Oct 15, 2026
Olahraga

CdM Indonesia Siapkan Strategi Matang di Asian Para Games 2026 Nagoya

Jelang bergulirnya Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Kontingen Indonesia mulai mematangkan persiapan. Chief de Mission (CdM) Reda Manthovani memimpin langsung sesi jumpa pers yang digelar pada ...

CdM Indonesia Siapkan Strategi Matang di Asian Para Games 2026 Nagoya

Jelang bergulirnya Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Kontingen Indonesia mulai mematangkan persiapan. Chief de Mission (CdM) Reda Manthovani memimpin langsung sesi jumpa pers yang digelar pada Rabu (14/10/2026) di Nagoya, menjadi sinyal bahwa tim Merah Putih tidak ingin sekadar hadir sebagai pelengkap. Target besar telah dicanangkan, dan seluruh elemen kontingen kini bergerak dalam satu irama menuju panggung olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.

Persiapan Menyeluruh Menuju Nagoya

Reda Manthovani menegaskan bahwa persiapan kontingen Indonesia tidak hanya menyentuh aspek teknis pertandingan, melainkan juga pemusatan latihan, pemulihan atlet, hingga kesiapan logistik di Jepang. Menurutnya, setiap cabang olahraga telah memiliki program yang terukur, mulai dari simulasi pertandingan hingga adaptasi terhadap fasilitas venue di Nagoya. "Kami ingin memastikan seluruh atlet tiba dalam kondisi terbaik, baik fisik maupun mental," ujarnya dalam jumpa pers tersebut.

Sebagai CdM, Reda menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Ia menyoroti bahwa ajang ini bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga soal manajemen waktu, gizi, dan dukungan psikologis. Dengan jumlah atlet yang tersebar di berbagai nomor pertandingan, setiap detail menjadi krusial untuk menjaga konsistensi penampilan sepanjang gelaran yang berlangsung beberapa hari itu.

Target Realistis dengan Standar Tinggi

Dalam sesi tanya jawab, Reda mengungkapkan bahwa Indonesia membawa target yang tidak main-main. Berdasarkan evaluasi dari edisi-edisi sebelumnya, kontingen dituntut untuk meningkatkan perolehan medali, khususnya di nomor-nomor unggulan seperti atletik, renang, dan bulu tangkis. "Kami sudah memetakan kekuatan lawan. Asia adalah benua dengan kedalaman atlet disabilitas yang luar biasa, jadi kami harus cerdas membaca peluang," jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas starting XI atau susunan atlet inti di setiap nomor. Menurut data internal kontingen, beberapa atlet senior telah menunjukkan grafik performa yang stabil, sementara atlet muda mulai mencuri perhatian berkat kecepatan dan daya tahan yang meningkat. Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan kejutan di Nagoya.

"Kami tidak ingin hanya ikut meramaikan. Setiap atlet yang lolos ke Nagoya adalah yang terbaik, dan mereka punya tanggung jawab membawa nama bangsa," tegas Reda Manthovani.

Fokus pada Adaptasi dan Kesiapan Mental

Reda menyebut adaptasi menjadi kata kunci. Perbedaan budaya, cuaca, hingga jam kompetisi di Jepang menuntut atlet cepat menyesuaikan diri. Tim pelatih telah menyiapkan program aklimatisasi, termasuk latihan di venue dengan karakteristik serupa. Pendekatan ini dinilai penting agar atlet tidak kehilangan ritme saat pertandingan resmi dimulai.

Tak hanya itu, dukungan suporter juga menjadi perhatian. Reda berharap diaspora Indonesia di Jepang dapat memenuhi tribune dan memberikan energi tambahan bagi para atlet. "Dukungan dari tanah rantau selalu punya efek luar biasa. Kami ingin mereka merasa seperti bertanding di negeri sendiri," tambahnya.

Jalur Menuju Sejarah Baru

Dengan persiapan yang matang dan target yang jelas, Kontingen Indonesia ingin menjadikan Asian Para Games 2026 sebagai tonggak sejarah baru. Reda menutup jumpa pers dengan pesan optimisme, namun tetap berpijak pada data dan kerja keras. "Kami tahu peta persaingan. Yang terpenting sekarang adalah eksekusi di lapangan," pungkasnya.

Nagoya akan menjadi panggung pembuktian. Jika semua rencana berjalan sesuai jalur, bukan tidak mungkin bendera Merah Putih berkibar lebih tinggi di podium, membawa pulang medali sekaligus cerita perjuangan yang menginspirasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User