Oct 14, 2026
Olahraga

Giuliano Simeone Bersinar, Atletico Madrid Tekuk Salzburg di Liga Champions

Skor akhir 4-1 untuk Atletico Madrid atas Salzburg pada matchday 8 Liga Champions 2024/2025 di Stadion Wanda Metropolitano, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Pertandingan yang berlangsung dalam tempo t...

Giuliano Simeone Bersinar, Atletico Madrid Tekuk Salzburg di Liga Champions

Skor akhir 4-1 untuk Atletico Madrid atas Salzburg pada matchday 8 Liga Champions 2024/2025 di Stadion Wanda Metropolitano, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi ini menjadi panggung bagi Giuliano Simeone, penyerang muda yang tampil sebagai starter dalam formasi 4-4-2 racikan Diego Simeone. Penguasaan bola Atletico mencapai 58 persen, dengan total 17 shots dan 8 di antaranya on target, sementara Salzburg hanya mencatat 9 shots dan 3 on target. Kemenangan ini memastikan langkah Atletico ke babak berikutnya dengan status juara grup, sebuah pencapaian yang tak lepas dari kontribusi pemain-pemain muda seperti Giuliano.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Pembuka

Sejak menit awal, Atletico Madrid menerapkan pressing ketat di lini tengah. Menit ke-11, Giuliano Simeone nyaris membuka skor lewat tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti, namun bola masih membentur tiang gawang. Salzburg mencoba keluar dari tekanan dengan umpan-umpan pendek, tetapi lini belakang Atletico yang dikawal Jose Maria Gimenez dan Robin Le Normand tampil disiplin. Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-23. Umpan terobosan Antoine Griezmann dari sisi kanan disambar Giuliano dengan tendangan first-time yang tak mampu dijangkau kiper Salzburg. Skor berubah 1-0, dan assist tercatat untuk Griezmann, gelandang serang yang menjadi motor serangan Atletico malam itu.

Salzburg merespons cepat. Menit ke-31, serangan balik cepat berbuah peluang emas, tetapi tendangan striker mereka masih melebar tipis di sisi kiri gawang Jan Oblak. Statistik menunjukkan Salzburg hanya memiliki 38 persen penguasaan bola di babak pertama, dengan 4 shots dan 1 on target. Atletico terus menekan. Menit ke-39, Griezmann menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung indah ke sudut kanan atas, membawa Atletico unggul 2-0 hingga turun minum. Kartu kuning pertama diberikan wasit kepada bek Salzburg pada menit ke-44 setelah pelanggaran keras terhadap Giuliano.

Babak Kedua: Giuliano Simeone dan Dominasi Atletico

Memasuki babak kedua, Diego Simeone melakukan rotasi dengan memasukkan Angel Correa untuk menambah daya gedor. Namun Giuliano Simeone tetap menjadi ancaman utama. Menit ke-52, ia melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang berhasil diblok kiper Salzburg. Dua menit berselang, sepakan voli Giuliano dari umpan silang Nahuel Molina kembali mengguncang gawang, namun wasit menganulir gol tersebut karena offside setelah pengecekan VAR. Meski demikian, Giuliano mencatatkan 4 shots on target sepanjang pertandingan, tertinggi di antara pemain Atletico lainnya.

Menit ke-67, Atletico kembali mencetak gol melalui sundulan Jose Maria Gimenez memanfaatkan sepak pojok dari Rodrigo De Paul. Skor menjadi 3-0. Salzburg memperkecil kedudukan pada menit ke-74 lewat tendangan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Namun Atletico menutup pertandingan dengan gol keempat pada menit ke-88 melalui aksi individu Giuliano Simeone, yang mengecoh dua pemain bertahan sebelum melepaskan tendangan kaki kanan ke sudut bawah gawang. Gol ini menjadi gol kelima Giuliano di Liga Champions musim ini, rekor impresif bagi pemain berusia 22 tahun.

"Giuliano menunjukkan perkembangan luar biasa. Ia bermain dengan keberanian dan disiplin taktik yang tinggi. Gol-golnya membuktikan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi," ujar Diego Simeone dalam konferensi pers usai laga.

Analisis Taktik dan Statistik Kunci

Dengan formasi 4-4-2, Atletico Madrid berhasil memaksimalkan lebar lapangan melalui pergerakan sayap Giuliano Simeone dan Samuel Lino. Griezmann berperan sebagai false nine yang menarik keluar bek tengah Salzburg, menciptakan ruang bagi Giuliano untuk masuk ke kotak penalti. Statistik penguasaan bola 58-42, shots on target 8-3, dan akurasi passing 87 persen menjadi bukti dominasi Atletico. Salzburg sendiri hanya mampu menciptakan 1 peluang besar (big chance) sepanjang laga, yang gagal dikonversi pada menit ke-31.

Kartu kuning tercatat tiga kali untuk Salzburg dan satu untuk Atletico. Clean sheet tidak tercapai karena gol penalti Salzburg, tetapi performa Jan Oblak tetap solid dengan 2 penyelamatan penting. Kemenangan ini mengukuhkan Atletico Madrid sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di fase grup, hanya kebobolan 4 gol dalam 8 pertandingan. Giuliano Simeone kini menjadi top skor muda Liga Champions dengan 5 gol dan 2 assist, menempatkannya sejajar dengan nama-nama besar Eropa.

Bagi Salzburg, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Mereka finish di posisi ketiga grup dengan 7 poin, turun ke Liga Europa. Sementara Atletico Madrid melaju ke babak 16 besar dengan modal 19 poin dari 8 laga, sebuah rekor yang membuat mereka dijagokan sebagai kuda hitam peraih trofi. Giuliano Simeone, putra sang pelatih, kini bukan sekadar nama belakang, melainkan ancaman nyata bagi pertahanan lawan di Eropa. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia menjadi kunci Atletico di fase gugur nanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User