60 persen per pertandingan menjadi ciri khas formasi 4-3-3 yang diusung Guardiola. Dengan gelandang seperti Rodri dan Kevin De Bruyne sebagai motor serangan, City mampu menciptakan peluang dari berbagai sisi lapangan.

Shots on target mereka pun konsisten tinggi. Dalam banyak laga, City mencatatkan lebih dari enam tembakan tepat sasaran per pertandingan, angka yang menunjukkan efisiensi serangan. Tidak heran jika mereka beberapa kali menutup laga dengan clean sheet, meski bukan berarti lini belakang tanpa cela.

Di pentas Eropa, performa City juga tergolong impresif pada fase grup. Mereka melaju dengan kemenangan demi kemenangan, sering kali mendikte tempo pertandingan sejak menit awal. Namun, ketika memasuki babak gugur, cerita berubah. Ada laga yang harus diputuskan lewat perpanjangan waktu, bahkan ada pula yang berujung drama VAR dan keputusan kontroversial yang mengubah arah pertandingan.

Menit-Menit Kunci dan Peran Pemain Bintang

Ada beberapa momen yang layak dicatat. Menit ke-23 di sejumlah pertandingan menjadi waktu favorit City untuk membuka keunggulan. Pola serangan yang dibangun dari sisi sayap, lalu diumpan ke kotak penalti, kerap membuat bek lawan kelabakan. Assist dari De Bruyne dan umpan-umpan terobosan Phil Foden menjadi senjata utama.

Erling Haaland, yang bergabung pada musim panas 2022, langsung menjadi mesin gol. Meski baru setengah tahun berseragam City, kontribusinya membuat lini depan semakin tajam. Beberapa hat-trick ia cetak, termasuk dalam laga-laga yang berakhir dengan skor besar. Kombinasi Haaland di depan, De Bruyne di lini tengah, dan Ruben Dias di belakang menjadi tulang punggung starting XI Guardiola.

Statistik individu lain juga menonjol. Persentase duel udara, jumlah intersep, hingga akurasi umpan menjadi indikator bahwa City bukan hanya menyerang, tetapi juga mampu bertahan dengan rapi. Kartu kuning yang diterima pemain City relatif terkendali, menandakan disiplin taktik yang dijaga ketat oleh staf pelatih.

Pesaing di Liga Top Eropa dan Konteks Persaingan

Angka 37 kemenangan menempatkan Manchester City dalam deretan klub dengan kemenangan terbanyak di Liga Top Eropa sepanjang 2022. Real Madrid menjadi pembanding menarik. Klub Spanyol itu juga mencatat jumlah kemenangan yang tidak jauh berbeda, tetapi dengan jumlah pertandingan yang relatif mirip. Perbandingan ini menunjukkan bahwa dominasi di level domestik tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan di Eropa.

Klub-klub lain seperti Liverpool, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain juga bersaing ketat dalam daftar ini. Liverpool, misalnya, sempat disebut sebagai raja kemenangan di Liga Top Eropa pada periode tertentu, berkat konsistensi mereka di Premier League dan Liga Champions. Namun, jumlah laga yang lebih banyak membuat rasio kemenangan mereka berbeda dengan City.

Yang perlu digarisbawahi, 54 pertandingan dalam satu tahun kalender adalah beban fisik yang luar biasa. Rotasi pemain menjadi wajib. Guardiola beberapa kali menurunkan skuad lapis kedua di ajang Piala Domestik, dan itu memengaruhi jumlah kemenangan secara keseluruhan. Di sinilah kedalaman skuad diuji.

"Kami bermain untuk menang di setiap pertandingan. Statistik kemenangan adalah cerminan kerja keras seluruh tim, tetapi trofi tetap target utama," ujar Guardiola dalam salah satu sesi konferensi pers.

Evaluasi dan Proyeksi ke Depan

Melihat rapor 2022, Manchester City memiliki fondasi yang kuat. Rata-rata penguasaan bola, jumlah shots on target, dan jumlah kemenangan menunjukkan mereka masih berada di jalur yang benar. Masalahnya, satu trofi Premier League terasa kurang bagi klub yang ambisinya menyapu semua gelar.Kegagalan di Liga Champions menjadi catatan merah. Beberapa laga harus diakhiri dengan kekecewaan setelah unggul lebih dulu. Offside tipis, keputusan VAR, dan kurangnya ketenangan di momen krusial menjadi penyebab. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Guardiola dan stafnya.

Ke depan, dengan tambahan Haaland dan pemain-pemain muda yang terus berkembang, City diprediksi tetap menjadi kekuatan dominan. Jika mampu mempertahankan konsistensi 37 kemenangan per tahun, bukan tidak mungkin trofi demi trofi akan kembali ke Etihad Stadium. Yang jelas, data 2022 membuktikan satu hal: Manchester City bukan hanya menang, tetapi menang dengan cara yang terukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User