Swiss 10 Orang Tahan Argentina 1-1, Laga Berlanjut ke Tambahan

Kansas City, 12 Juli 2026 – Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City berakhir dengan skor 1-1 selama 90 menit waktu normal. Meski bermain dengan 10 pema...

Swiss 10 Orang Tahan Argentina 1-1, Laga Berlanjut ke Tambahan

Kansas City, 12 Juli 2026 – Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City berakhir dengan skor 1-1 selama 90 menit waktu normal. Meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37, Swiss sukses memaksa tim unggulan Argentina melanjutkan pertandingan ke babak tambahan waktu. Pertarungan sengit ini mempertontonkan ketangguhan mental pasukan Murat Yakin yang tampil tanpa rasa gentar menghadapi dominasi penguasaan bola.

Babak Pertama: Dominasi Argentina dan Kartu Merah yang Mengubah Jalan Laga

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina langsung menggebrak. Mengusung formasi 4-3-3 dengan trio Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Alejandro Garnacho di lini depan, La Albiceleste tanpa henti membombardir pertahanan Swiss. Data statistik mencatat penguasaan bola Argentina mencapai 68% di babak pertama, dengan total 9 tembakan—5 di antaranya tepat sasaran.

Namun, keajaiban terjadi di menit ke-37. Bek tengah Swiss, Nico Elvedi, menerima kartu merah langsung setelah wasit meninjau VAR atas pelanggaran keras terhadap Messi yang sedang berusaha melepaskan diri di kotak penalti. Awalnya hanya kartu kuning, tetapi tayangan ulang menunjukkan Elvedi menginjak bagian achilles kapten Argentina itu. Sejak saat itu, Swiss harus bermain dengan 10 orang dan terpaksa mengorbankan gelandang serang untuk memasukkan bek tambahan.

Meski unggul jumlah pemain, Argentina justru kesulitan menembus blok rendah Swiss. Kiper Gregor Kobel tampil gemilang dengan dua penyelamatan spektakuler dari tendangan Alvarez dan sundulan Cristian Romero. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Gol Dramatis dan Balasan Kilat di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Paulo Dybala untuk menambah kreativitas. Hasilnya, pada menit ke-64, sebuah umpan tarik dari Nahuel Molina berhasil disambar Messi di kotak enam yard setelah bola sedikit membentur bek Swiss. Gol tersebut memecah kebuntuan, 1-0 untuk Argentina, dan stadion bergemuruh.

Akan tetapi, Swiss tidak menyerah. Alih-alih bertahan total, mereka justru berani keluar menyerang pada momen-momen krusial. Hanya berselang delapan menit, tepatnya menit ke-72, sebuah serangan balik cepat yang dibangun dari sektor kiri langsung menyayat pertahanan Argentina. Ruben Vargas melepaskan umpan terobosan kepada Noah Okafor yang menusuk di antara dua bek tengah. Dengan satu sentuhan, Okafor melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Skor 1-1, Swiss menyamakan kedudukan melalui skema sederhana namun mematikan.

Tensi pertandingan semakin memanas. Argentina kembali menekan, menciptakan dua peluang emas lewat Dybala dan tendangan bebas Messi, tetapi Kobel lagi-lagi menjadi tembok kokoh. Di sisi lain, Swiss nyaris mencuri kemenangan pada menit ke-87 melalui sundulan Breel Embolo yang masih membentur mistar gawang. Hingga peluit akhir babak kedua berbunyi, skor imbang 1-1 memaksa laga berlanjut ke tambahan waktu 2x15 menit.

Menuju Tambahan Waktu: Statistik dan Momentum

Secara keseluruhan, Argentina mendominasi dengan penguasaan bola 64% dan total 19 tembakan (9 tepat sasaran), sementara Swiss hanya mencatatkan 5 tembakan dengan 3 on target. Namun, efektivitas serangan balik Swiss terbukti mematikan. Meski kehilangan satu pemain selama lebih dari 50 menit, tim asuhan Murat Yakin menunjukkan disiplin taktik yang luar biasa dengan formasi 5-3-1 yang fleksibel bertransisi menjadi 3-4-2 saat menyerang.

“Kami tahu Argentina adalah tim superior, tapi dalam sepak bola, karakter dan keberanian bisa mengimbangi segalanya. Para pemain menunjukkan hati yang luar biasa malam ini,” ujar Yakin dalam wawancara singkat sebelum tambahan waktu.

Statistik kartu menunjukkan laga berjalan keras: total 6 kartu kuning untuk Argentina dan 3 untuk Swiss (termasuk satu merah). Keletihan fisik menjadi faktor krusial saat memasuki tambahan waktu, terutama bagi Swiss yang harus berlari lebih banyak untuk menutup ruang. Mampukah Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, atau justru Swiss yang akan menciptakan kejutan lewat adu penalti? Jawabannya akan terungkap dalam 30 menit tambahan yang sarat gengsi dan ketegangan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User