Bank Italia: Stablecoin Tidak Selalu Lebih Murah untuk Kirim Uang

Penelitian terbaru dari Bank Sentral Italia (Banca d'Italia) menumbangkan asumsi yang selama ini dipercaya banyak orang di industri kripto. Studi yang dilakukan oleh peneliti bank sentral tersebut menemukan bahwa stablecoin, meskipun sering dipromosi

Aug 01, 2026 - 17:10
0 0
Bank Italia: Stablecoin Tidak Selalu Lebih Murah untuk Kirim Uang

Penelitian terbaru dari Bank Sentral Italia (Banca d'Italia) menumbangkan asumsi yang selama ini dipercaya banyak orang di industri kripto. Studi yang dilakukan oleh peneliti bank sentral tersebut menemukan bahwa stablecoin, meskipun sering dipromosikan sebagai solusi murah untuk pengiriman uang lintas batas (remittance), tidak selalu menawarkan keunggulan biaya yang konsisten dibandingkan metode konvensional.

Temuan Utama Penelitian

Dalam penelitiannya, Bank Italia menganalisis secara mendalam mekanisme biaya yang terlibat dalam transfers stablecoin untuk keperluan remittance. Hasilnya cukup mengejutkan: biaya konversi dari mata uang tradisional (fiat) ke stablecoin dan sebaliknya, serta infrastruktur pembayaran yang digunakan, ternyata menjadi faktor utama yang menentukan biaya keseluruhan, bukan biaya transaksi blockchain seperti yang selama ini dianggap.

Peneliti menemukan bahwa ketika biaya konversi fiat diperhitungkan secara menyeluruh, keunggulan biaya yang selama ini diklaim oleh stablecoin menjadi tidak terlalu signifikan. Hal ini terjadi karena proses konversi mata uang memerlukan infrastruktur tradisional yang memiliki biaya operasional sendiri, termasuk biaya jaringan bank dan platform exchange.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Transaksi

Stablecoin sendiri adalah jenis mata uang kripto yang nilainya dikaitkan dengan aset yang lebih stabil, biasanya dolar Amerika Serikat atau mata uang fiat utama lainnya. Tujuannya adalah mengurangi volatilitas yang sering terjadi pada kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Namun, penelitian Bank Italia menunjukkan bahwa kehadiran stablecoin tidak serta-merta menghilangkan ketergantungan pada infrastruktur keuangan tradisional.

Dalam praktiknya, pengiriman uang menggunakan stablecoin tetap memerlukan proses konversi di kedua ujung transaksi. Pengirim harus mengubah mata uang lokal mereka menjadi stablecoin, kemudian penerima harus mengonversi stablecoin tersebut kembali ke mata uang lokal mereka. Setiap proses konversi ini menimbulkan biaya tambahan yang sering terabaikan dalam perhitungan awal.

Implikasi untuk Pasar Kripto

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi ekosistem kripto global, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang membangun layanan remittance berbasis stablecoin. Selama ini, banyak proyek kripto yang mempromosikan biaya transaksi blockchain yang jauh lebih rendah dibandingkan transfer bank tradisional. Namun, penelitian Bank Italia mengingatkan bahwa analisis biaya harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya fokus pada biaya jaringan blockchain saja.

Bagi investor dan pengguna kripto, studi ini menjadi pengingat penting bahwa klaim keunggulan teknologi blockchain tidak selalu mencerminkan kenyataan di lapangan. Infrastruktur pendukung seperti exchange, platform konversi, dan sistem pembayaran tradisional masih memainkan peran krusial dalam menentukan biaya akhir yang harus ditanggung pengguna.

Perspektif dan Analisis

Meskipun temuan ini mungkin terdengar mengecewakan bagi sebagian pihak di industri kripto, para ahli berpendapat bahwa penelitian semacam ini justru membantu memperbaiki pemahaman pasar. Dengan memahami faktor-faktor yang sebenarnya mempengaruhi biaya, industri dapat bekerja lebih efektif untuk meningkatkan efisiensi.

Beberapa analis menunjukkan bahwa meskipun biaya tidak selalu lebih murah, stablecoin tetap menawarkan keunggulan lain seperti kecepatan settlement dan aksesibilitas 24/7 tanpa batas geografis. Namun, untuk membuktikan nilai nyata stablecoin dalam sektor remittance, industri perlu menemukan cara untuk mengurangi atau mengeliminasi biaya konversi fiat yang saat ini menjadi hambatan utama.

Penelitian Bank Italia ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang tepat untuk industri stablecoin. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme biaya sebenarnya, regulator dapat membuat kebijakan yang lebih efektif dalam mengawasi dan mengatur penggunaan stablecoin untuk transfers lintas batas.

Penutup

Secara keseluruhan, studi dari Bank Sentral Italia ini memberikan perspektif penting yang perlu dipertimbangkan oleh semua pemangku kepentingan di industri kripto. Meskipun teknologi blockchain dan stablecoin memiliki potensi besar, klaim tentang keunggulan biaya harus didukung oleh analisis menyeluruh yang mencakup seluruh rantai nilai transaksi.

Bagi masyarakat umum yang tertarik dengan transfers uang lintas batas, penting untuk memahami bahwa pilihan antara stablecoin dan metode tradisional bergantung pada berbagai faktor, bukan hanya biaya semata. Konsultasikan dengan penyedia layanan keuangan terpercaya sebelum membuat keputusan.

Sumber: CoinTelegraph, Bank Sentral Italia (Banca d'Italia)

Sumber: CoinTelegraph

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User