Barcelona Taklukkan Real Madrid 3-1, Juara Supercopa de España di Jeddah

Skor akhir 3-1 untuk Barcelona! Blaugrana menaklukkan Real Madrid pada final Supercopa de España di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/1/2026), dan berhak mengangkat trofi pert...

Aug 10, 2026 - 12:11
0 0
Barcelona Taklukkan Real Madrid 3-1, Juara Supercopa de España di Jeddah

Skor akhir 3-1 untuk Barcelona! Blaugrana menaklukkan Real Madrid pada final Supercopa de España di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/1/2026), dan berhak mengangkat trofi pertama mereka musim ini. Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Raphinha mencatatkan nama di papan skor, sementara satu-satunya balasan Los Blancos datang dari kaki Kylian Mbappe.

Laga El Clasico ini berjalan panas sejak peluit awal. Barcelona yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung menekan lewat pressing tinggi, sementara Madrid merespons dengan skema 4-4-2 yang mengandalkan transisi cepat. Duel lini tengah menjadi sorotan, terutama ketika Frenkie de Jong berhadapan langsung dengan gelandang muda Madrid, Gonzalo Garcia, dalam perebutan bola sengit di sektor tengah lapangan.

Babak Pertama: Lewandowski Buka Keran Gol, Mbappe Balas Cepat

Menit ke-23, Lewandowski membuka keunggulan Barcelona. Berawal dari umpan terobosan Pedri yang membelah pertahanan Madrid, striker asal Polandia itu melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang Thibaut Courtois. 1-0 untuk Barcelona.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-35, Mbappe menyamakan kedudukan lewat serangan balik kilat. Vinicius Junior mengirim assist matang setelah berlari membelah sisi kiri, dan penyerang Prancis itu menuntaskannya dengan sepakan keras ke tiang dekat. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Statistik babak pertama menunjukkan Barcelona unggul penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen, dengan 4 shots on target berbanding 2 milik Madrid. Wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning: satu untuk Gonzalo Garcia setelah pelanggaran keras terhadap de Jong, dan satu untuk Jules Kounde karena menghentikan laju Vinicius di tepi kotak penalti.

Babak Kedua: Yamal dan Raphinha Kunci Kemenangan

Memasuki babak kedua, Hansi Flick menginstruksikan anak asuhnya menaikkan tempo permainan. Hasilnya terlihat menit ke-58. Lamine Yamal menerima bola di sisi kanan, melewati satu pemain belakang Madrid, lalu melepaskan tendangan melengkung khasnya ke tiang jauh. 2-1, Barcelona kembali memimpin.

Madrid berusaha merespons. Xabi Alonso memasukkan Arda Guler untuk menambah kreativitas di lini tengah, tetapi justru Barcelona yang menutup laga. Menit ke-74, Raphinha menyambut umpan silang Alejandro Balde dengan sundulan keras yang merobek jala Courtois. 3-1, dan tribun Jeddah yang dipadati lebih dari 60.000 penonton bergemuruh.

Di sisa waktu, Madrid sempat mengklaim penalti setelah Mbappe jatuh di kotak terlarang, tetapi tinjauan VAR menyatakan tidak ada pelanggaran. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Barcelona memastikan diri keluar sebagai juara.

De Jong Jadi Jangkar, Statistik Berpihak ke Barcelona

Frenkie de Jong tampil sebagai motor lini tengah Barcelona sepanjang 90 menit. Gelandang asal Belanda itu mencatatkan 92 persen akurasi umpan, memenangkan 7 duel, dan tiga kali merebut bola dari kaki pemain Madrid — termasuk duel krusial melawan Gonzalo Garcia di babak kedua yang mematahkan serangan balik berbahaya lawan.

Secara keseluruhan, Barcelona mendominasi penguasaan bola 58 persen dan melepaskan 15 tembakan dengan 7 shots on target. Madrid hanya mencatatkan 9 tembakan dengan 3 yang mengarah ke gawang. Kiper Wojciech Szczesny juga layak mendapat pujian berkat dua penyelamatan penting di babak kedua yang menjaga keunggulan timnya.

Kami bermain dengan identitas kami: berani menekan, sabar menguasai bola, dan klinis di depan gawang. Trofi ini untuk para fans yang jauh-jauh datang ke Jeddah, ujar Hansi Flick seusai laga.

Dari kubu Madrid, Xabi Alonso mengakui timnya kalah dalam hal efisiensi. Kami punya momen, tetapi tidak cukup tajam. Barcelona menghukum setiap kesalahan kami, dan itulah perbedaannya di partai final, tuturnya.

Trofi Pembuka Musim untuk Blaugrana

Gelar ini menjadi Supercopa de España ke-16 bagi Barcelona, mempertegas status mereka sebagai kolektor trofi terbanyak di kompetisi ini. Bagi Madrid, kekalahan ini memperpanjang tren minor mereka ketika menghadapi sang rival abadi di partai puncak.

Dengan kemenangan ini, Barcelona membawa pulang momentum besar ke La Liga, sementara Madrid harus segera berbenah sebelum jadwal padat menanti. El Clasico berikutnya sudah dinanti — dan rivalitas ini jelas belum selesai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User