Busquets dan Alba Pergi, Empat Kandidat Kapten Baru Barcelona Musim Depan

Camp Nou resmi kehilangan dua sosok pemimpin sekaligus. Sergio Busquets dan Jordi Alba, dua pemegang ban kapten utama musim lalu, memutuskan mengakhiri era mereka di Barcelona pada pengujung musim 202...

Aug 11, 2026 - 18:14
0 0
Busquets dan Alba Pergi, Empat Kandidat Kapten Baru Barcelona Musim Depan

Camp Nou resmi kehilangan dua sosok pemimpin sekaligus. Sergio Busquets dan Jordi Alba, dua pemegang ban kapten utama musim lalu, memutuskan mengakhiri era mereka di Barcelona pada pengujung musim 2022/2023. Kini, jelang bergulirnya musim baru, satu pertanyaan besar menggantung di ruang ganti Blaugrana: siapa yang berhak melingkarkan ban kapten di lengan kirinya?

Barcelona punya tradisi unik soal kapten. Alih-alih menunjuk lewat keputusan pelatih semata, Azulgrana menganut sistem senioritas — pemain dengan masa bakti terlama di tim utama otomatis naik pangkat. Sistem inilah yang dulu mengantar Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Lionel Messi, hingga Busquets memegang estafet kepemimpinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kepergian Busquets dan Alba meninggalkan lubang besar, bukan hanya secara teknis tetapi juga simbolis. Busquets, gelandang jangkar dengan lebih dari 700 penampilan untuk klub, adalah metronom tiki-taka terakhir dari era emas Pep Guardiola. Sementara Alba menjelma menjadi salah satu bek kiri paling produktif dalam sejarah La Liga berkat kontribusi gol dan assistnya dari sisi kiri. Keduanya pergi dengan status legenda — dan meninggalkan kursi kapten yang kini diperebutkan.

Sergi Roberto, Pewaris Garis Senioritas

Jika tradisi dipegang teguh, Sergi Roberto berada di antrean terdepan. Pemain serbabisa jebolan La Masia ini menembus tim utama pada musim 2010/2011 dan kini tercatat sebagai anggota skuad paling senior menyusul kepergian dua koleganya. Modalnya tidak main-main: lebih dari 340 penampilan di semua kompetisi, plus momen ikonik berupa gol penentu ke semifinal Liga Champions 2017 ke gawang Paris Saint-Germain yang melengkapi comeback 6-1 — salah satu malam terhebat dalam sejarah klub.

Ter Stegen, Tembok Jerman di Bawah Mistar

Kandidat kuat berikutnya adalah Marc-André ter Stegen. Kiper asal Jerman ini merapat ke Camp Nou pada musim panas 2014 dan baru saja menjalani musim terbaiknya: 26 clean sheet di La Liga 2022/2023, menyamai rekor liga yang bertahan hampir tiga dekade, plus trofi Zamora sebagai kiper dengan rasio kebobolan terbaik. Ter Stegen juga sudah beberapa kali mengenakan ban kapten ketika Busquets dan Alba absen. Kiper memimpin tim? Bukan hal aneh — Iker Casillas dan Gianluigi Buffon sudah membuktikannya di level tertinggi.

Araujo dan De Jong, Generasi Baru Pemimpin

Nama Ronald Araujo mencuat sebagai simbol masa depan. Bek tengah asal Uruguay ini meniti karier lewat akademi La Masia sebelum mendapat promosi ke tim utama pada awal musim 2020/2021. Sejak itu, ia menjelma menjadi pilar tak tergantikan di jantung pertahanan. Statistiknya berbicara lantang: 113 penampilan di seluruh kompetisi dengan kontribusi 7 gol dan 3 assist — catatan istimewa untuk bek yang masih berusia 24 tahun. Gaya bermain agresif, dominasi duel udara, dan keberanian menghadapi penyerang kelas dunia membuatnya kerap dibandingkan dengan Puyol.

Melengkapi daftar, ada Frenkie de Jong. Gelandang Belanda yang direkrut dari Ajax Amsterdam pada 2019 ini merupakan motor lini tengah dengan akurasi umpan konsisten di atas 90 persen nyaris setiap musim. De Jong juga punya pengalaman memimpin — ia menjadi roh permainan Ajax saat klub itu menembus semifinal Liga Champions 2019. Ketenangannya dalam mengatur tempo dan visi membaca permainan dinilai ideal untuk peran kapten keempat.

Keputusan di Tangan Ruang Ganti

Pelatih Xavi Hernandez sendiri menegaskan bahwa urusan kapten adalah domain para pemain. Voting internal biasanya digelar sebelum musim dimulai, dan hasilnya hampir selalu sejalan dengan hierarki senioritas. Dengan empat slot kapten tersedia, besar kemungkinan keempat nama di atas berbagi tanggung jawab sesuai urutan masa bakti mereka di tim utama.

Satu hal yang pasti, siapa pun yang terpilih akan memikul beban berat. Ban kapten Barcelona bukan sekadar aksesori di lengan — ia adalah simbol filosofi klub yang diwariskan sejak era Johan Cruyff. Musim 2023/2024 menjadi ujian perdana bagi para pemimpin baru ini, mulai dari laga pembuka La Liga hingga misi kembali berbicara banyak di pentas Liga Champions.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User