Bellingham Hancurkan Norwegia, Haaland Beri Penghormatan di Miami
Miami Stadium menjadi saksi bisu kiprah gemilang Timnas Inggris yang mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor akhir 2-0. Pertandingan yang bergulir pada Mi...
Miami Stadium menjadi saksi bisu kiprah gemilang Timnas Inggris yang mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor akhir 2-0. Pertandingan yang bergulir pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB itu diwarnai momen mengharukan saat Erling Haaland mendatangi Jude Bellingham untuk memberikan ucapan selamat, sebuah gestur sportivitas tinggi dari dua bintang muda Eropa.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Penuh Tekanan
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 58% di 15 menit pertama. Pelatih Gareth Southgate menurunkan formasi 4-2-3-1 andalannya, sementara Stale Solbakken memilih 4-3-3 dengan Haaland sebagai ujung tombak. Namun, pertahanan kokoh Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guehi berhasil meredam pergerakan mesin gol Manchester City itu.
Menit ke-23, ancaman nyata pertama lahir dari kaki Phil Foden yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, namun masih bisa ditepis kiper Norwegia. Tekanan terus menggempur hingga akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-34. Berawal dari umpan terobosan Declan Rice, Jude Bellingham dengan cerdik melewati jebakan offside dan melepaskan tembakan rendah ke tiang jauh yang tak mampu dihalau. Skor 1-0 untuk Inggris. Gol keenam Bellingham di turnamen ini sekaligus menegaskan statusnya sebagai playmaker paling produktif di Piala Dunia 2026.
Norwegia mencoba merespons dengan mengandalkan serangan balik cepat melalui Martin Odegaard dan Alexander Sorloth. Sayangnya, koordinasi lini tengah mereka sering terputus oleh pressing ketat gelandang Inggris. Hingga turun minum, shots on target Norwegia hanya berjumlah satu buah berbanding empat milik The Three Lions.
Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penutup
Memasuki babak kedua, Norwegia meningkatkan intensitas permainan. Menit ke-52, Haaland nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan crossing Julian Ryerson, namun Jordan Pickford menunjukkan refleks kelas dunia dengan menepis bola keluar lapangan. Momen kontroversial terjadi di menit ke-67 ketika Haaland jatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Luke Shaw. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun setelah peninjauan VAR, keputusan dianulir karena dianggap tidak ada kontak signifikan.
Keputusan tersebut mematahkan semangat Norwegia. Inggris memanfaatkan momentum ini untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-78, Bellingham kembali berperan penting dengan melepaskan assist brilian kepada Bukayo Saka. Saka yang baru masuk lima menit sebelumnya berhasil mengecoh bek lawan dan menceploskan bola ke gawang. Skor menjadi 2-0, dan praktis mengunci kemenangan Inggris.
Sepanjang babak kedua, statistik penguasaan bola sedikit menurun untuk Inggris menjadi 53%, namun efektivitas serangan mereka tetap tajam dengan total 7 tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Norwegia hanya mampu mencatatkan 3 shots on target, mencerminkan kesulitan Haaland dan kawan-kawan menembus lini belakang lawan.
Gestur Sportivitas Dua Bintang
Usai peluit panjang berbunyi, sorotan kamera tertuju pada momen hangat antara Haaland dan Bellingham. Meski berstatus lawan, keduanya terlihat saling berpelukan dan bertukar kata-kata. Haaland yang gagal mencetak gol di laga ini tetap menunjukkan kedewasaan dengan memberikan apresiasi kepada mantan rivalnya di Bundesliga itu. Bellingham, yang meraih rating tertinggi 9,2 dari sofascore, membuktikan bahwa ia adalah motor utama permainan Inggris sepanjang turnamen.
Kartu kuning untuk Odegaard di menit ke-81 akibat protes keras menjadi catatan disiplin tersendiri, namun tak mengurangi semangat Norwegia yang telah berjuang hingga akhir. Inggris pantas melaju ke semifinal dengan catatan clean sheet keempat di Piala Dunia ini, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Southgate di fase gugur melawan tim non-unggulan.
"Jude tampil luar biasa malam ini. Dia pemain spesial dan sangat sulit dihentikan. Saya hanya mengucapkan selamat atas performa hebatnya," ujar Haaland kepada awak media seusai laga.
Analisis Performa dan Statistik Kunci
Jika dilihat dari data total, Inggris memang pantas meraih kemenangan. Penguasaan bola 54% berbanding 46%, total percobaan 15 (7 on target) vs 9 (3 on target), dan akurasi operan 87% vs 82% menjadi indikator dominasi tim asuhan Southgate. Formasi 4-2-3-1 yang diusung mampu memaksimalkan kreativitas Bellingham di posisi gelandang serang, didukung duet Rice dan Jude di lini tengah yang solid.
Di kubu Norwegia, Haaland tercatat hanya melakukan 2 tembakan sepanjang laga, salah satunya diblok. Minimnya suplai bola dari lini kedua menjadi masalah klasik yang kembali menghantui tim Skandinavia ini. Odegaard yang diharapkan menjadi kreator serangan justru lebih banyak bertahan karena tekanan konstan dari Rice dan Kalvin Phillips.
Kemenangan ini mengantarkan Inggris menghadapi pemenang laga Brasil vs Senegal di semifinal. Sementara bagi Norwegia, meski perjalanan terhenti, raihan perempat final merupakan pencapaian terbaik sejak putaran final 1998. Adapun Bellingham, dengan enam gol dan tiga assist, kini kokoh di puncak daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026—sebuah sinyal kuat bahwa era baru telah tiba.
Baca juga:
Comments (0)