Brian Uriarte Rebut Pole Moto3 Indonesia, Veda Ega Start Ketujuh

Sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Mandalika tuntas sudah. Brian Uriarte, pembalap Red Bull KTM Ajo, mengunci posisi terdepan untuk balapan esok hari setelah menorehkan lap tercepat 1 menit 36,861 deti...

Oct 10, 2026 - 19:06
0 0
Brian Uriarte Rebut Pole Moto3 Indonesia, Veda Ega Start Ketujuh

Sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Mandalika tuntas sudah. Brian Uriarte, pembalap Red Bull KTM Ajo, mengunci posisi terdepan untuk balapan esok hari setelah menorehkan lap tercepat 1 menit 36,861 detik. Catatan waktu itu membuatnya menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus batas 1 menit 37 detik di sesi kualifikasi kali ini. Sementara itu, tuan rumah harus puas melihat Veda Ega Pratama menempati urutan ketujuh di grid.

Dominasi Uriarte Sejak Sesi Pertama

Menit ke-10, Uriarte sudah memberi sinyal ancaman. Keluar dari pit lane dengan ban belakang baru, ia langsung menempelkan motor KTM-nya di puncak klasemen sementara. Strategi Red Bull KTM Ajo jelas: keluar lebih awal, ambil ruang bersih, lalu matangkan catatan waktu di dua putaran terakhir. Formasi ini terbukti efektif, karena tidak ada satu pun pembalap yang mampu menggusurnya dari posisi teratas hingga bendera chequered dikibarkan.

Yang menarik, konsistensi Uriarte terjaga sepanjang sesi. Bukan hanya satu lap terbang semata. Ia mencatatkan dua putaran berturut-turut yang lebih cepat dari kompetitor terdekatnya. Penguasaan sektor ketiga, terutama tikungan cepat menuju lintasan lurus utama, menjadi pembeda. Keluar dari tikungan itu, motor KTM-nya melesat mulus tanpa hambatan berarti.

Di belakangnya, rekan setim dan para rival saling beradu catatan waktu. Selisih di barisan depan sangat tipis, hanya terpaut beberapa persepuluh detik. Kondisi ini menjanjikan balapan yang ketat karena start dari posisi terdepan di Mandalika tidak selalu menjamin kemenangan.

Veda Ega Tujuh Tercepat, Catatan Penting untuk Balapan

Bagi publik tuan rumah, sorotan utama tertuju pada Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu menutup kualifikasi di posisi ketujuh. Hasil ini bukan pencapaian buruk, mengingat persaingan di Moto3 sangat rapat dan start dari baris ketiga masih memberi peluang besar untuk masuk ke rombongan depan.

Menit ke-25, Veda sempat naik ke posisi lima besar sebelum akhirnya digeser oleh dua rider lain di putaran terakhir. Ia tercatat beberapa kali masuk pit untuk penyesuaian setelan motor dan pergantian ban belakang. Kompromi antara grip awal dan daya tahan ban menjadi pertimbangan tersendiri, terutama karena suhu aspal Mandalika bisa sangat tinggi saat balapan siang nanti.

Perlu dicatat, Veda tidak mengalami kendala teknis berarti. Motor tampil kompetitif di sektor pengereman, dan ia konsisten mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 37 detik sepanjang sesi. Dari sisi statistik, jarak ke pole position hanya sekitar empat persepuluh detik, margin yang di Moto3 bisa dipangkas hanya dalam satu tikungan pembuka.

Peta Persaingan Barisan Depan

Barisan depan terisi kombinasi pembalap berpengalaman dan debutan yang sedang menanjak. Beberapa nama memang sempat memimpin klasemen sementara di menit-menit awal, tetapi gagal mempertahankan momentum ketika lintasan mulai ramai dan slipstream membuat selisih waktu sulit diprediksi. Faktor slipstream alias menguntit pembalap di depan memang menjadi senjata di Moto3, dan hal itu terlihat jelas di sesi kualifikasi kali ini.

Penguasaan bola tidak relevan di sini, tetapi istilah yang pas adalah penguasaan lintasan. Rider yang mampu keluar dari tikungan terakhir dengan sempurna akan mendapat keuntungan besar di sektor lurus. Uriarte membuktikan hal itu. Dari data sektor, ia unggul di tikungan 15 dan 16, titik di mana traksi motor sangat menentukan.

Beberapa pembalap harus puas start dari baris kedua dan ketiga, termasuk Veda. Namun, sejarah Moto3 mengajarkan bahwa pemenang sering datang dari baris ketiga atau bahkan kelima. Balapan bukan soal satu putaran cepat, melainkan konsistensi 18 sampai 20 lap penuh.

"Kami sudah menemukan setelan yang tepat. Motor bekerja baik di semua sektor, tinggal menjaga konsentrasi di balapan," ujar Uriarte usai kualifikasi, dikutip dari pernyataan timnya.

Yang Harus Dicermati di Balapan

Ada beberapa catatan penting menjelang balapan Moto3 Indonesia. Pertama, cuaca. Kalau hujan turun selepas sesi kualifikasi, peta kekuatan bisa berubah total. Kedua, manajemen ban. Sirkuit Mandalika punya beberapa tikungan cepat yang menguras sisi kanan ban depan. Rider yang terlalu agresif di lap-lap awal berisiko kehilangan performa di lima lap terakhir.

Kartu kuning dan merah biasanya tidak banyak di Moto3, tetapi bukan berarti tidak ada. Jangan heran bila balapan berjalan ketat dan wasit perlu memeriksa insiden lewat tayangan VAR.

Untuk Veda, start dari posisi ketujuh justru bisa menguntungkan. Ia tidak terbebani tekanan menjadi target di depan, dan bisa menempel rombongan depan sambil menyimpan energi untuk putaran penutup. Kalau ia berhasil melewati tikungan pertama dengan aman, peluang finis di lima besar tetap terbuka lebar.

Balapan Moto3 Indonesia akan menjadi ujian sebenarnya bagi Uriarte, apakah lap cepatnya di kualifikasi bisa dikonversi menjadi performa balapan penuh. Satu hal yang pasti, grid depan sudah tertata, dan pemegang pole kali ini bukan nama yang bisa diabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User