Benfica 3-1 Real Madrid: Mourinho Rayakan Kemenangan Dramatis Bersama Anak Gawang

Skor akhir Benfica 3-1 Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, melahirkan momen yang langsung menjadi buah bibir: Jose Mourinho berlari ke sudut lapangan dan merayakan ...

Aug 09, 2026 - 10:35
0 0
Benfica 3-1 Real Madrid: Mourinho Rayakan Kemenangan Dramatis Bersama Anak Gawang

Skor akhir Benfica 3-1 Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, melahirkan momen yang langsung menjadi buah bibir: Jose Mourinho berlari ke sudut lapangan dan merayakan gol penutup bersama anak-anak gawang. Pelatih berjuluk The Special One itu tak bisa menahan emosinya setelah tim asuhannya membungkam mantan klubnya dalam laga pamungkas fase liga Liga Champions yang berjalan dramatis hingga menit akhir.

Los Blancos sebenarnya membuka keunggulan lebih dulu. Menit ke-23, Kylian Mbappé memanfaatkan umpan terobosan Jude Bellingham untuk menaklukkan kiper Anatoliy Trubin lewat penyelesaian kaki kiri ke sudut jauh. Gol itu sempat membungkam sekitar 60 ribu penonton, namun tuan rumah merespons dengan cepat. Menit ke-41, Vangelis Pavlidis menyamakan kedudukan 1-1 melalui sundulan keras menyambut umpan silang Kerem Aktürkoğlu dari sisi kanan pertahanan Madrid yang dikawal Trent Alexander-Arnold.

Babak Pertama: Madrid Dominan, Benfica Lebih Efisien

Real Madrid mencatat penguasaan bola 58 persen di 45 menit pertama dengan formasi 4-3-3 racikan Xabi Alonso, menempatkan Arda Güler dan Federico Valverde sebagai gelandang penyeimbang di belakang Bellingham. Namun Benfica yang tampil dengan 4-2-3-1 justru lebih tajam: 4 shots on target berbanding 2 hingga jeda. Duet pivot Fredrik Aursnes dan Leandro Barreiro bekerja tanpa henti memutus suplai bola ke lini depan tim tamu, sementara Álvaro Carreras mendapat sorotan karena menghadapi klub yang membesarkan namanya sebelum hijrah ke Madrid.

Mourinho sendiri menurunkan starting XI terbaiknya: Trubin di bawah mistar; Samuel Dahl, António Silva, Nicolás Otamendi, dan Tomás Araújo di lini belakang; dengan Pavlidis sebagai ujung tombak tunggal yang ditopang Aktürkoğlu, Andreas Schjelderup, dan Gianluca Prestianni di belakangnya. Formasi ini dirancang untuk meredam kecepatan Vinícius dan Mbappé sekaligus memaksimalkan transisi cepat begitu bola direbut.

Babak Kedua: Drama Dua Gol di Pengujung Laga

Menit ke-78, Estadio da Luz meledak. Franjo Ivanović, yang baru masuk di babak kedua, mengubah skor menjadi 2-1 lewat tendangan first-time kaki kanan memanfaatkan assist Schjelderup yang menusuk dari sisi kiri. VAR sempat memeriksa dugaan offside selama hampir dua menit sebelum gol dinyatakan sah, dan keputusan itu memicu protes keras dari bench Madrid.

Alonso merespons dengan memasukkan Rodrygo dan Brahim Díaz untuk menambah daya gedor. Vinícius Júnior nyaris menyamakan skor menit ke-63 — sebelum gol Ivanović — namun tendangan kerasnya masih bisa ditepis Trubin dalam salah satu dari 3 penyelamatan krusial kiper asal Ukraina itu malam ini. Petaka bagi Madrid datang pada menit ke-90+4: lewat serangan balik kilat, Pavlidis mencetak gol keduanya malam ini sekaligus mengunci skor 3-1.

Sesaat setelah bola menggetarkan jala Thibaut Courtois, kamera menangkap Mourinho berlari menyusuri tepi lapangan menuju sudut stadion dan berselebrasi bersama para anak gawang — pemandangan emosional yang langsung viral dan menjadi simbol malam istimewa di Lisbon.

Masterclass Taktik The Special One

Statistik akhir mencerminkan efisiensi brutal tuan rumah. Dari 14 tembakan, 7 tepat sasaran dan 3 berbuah gol. Sebaliknya, Madrid hanya membukukan 4 shots on target dari 11 percobaan meski unggul penguasaan bola 58-42 persen. Benfica juga unggul tendangan sudut 6-3. Wasit mengeluarkan total 4 kartu kuning — dua untuk masing-masing kubu — tanpa ada kartu merah, sementara skema pressing blok rendah Benfica sukses memaksa Madrid melepaskan banyak umpan silang sia-sia.

“Kami tidak memegang bola sebanyak mereka, tetapi kami punya organisasi, keberanian, dan hati. Para pemain layak mendapatkan malam seperti ini, dan para anak gawang itu adalah bagian dari keluarga kami,” ujar Mourinho dalam konferensi pers pasca-laga, tersenyum ketika ditanya soal selebrasinya yang menjadi sorotan.

Mourinho Kembali Menyakiti Madrid

Ini bukan kali pertama Mourinho berpesta di depan Madrid, klub yang pernah ia tangani pada 2010 hingga 2013. Namun kemenangan ini terasa istimewa karena diraih bersama Benfica, klub tempat ia memulai karier kepelatihannya lebih dari dua dekade silam. Tiga poin ini mengangkat posisi As Águias di klasemen fase liga dan memperbesar peluang mereka lolos ke babak 16 besar.

Bagi Madrid, kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Xabi Alonso menjelang fase gugur. Bagi Mourinho, malam di Lisbon ini adalah pembuktian terbaru bahwa sentuhan magis The Special One belum pudar — lengkap dengan selebrasi bersama anak gawang yang akan dikenang bertahun-tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User