BPBD Tangerang Lakukan Pendinginan Pascakebakaran TPA Jatiwaringin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, terus melakukan proses pendinginan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, K

BPBD Tangerang Lakukan Pendinginan Pascakebakaran TPA Jatiwaringin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, terus melakukan proses pendinginan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, sepekan setelah kebakaran besar melanda area seluas 1,5 hektare pada Rabu (10/7/2026). Meski api utama telah berhasil dipadamkan, tim BPBD dan pemadam kebakaran masih bekerja ekstra keras karena material sampah yang menggunung setinggi 15 meter serta kandungan gas metana membuat potensi munculnya kembali titik api sangat tinggi.

Kronologi Kebakaran dan Respons Darurat

  1. Rabu, 10 Juli 2026 pukul 14.30 WIB – Asap tebal terlihat oleh warga. BPBD menerima laporan pertama dan menerjunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran.
  2. Pukul 15.00 WIB – Api mulai membesar dan merembet ke tumpukan sampah yang lebih dalam, menyulitkan akses pemadaman. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, memerintahkan penambahan 3 armada dan bantuan alat berat.
  3. Pukul 20.00 WIB – Titik api terluas berhasil dikuasai, namun bara masih menyala di kedalaman 3–5 meter. Dinas Lingkungan Hidup setempat menutup sementara aktivitas pembuangan di TPA.
  4. Pukul 22.30 WIB – Api dinyatakan padam secara visual. Namun pendinginan tetap dilanjutkan hingga hari ini untuk mencegah munculnya kembali asap dan api dari dalam tumpukan.

Proses Pendinginan yang Kompleks

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, melalui sambungan telepon menjelaskan,

“Kami menyemprotkan air sebanyak 200.000 liter per hari menggunakan 3 unit tangki air berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, kami mengerahkan 2 unit ekskavator untuk membolak-balik tumpukan sampah agar air bisa meresap hingga ke bagian dalam. Ini penting karena gas metana yang terakumulasi bisa menyulut kembali api secara tiba-tiba.”

Metode pemadaman terpadu ini dilakukan dengan menyemprotkan air bercampur cairan khusus peredam panas ke titik-titik yang masih mengeluarkan uap. Tim juga membuat sekat tanah liat di sekitar zona terdampak untuk mencegah rambatan jika terjadi nyala kembali.

Dampak dan Pemantauan Lingkungan

Asap yang ditimbulkan sempat mengganggu aktivitas warga di tiga desa terdekat, khususnya Desa Jatiwaringin, Desa Sukamaju, dan Desa Tanjung Anom. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mendistribusikan 5.000 masker N95 dan membuka posko kesehatan dadakan. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sekitar TPA pada hari kebakaran sempat mencapai angka 185 (kategori tidak sehat). Kini, setelah pendinginan masif, ISPU turun ke level moderat.

Berdasarkan data BPBD, total area yang terbakar mencapai 1,5 hektare dari total luas TPA 12 hektare. Kerugian materiil masih dihitung, namun yang menjadi perhatian utama adalah potensi pencemaran air tanah akibat rembesan air bekas pemadaman yang bercampur limbah. Dinas Lingkungan Hidup tengah menguji sampel air sumur warga.

Langkah Pencegahan Jangka Pendek

  • Pemasangan pipa ventilasi gas metana di tiga titik baru.
  • Peningkatan frekuensi penyiraman rutin setiap 4 jam pada zona rawan.
  • Pembatasan ketinggian tumpukan sampah maksimal 10 meter.
  • Pelatihan ulang regu pemadam internal TPA dan penyediaan hydrant portabel.

Ujat menegaskan bahwa BPBD akan terus melakukan monitoring 24 jam hingga akhir pekan ini. “Kami tidak ingin lengah. Percikan kecil dari gesekan alat berat saja bisa berbahaya jika mengenai gas. Masyarakat kami imbau untuk tidak mendekati area TPA dan melapor jika melihat kepulan asap,” tutupnya.

[TAGS]: TPA Jatiwaringin, BPBD Kabupaten Tangerang, kebakaran TPA, gas metana, pendinginan sampah[SOCIAL_TWEET]: BPBD Kabupaten Tangerang masih siaga 24 jam di TPA Jatiwaringin pasca kebakaran 1,5 hektare. 200.000 liter air per hari digelontorkan untuk cegah bara api yang bersembunyi di kedalaman sampah. Warga diminta tetap waspada. #TPAJatiwaringin #BPBDTangerang #DaruratLingkungan[SOCIAL_FB]: Kebakaran TPA Jatiwaringin mungkin sudah padam di permukaan, tapi bahaya di dasar tumpukan sampah masih mengintai. Simak bagaimana BPBD Kabupaten Tangerang berjibaku mendinginkan “gunung sampah” dan mencegah bencana susulan. Klik untuk selengkapnya![SOCIAL_TG]: 🔥 Pendinginan TPA Jatiwaringin masih berlangsung. BPBD semprot 200.000 liter air/hari, alat berat bolak-balik sampah cegah bara. ISPU sempat 185, kini membaik. Warga diimbau jauhi area TPA. Info lengkap di sini ⬇️[SOCIAL_THREADS]: Asapnya udah nggak kelihatan, tapi urusan belum selesai. Tim BPBD masih “bermain api”—bolak-balikin sampah pakai ekskavator biar nggak ada bara yang nyangkut. Bener-bener dedikasi nggak main-main. Yuk support dengan jaga lingkungan sendiri dulu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User