Babat Norwegia, Inggris Lengkapi Daftar Semifinalis Piala Dunia 2026
Pesta gol dan tembok kokoh pertahanan menjadi sajian utama saat Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Hard Rock, Miami G...
Pesta gol dan tembok kokoh pertahanan menjadi sajian utama saat Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, armada The Three Lions menutup laga perempat final dengan skor meyakinkan 2-0 atas Norwegia. Kemenangan ini sekaligus melengkapi susunan empat besar negara terkuat yang akan bertarung memperebutkan tiket partai puncak.
Babak Pertama: Gol Spektakuler Bellingham dan Dominasi Lini Tengah
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tensi tinggi langsung terasa. Inggris yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 langsung mengambil inisiatif serangan. Duet Declan Rice dan Jude Bellingham di lini tengah berhasil memutus aliran bola ke bintang Norwegia, Martin Odegaard. Strategi pelatih Gareth Southgate untuk menekan sejak menit awal terbukti ampuh. Memasuki menit ke-23, Bukayo Saka yang menusuk dari sisi kanan pertahanan Norwegia mengirimkan umpan tarik datar yang sulit dijangkau penjaga gawang. Bola sempat terdefleksi bek Leo Ostigard sebelum akhirnya disambar tendangan first-time melengkung oleh Jude Bellingham. Gol! Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Inggris. Gol tersebut seolah menjadi bahan bakar semangat bagi Harry Kane dan kawan-kawan. Statistik mencatat, sepanjang 45 menit pertama, Inggris memegang penguasaan bola hingga 61 persen. Akurasi operan mereka menyentuh angka fantastis 89 persen, menyisakan sedikit celah bagi Norwegia untuk keluar dari tekanan. Tercatat tiga tembakan tepat sasaran dari Inggris, sementara Norwegia sama sekali tidak mencatatkan shots on target di babak pertama.
Babak Kedua: Tembok Kokoh Pickford Gagalkan Kebangkitan Norwegia
Memasuki babak kedua, Norwegia mencoba bangkit dengan mengubah formasi menjadi 4-4-2. Erling Haaland yang pada babak pertama terisolasi, mulai mendapatkan suplai bola dari sisi sayap. Ancaman nyata datang di menit ke-67. Berawal dari umpan silang akurat Julian Ryerson, Haaland memenangi duel udara melawan John Stones dan melepaskan sundulan keras mengarah ke pojok kanan gawang. Namun, kiper Jordan Pickford dengan gemilang menepis bola keluar, menjaga cleansheet tetap aman. Momen ini menjadi titik balik psikologis sekaligus pematah semangat tim asuhan Stale Solbakken. Meski penguasaan bola Norwegia sedikit membaik menjadi 47 persen, rapatnya koordinasi lini belakang Inggris yang dikawal Stones dan Levi Colwill sukses meredam agresivitas Haaland. Hingga menit ke-80, Norwegia hanya mampu melepaskan total empat tendangan tanpa ada yang benar-benar mengancam. Kartu kuning yang diterima Ryerson di menit ke-81 akibat tekel keras kepada Phil Foden menjadi gambaran frustasi para pemain Nordik. Puncaknya, di menit ke-88, sebuah serangan balik cepat mematikan terjadi. Foden menusuk dari kiri, lalu mengirim umpan terobosan kepada Declan Rice. Dengan tenang, Rice mengirimkan assist matang ke mulut gawang yang disambut sontekan Bukayo Saka. Skor akhir 2-0 untuk Inggris pun menjadi penutup sempurna.
Statistik Kunci Laga: Clinical Finishing dan Kedisiplinan Tinggi
Laga ini menjadi bukti betapa efisiennya Inggris dalam meraih kemenangan. Berdasarkan data pertandingan, The Three Lions melepaskan total 14 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Norwegia hanya mencatatkan 6 tembakan dengan 1 shots on target. Keunggulan taktik terlihat dari kontribusi lini tengah, di mana total tekel sukses Inggris mencapai angka 18 berbanding 9 milik Norwegia. Jordan Pickford pun berhak atas kemenangan clean sheet perdananya di fase gugur Piala Dunia kali ini. Penggunaan VAR di menit ke-35 untuk memeriksa potensi handball di kotak terlarang Norwegia juga menambah dramatisasi pertandingan, meski wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Daftar Tiga Negara Lain yang Lolos ke Semifinal
Dengan hasil ini, Inggris bergabung bersama tiga negara kuat lainnya yang telah lebih dulu memastikan tempat di babak empat besar. Berikut adalah daftar ketiga tim negaranya:
1. Argentina
Juara bertahan memastikan langkahnya setelah menaklukkan Belanda dengan skor sengit 2-1. Gol kemenangan dramatis dicetak oleh Lautaro Martinez di menit ke-85 melalui skema serangan balik cepat. Meski sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Cody Gakpo, mental juara La Albiceleste terbukti masih sangat kokoh. Penguasaan bola Argentina dalam laga itu mencapai 56 persen dengan 10 shots on target yang merepotkan pertahanan Oranye.
2. Prancis
Les Bleus kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu favorit juara. Mereka menyingkirkan Brasil dengan skor tipis 1-0 berkat gol penalti Kylian Mbappe di menit ke-40. Penalti diberikan setelah Vinicius Junior melakukan handball di kotak terlarang. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan total 26 tembakan dari kedua tim. Disiplinnya lini belakang Prancis yang digalang William Saliba sukses mematikan trio penyerang Brasil.
3. Spanyol
Tim Matador lolos lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 melawan Portugal selama 120 menit. Sempat tertinggal dua gol, Spanyol bangkit lewat aksi brilian Alvaro Morata dan sundulan telak Aymeric Laporte di masa injury time. Keunggulan dalam penguasaan bola absolut sebesar 71 persen serta total 28 tendangan ke gawang tak cukup bagi Portugal. Di babak tos-tosan, kegagalan eksekusi Bruno Fernandes menjadi petaka, sementara kiper Unai Simon gemilang menepis tendangan Cristiano Ronaldo.
Kutipan Pelatih dan Jadwal Semifinal
Seusai pertandingan, Gareth Southgate membeberkan kunci sukses timnya. "Kami tahu Haaland adalah predator di kotak terlarang. Kuncinya adalah memutus komunikasi dia dengan Odegaard dan para winger. Saya sangat puas dengan determinasi dan disiplin para pemain malam ini," ungkapnya dalam konferensi pers. Dengan lengkapnya daftar semifinalis, Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel-duel epik. Inggris dijadwalkan menghadapi Spanyol di laga hidup mati, sementara Argentina akan bentrok melawan Prancis dalam ulangan final edisi sebelumnya. Pertarungan menuju takhta tertinggi sepak bola dunia kini semakin mendebarkan.
Baca juga:
Comments (0)