Barcelona Lolos ke Final Copa del Rey Usai Singkirkan Atletico Madrid

Skor akhir 3-1 untuk Barcelona! Camp Nou bergemuruh pada Rabu (4/3/2026) dini hari WIB ketika Blaugrana menyingkirkan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey. Kemenangan meyakinkan ini m...

Aug 08, 2026 - 10:32
0 0
Barcelona Lolos ke Final Copa del Rey Usai Singkirkan Atletico Madrid

Skor akhir 3-1 untuk Barcelona! Camp Nou bergemuruh pada Rabu (4/3/2026) dini hari WIB ketika Blaugrana menyingkirkan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey. Kemenangan meyakinkan ini mengantar anak asuh Hansi Flick ke final dengan keunggulan agregat 4-2, berkat gol-gol Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Raphinha yang hanya mampu dibalas satu kali oleh Antoine Griezmann.

Angka statistik menunjukkan dominasi total tuan rumah. Barcelona mencatat penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen, melepaskan 18 tembakan dengan 8 shots on target, sementara Atletico hanya membukukan 3 shots on target dari 7 percobaan. Akurasi umpan pasukan Catalan menyentuh 89 persen lewat 612 operan sukses, nyaris dua kali lipat milik tim tamu.

Babak Pertama: Lewandowski Membuka, Griezmann Menjawab

Menit ke-23, Camp Nou meledak. Robert Lewandowski menerima umpan terobosan Pedri, mengontrol bola dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tendangan keras mendatar ke sudut kanan bawah gawang Jan Oblak. Itu merupakan gol ke-24 striker asal Polandia tersebut musim ini, sekaligus assist ketujuh Pedri di semua kompetisi.

Atletico merespons lewat jalur dramatis. Menit ke-40, wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi pelanggaran Ronald Araujo terhadap Julian Alvarez di kotak penalti. Antoine Griezmann mengeksekusi dengan dingin untuk menyamakan skor 1-1. Babak pertama yang panas juga menghasilkan kartu kuning untuk Araujo dan Koke setelah duel fisik di lini tengah.

Babak Kedua: Yamal dan Raphinha Mengunci Tiket Final

Menit ke-57, Lamine Yamal menampilkan magisnya. Winger 18 tahun itu memotong dari sisi kanan, mengecoh dua bek Atletico, kemudian melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang menghujam tiang jauh. Skor 2-1, agregat 3-2, dan seisi stadion kembali berdiri.

Diego Simeone bereaksi dengan memasukkan Alexander Sorloth dan mengubah formasi menjadi 3-4-3 demi menambah daya gedor. Namun keputusan itu justru membuka ruang bagi serangan balik Barcelona. Menit ke-81, Raphinha menyempurnakan skema counter-attack kilat yang dibangun Frenkie de Jong dan Yamal. Gol sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, tetapi tayangan ulang membuktikan posisi pemain Brasil itu onside. Skor 3-1, agregat 4-2, laga praktis berakhir.

Sisa waktu diwarnai frustrasi tim tamu. Marcos Llorente dan Jose Gimenez diganjar kartu kuning karena pelanggaran taktis, melengkapi total enam kartu kuning yang dikeluarkan wasit sepanjang pertandingan. Tidak ada kartu merah, tetapi Atletico kehilangan ketenangan justru saat paling membutuhkannya.

Analisis Taktik: Formasi 4-2-3-1 Flick Berjalan Sempurna

Hansi Flick menurunkan starting XI terbaiknya dalam formasi 4-2-3-1: Marc-Andre ter Stegen di bawah mistar; Jules Kounde, Pau Cubarsi, Ronald Araujo, dan Alejandro Balde di lini belakang; Frenkie de Jong serta Pedri sebagai double pivot; dengan Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Raphinha menopang Robert Lewandowski di ujung tombak.

Instruksi pressing tinggi Flick terlihat jelas dari data: Barcelona memenangkan 62 persen duel dan melakukan 14 kali perebutan bola di sepertiga akhir lapangan. Skema 5-3-2 Atletico yang biasanya solid dibuat tidak berkutik oleh pergerakan tanpa bola Yamal dan Raphinha yang terus menekan kedua wing-back lawan. Meski gagal mencatat clean sheet, Ter Stegen tetap membuat dua penyelamatan krusial di babak pertama.

Menuju Final: Flick Puji Mentalitas Timnya

Selepas peluit panjang, Flick memuji respons para pemainnya. "Kami tahu Atletico akan menekan sejak menit pertama, tetapi tim ini menunjukkan kedewasaan luar biasa. Kami bertahan dengan baik, menyerang dengan cerdas, dan sekarang kami berada di final," ujar pelatih asal Jerman itu dalam konferensi pers.

Barcelona kini menunggu pemenang semifinal lainnya untuk mengetahui lawan mereka di partai puncak. Dengan tren lima kemenangan beruntun di semua kompetisi dan 14 gol yang dicetak dalam periode tersebut, Blaugrana melangkah ke final dengan status favorit. Trofi pertama era Hansi Flick kini hanya berjarak 90 menit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User