Carnando/Marthin Tembus Semifinal Thailand Open 2026
Skor akhir 21-18, 19-21, 21-16. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menuntaskan perlawanan sengit ganda tuan rumah Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul pada perempat final Thailand Open 2026 di...
Skor akhir 21-18, 19-21, 21-16. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menuntaskan perlawanan sengit ganda tuan rumah Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul pada perempat final Thailand Open 2026 di Bangkok, Jumat (15/5/2026), sekaligus mengunci satu tempat di semifinal. Laga yang berlangsung 58 menit itu menjadi ujian sesungguhnya bagi pasangan Indonesia, yang sempat kehilangan momentum di game kedua sebelum bangkit di game penentuan.
Dukungan penonton tuan rumah yang memadati tribun memberikan tekanan ekstra sejak poin pertama. Namun Carnando/Marthin tampil tenang dengan pola permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka musim ini. Total 14 smash winner dicatatkan pasangan Indonesia sepanjang laga, berbanding 9 milik lawan.
Game Pertama: Dominasi Serangan Indonesia
Carnando/Marthin langsung menekan sejak servis pembuka. Pola serangan cepat melalui drive menyilang Daniel Marthin di sektor depan memaksa Sukphun/Teeraratsakul bermain bertahan dan jarang mengembangkan permainan. Interval game pertama ditutup dengan keunggulan tipis 11-9 bagi Indonesia.
Selepas interval, Carnando memperlihatkan kelasnya sebagai penyerang utama. Dua smash keras dari belakang lapangan pada poin ke-15 dan ke-17 mengubah skor menjadi 17-13. Ganda Thailand sempat memangkas jarak menjadi 18-19, tetapi kesalahan servis Teeraratsakul pada momen krusial menutup game pertama 21-18 untuk Indonesia. Unforced error lawan mencapai 7 kali di game ini, angka yang membuktikan betapa beratnya tekanan yang diberikan Carnando/Marthin.
Game Kedua: Kebangkitan Ganda Tuan Rumah
Memasuki game kedua, kubu Thailand mengubah strategi. Sukphun diinstruksikan lebih agresif di depan net untuk memutus aliran bola pendek yang selama ini menjadi senjata Daniel. Perubahan itu langsung berdampak — tuan rumah unggul 11-7 pada interval dan terus menjaga jarak.
Carnando/Marthin berusaha mengejar lewat variasi servis flick dan serangan bergantian dari sisi kiri dan kanan lapangan. Skor sempat imbang 17-17 setelah rally panjang 34 pukulan dimenangkan Indonesia. Namun pada poin-poin penentu, ketenangan Sukphun/Teeraratsakul di hadapan pendukungnya sendiri membuat mereka menutup game 21-19. Laga pun dipaksa berlanjut ke rubber game.
Rubber Game: Mentalitas Juara Berbicara
Game penentuan menjadi panggung sesungguhnya bagi Carnando/Marthin. Mereka membuka dengan lima poin beruntun berkat kombinasi serangan cepat dan pertahanan rapat yang sulit ditembus. Interval game ketiga dikuasai Indonesia dengan skor 11-6.
Ganda tuan rumah mencoba bangkit dan sempat memperkecil selisih menjadi 14-16. Namun Carnando menjawab dengan smash menyilang tajam yang gagal diantisipasi Teeraratsakul, mengubah skor menjadi 18-14. Match point pertama langsung dikonversi lewat kesalahan pengembalian servis lawan — 21-16, Indonesia menang.
"Kami tahu atmosfer di sini tidak mudah. Kuncinya adalah tetap sabar di game ketiga dan tidak terburu-buru menyerang. Strategi berjalan sesuai rencana dan kami bersyukur bisa lolos," ujar Carnando usai laga.
Statistik Kunci dan Laga Semifinal
Secara statistik, kemenangan ini dibangun di atas efisiensi serangan. Konversi smash Carnando/Marthin mencapai 62 persen, sementara lawan hanya 48 persen. Pasangan Indonesia juga unggul dalam perolehan poin servis 34 berbanding 27. Rally terpanjang tercatat 41 pukulan pada game kedua — dimenangkan Thailand, tetapi justru memicu respons luar biasa dari Indonesia di game berikutnya.
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Carnando/Marthin atas Sukphun/Teeraratsakul menjadi 3-0 dalam rekor pertemuan. Di semifinal, Sabtu (16/5/2026), mereka akan menghadapi ujian lebih berat demi satu tempat di partai puncak Thailand Open 2026. Dengan performa seperti ini, asa Indonesia membawa pulang gelar ganda putra dari Bangkok terbuka lebar.
Comments (0)