Barcelona Bangkit dari Ketertinggalan, Taklukkan Levante 3-2 di Valencia

Skor akhir: Levante 2-3 Barcelona. Estadio Ciudad de Valencia menjadi saksi salah satu comeback paling dramatis di pekan-pekan awal La Liga 2025/26, Sabtu (23/8/2025). Tertinggal dua gol di babak pert...

Aug 07, 2026 - 07:26
0 0
Barcelona Bangkit dari Ketertinggalan, Taklukkan Levante 3-2 di Valencia

Skor akhir: Levante 2-3 Barcelona. Estadio Ciudad de Valencia menjadi saksi salah satu comeback paling dramatis di pekan-pekan awal La Liga 2025/26, Sabtu (23/8/2025). Tertinggal dua gol di babak pertama, pasukan Hansi Flick bangkit setelah jeda dan mencetak tiga gol beruntun untuk membawa pulang tiga poin krusial dari kandang tim promosi.

Data pertandingan mencerminkan dominasi total Blaugrana: penguasaan bola 76 persen berbanding 24 persen, dengan shots on target 10 berbanding 3. Namun sepak bola bukan sekadar angka di atas kertas — Levante membuktikan efisiensi mematikan sepanjang 45 menit pertama sebelum akhirnya runtuh di paruh kedua.

Babak Pertama: Kejutan Ganda dari Tuan Rumah

Barcelona membuka laga dengan formasi 4-2-3-1 khas Flick, langsung menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Namun justru Levante yang membuka skor lebih dulu. Menit ke-15, Ivan Romero memanfaatkan celah serangan balik cepat, menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu diantisipasi kiper. Skor 1-0 untuk tuan rumah, dan stadion bergemuruh.

Petaka berikutnya datang jelang turun minum. Menit ke-45+2, wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi adanya handball di kotak penalti Barcelona. Jose Luis Morales maju sebagai algojo dan dengan dingin mengeksekusi penalti. 2-0 — skor yang membuat seisi tribun meledak dan membuat Flick tercenung di tepi lapangan sembari memanggil para pemainnya untuk memberikan instruksi darurat.

Interval: Intervensi Taktik Hansi Flick di Ruang Ganti

Di sinilah peran sang pelatih asal Jerman benar-benar terlihat. Flick, yang sepanjang babak pertama tampak gelisah dan terus berbicara kepada pemainnya dari technical area, melakukan penyesuaian taktik signifikan saat jeda. Ia meminta timnya meningkatkan tempo transisi, memperlebar area serangan melalui kedua sayap, dan menekan lini belakang Levante lebih tinggi lagi.

Hasilnya langsung terasa begitu babak kedua dimulai. Menit ke-49, Pedri melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut gawang — gol spektakuler yang memangkas defisit menjadi 2-1 sekaligus mengubah seluruh momentum pertandingan.

Hanya berselang tiga menit, menit ke-52, Ferran Torres menyamakan kedudukan. Penyerang asal Spanyol itu menyambut umpan matang di dalam kotak dengan penyelesaian first-time yang presisi. Skor 2-2, dan Levante mulai kehilangan kendali permainan sepenuhnya.

Menit-Menit Akhir: Drama Gol Penentu di Masa Injuri

Barcelona terus mengepung tanpa henti. Lamine Yamal menjadi momok menakutkan di sisi kanan dengan dribel dan akselerasinya, sementara Raphinha mengobrak-abrik pertahanan lawan dari koridor kiri. Levante bertahan mati-matian, menumpuk pemain di kotak penalti, dan tampak akan mengamankan satu poin heroik di hadapan pendukungnya sendiri.

Namun menit ke-90+1, momen penentu akhirnya tiba. Lamine Yamal melepaskan umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan, dan bek Levante Unai Elizondo — dalam upaya menghalau bola — justru mengarahkannya ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri yang menyempurnakan comeback: 2-3 untuk Barcelona. Bench tim tamu meledak, Flick mengepalkan tangan, dan laga ditutup dengan skor tersebut.

Suara dari Tepi Lapangan dan Catatan Statistik

"Kami tidak panik saat tertinggal. Di ruang ganti saya katakan kepada para pemain untuk tetap percaya pada rencana permainan. Karakter tim ini luar biasa, dan tiga poin ini adalah bukti mentalitas kami," ujar Flick seusai laga.

Statistik akhir mencatat total 26 tembakan dilepaskan tim tamu berbanding 7 milik Levante, ditambah 8 sepak pojok berbanding 2. Pedri layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga berkat satu gol, kontrol penuh di lini tengah, dan akurasi umpan yang menjadi fondasi serangan Barcelona sepanjang babak kedua.

Bagi Flick, ini bukan sekadar tiga poin — ini pernyataan tegas. Timnya menunjukkan bahwa mereka sanggup menang dengan cara paling sulit: bangkit dari ketertinggalan dua gol di kandang lawan. La Liga baru saja bergulir, tetapi Barcelona sudah mengirim pesan jelas kepada seluruh pesaingnya bahwa mentalitas juara telah tertanam dalam starting XI musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User