Bitcoin Terjebak di Bawah $65.000 Saat Ketegangan Selat Hormuz Gagal Redakan Tekanan Pasar
Bitcoin terus terjebak di bawah level psikologis $65.000 pada perdagangan Senin (11/8), seiring memudarnya harapan perdamaian di Selat Hormuz yang sebelumnya sempat menjadi sentimen positif bagi pasar kripto dan ekuitas. Ketegangan geopolitik di kawa
Bitcoin terus terjebak di bawah level psikologis $65.000 pada perdagangan Senin (11/8), seiring memudarnya harapan perdamaian di Selat Hormuz yang sebelumnya sempat menjadi sentimen positif bagi pasar kripto dan ekuitas. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut kompensasi 50 tahun dari Iran, mendorong harga minyak mentah naik kembali ke level $89 per barel dan membuat reli pembukaan pasar sepanjang akhir pekan menjadi sia-sia.
Reli Hope Trade Selat Hormuz Buyar
Pada perdagangan sebelumnya, pasar sempat bereaksi positif terhadap berita tentang kemungkinan de-eskalasi di Selat Hormuz, selat strategis yang menjadi jalur pengiriman minyak terpenting di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati selat sempit ini, menjadikannya titik krusial bagi stabilitas energi global. Harapan bahwa ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat dapat mereda mendorong "hope trade" atau perdagangan berbasis harapan di kalangan investor.
Namun, optimism tersebut buyar begitu Trump mengeluarkan tuntutan kontroversialnya. Dalam pernyataan resmi, ia menuntut Iran memberikan kompensasi "selama 50 tahun" atas apa yang digambarkan sebagai "aktivitas destabilisasi" di kawasan. Tuntutan ini praktis menutup pintu negosiasi dan mengembalikan ketegangan ke level sebelumnya, jika tidak lebih tinggi.
Dampak pada Pasar Kripto dan XRP
Dengan ketegangan geopolitik yang kembali memanas, pasar kripto tampak stagnan. Bitcoin, sebagai aset berisiko yang sering dikategorikan bersama ekuitas dalam hal sentimen risiko, gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Level $65.000 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus dalam kondisi ketidakpastian seperti ini.
Yang tidak kalah memprihatinkan adalah performa XRP. Mata uang kripto yang dikembangkan oleh Ripple Labs ini kini berada di ambang psikologis $1, sebuah level yang jika ditembus ke bawah bisa memicu penjualan panik. XRP telah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa minggu terakhir, sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakpastian regulasi dan sentimen negatif terhadap sektor altcoin secara keseluruhan.
Untuk investor awam, XRP merupakan salah satu cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Penurunan di bawah $1 akan menjadi signal bearish yang signifikan, mengingat level tersebut merupakan support psikologis penting yang telah bertahan selama bertahun-tahun.
Menunggu Laporan CPI sebagai Katalis Berikutnya
Sementara ketegangan geopolitik menjadi hambatan jangka pendek, perhatian investor kini beralih ke laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. CPI merupakan indikator utama untuk mengukur inflasi, dan data ini akan sangat mempengaruhi keputusan suku bunga The Federal Reserve.
Pasar saat ini sedang berusaha menavigasi lingkungan yang kompleks: di satu sisi ada ketegangan geopolitik yang meningkatkan risiko, di sisi lain ada ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi. Kombinasi ini menciptakan volatilitas yang tinggi dan membuat investor berhati-hati dalam mengambil posisi.
Analis memperkirakan jika data CPI menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, tekanan jual di pasar kripto bisa semakin intensif. Sebaliknya, data yang lebih baik dari perkiraan bisa menjadi katalis positif bagi Bitcoin untuk finally menembus resistance $65.000.
Penutup
Bagi investor kripto, minggu ini menjadi periode yang krusial. Kombinasi ketegangan geopolitik, tekanan pada altcoin seperti XRP, dan menunggu data makroekonomi penting menciptakan ketidakpastian yang tinggi. Strategi dollar-cost averaging atau DCA tetap menjadi pendekatan yang bijaksana bagi investor jangka panjang, sementara trader aktif perlu waspada terhadap volatilitas yang mungkin meningkat signifikan setelah rilis data CPI.
Perlu dicatat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum membuat keputusan investasi di pasar kripto yang terkenal volatil ini.
Sumber: CoinDesk
Sumber: CoinDesk
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.
Comments (0)