Oct 22, 2026
Olahraga

Argentina Tekuk Inggris 2-1, Messi dan Enzo Melaju ke Final

Atlanta — Peluit panjang berbunyi di Atlanta Stadium, dan skor akhir 2-1 tercatat untuk Argentina atas Inggris pada laga semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini m...

Argentina Tekuk Inggris 2-1, Messi dan Enzo Melaju ke Final

Atlanta — Peluit panjang berbunyi di Atlanta Stadium, dan skor akhir 2-1 tercatat untuk Argentina atas Inggris pada laga semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantar Albiceleste ke partai puncak, sementara The Three Lions harus mengubur mimpi setelah 90 menit plus tambahan waktu yang berjalan intens.

Begitu wasit meniup peluit akhir, kapten Lionel Messi dan gelandang Enzo Fernandez berjalan berdampingan menghampiri tribun suporter. Keduanya memberikan aplaus, membalas dukungan yang tidak henti sepanjang laga. Momen itu menjadi penutup malam dramatis di Georgia, di mana Argentina tampil efisien meski tidak selalu mendominasi penguasaan bola.

Jalannya Pertandingan: Tekanan Inggris, Efisiensi Argentina

Sejak menit awal, Inggris mengambil inisiatif. Formasi 4-2-3-1 yang diusung pelatih mereka menempatkan dua gelandang bertahan untuk mengunci ruang di tengah, sementara full-back kanan mereka aktif naik membantu serangan. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 58 persen untuk Inggris berbanding 42 persen Argentina, dengan shots on target 4-2.

Namun, Argentina tampil sabar. Starting XI yang diturunkan mengandalkan transisi cepat dari lini tengah, dengan Enzo Fernandez sebagai penghubung antara lini belakang dan trio penyerang. Menit ke-23, Enzo melepaskan umpan terobos menyusur tanah yang memecah garis pertahanan Inggris, nyaris berbuah gol andai penyelesaian akhir lebih tenang.

Gol pembuka Argentina lahir pada menit ke-34. Berawal dari skema sepak pojok pendek, bola bergulir ke kaki Messi di tepi kotak penalti. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan melengkung ke sudut jauh, mencatatkan assist bagi rekan setimnya yang menyambar bola di tiang belakang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Drama VAR dan Respons Cepat

Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan intensitas. Menit ke-52, mereka menyamakan kedudukan lewat skema serangan balik cepat. Umpan silang rendah dari sisi kiri diselesaikan dengan sontekan first-time dari dalam kotak penalti. Skor menjadi 1-1, dan tekanan beralih ke Argentina.

Momen krusial terjadi pada menit ke-67. Inggris sempat mencetak gol kedua, tetapi wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR. Rekaman menunjukkan pemain penyerang berada dalam posisi offside sekitar 20 sentimeter saat menerima bola. Keputusan itu mengubah momentum pertandingan secara signifikan.

Argentina memanfaatkan kelengahan barisan belakang Inggris. Menit ke-74, Enzo Fernandez kembali menjadi arsitek serangan. Gelandang bernomor punggung 8 itu melepas umpan diagonal terukur ke ruang kosong di sisi kanan, yang diteruskan menjadi assist untuk gol kemenangan. Tendangan keras dari dalam kotak penalti tidak mampu dijangkau kiper Inggris. Skor 2-1 untuk Argentina, dan bertahan hingga peluit akhir.

"Kami tahu Inggris akan menguasai bola lebih banyak. Yang penting adalah bagaimana kami bertahan sebagai unit dan menyerang dengan efisien. Para pemain menjalankan rencana dengan disiplin luar biasa," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Akhir dan Catatan Taktis

Secara keseluruhan, Inggris mencatat penguasaan bola 55 persen berbanding 45 persen milik Argentina. Shots on target tercatat 6-5 untuk Inggris, tetapi Argentina lebih klinis dengan konversi dua gol dari lima peluang emas. Jumlah kartu kuning: 2 untuk Argentina, 3 untuk Inggris. Tidak ada kartu merah dalam laga ini.

Enzo Fernandez mencatatkan dua assist dalam pertandingan ini, menjadikannya pemain dengan kontribusi gol terbanyak di babak gugur. Messi, meski tidak mencetak gol, berperan besar dalam membuka ruang dan menarik perhatian bek lawan. Kombinasi keduanya menjadi kunci keberhasilan Argentina menembus pertahanan Inggris yang terkenal rapat.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya. Sementara Inggris harus menerima kenyataan pahit tersingkir di ambang pintu final, meski tampil dominan dalam penguasaan bola. Laga di Atlanta ini akan dikenang sebagai contoh klasik bagaimana efisiensi dan disiplin taktik mengalahkan dominasi statistik semata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User