Argentina Singkirkan Swiss 2-0, Drama Kartu Merah Embolo Warnai Perempat Final
Skor akhir 2-0 untuk Argentina! La Albiceleste menyingkirkan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026, tetapi kemenangan ini diwarnai drama kartu merah Breel Embolo pada menit ke-58 yang mengubah to...
Skor akhir 2-0 untuk Argentina! La Albiceleste menyingkirkan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026, tetapi kemenangan ini diwarnai drama kartu merah Breel Embolo pada menit ke-58 yang mengubah total jalannya laga. Gol Julián Álvarez menit ke-34 dan Lautaro Martínez menit ke-79 memastikan juara bertahan melaju ke semifinal, sementara Swiss pulang dengan sejuta penyesalan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Pelatih Lionel Scaloni mempertahankan starting XI terbaiknya: Emiliano Martínez di bawah mistar, Cristian Romero dan Lisandro Martínez di jantung pertahanan, serta trio Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul di lini tengah. Swiss menjawab dengan formasi 3-4-2-1 racikan Murat Yakin, mengandalkan Embolo sebagai ujung tombak tunggal dengan Granit Xhaka menjadi metronom permainan di tengah.
Babak Pertama: Argentina Dominan, Kobel Sibuk Bekerja
Angka penguasaan bola 64 berbanding 36 persen di 45 menit pertama menggambarkan siapa pemegang kendali permainan. Menit ke-12, Álvarez nyaris membuka skor lewat sundulan menyambut umpan silang Nahuel Molina, tetapi Gregor Kobel tampil sigap menghalau. Tekanan beruntun Argentina akhirnya berbuah hasil pada menit ke-34. Enzo Fernández membelah pertahanan Swiss dengan umpan terobosan presisi, Álvarez lolos dari jebakan offside, lalu melepaskan tendangan mendatar ke sudut jauh gawang. 1-0! Itu adalah gol keempat Álvarez di turnamen ini, dengan assist kedua Enzo Fernández.
Swiss bukan tanpa peluang. Menit ke-41, Dan Ndoye melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih mampu ditepis Emiliano Martínez. Statistik babak pertama mencatat shots on target 4-1 untuk keunggulan Argentina. Embolo sendiri mendapat kartu kuning di menit ke-44 karena protes keras kepada wasit — sebuah kartu yang kelak menjadi pembuka drama besar laga ini.
Drama Menit ke-58: Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Petaka bagi Swiss datang pada menit ke-58. Embolo melakukan tekel keras dengan sol sepatu terangkat ke arah pergelangan kaki Leandro Paredes di tengah lapangan. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning, tetapi VAR memanggil sang pengadil ke monitor sisi lapangan. Setelah meninjau tayangan ulang hampir dua menit, keputusan berubah drastis: kartu merah langsung untuk sang striker! Seluruh bangku cadangan Swiss meledak protes, Xhaka tampak tak percaya, sementara Embolo berjalan gontai meninggalkan lapangan dengan wajah tertunduk.
Keputusan itu memaksa Swiss bermain dengan 10 orang selama lebih dari setengah jam. Yakin merespons dengan menarik keluar Noah Okafor dan memasukkan bek tambahan untuk menambal lini belakang, mengubah skema menjadi 5-3-1 yang praktis bermain tanpa striker murni.
"Saya sudah melihat tayangan ulangnya berkali-kali. Tekel itu memang keras, tetapi menurut saya tidak layak berbuah kartu merah langsung. Keputusan VAR itu menghancurkan pertandingan kami. Para pemain sudah berjuang luar biasa dengan 10 orang melawan juara dunia," ujar Murat Yakin seusai laga.
Babak Kedua: Lautaro Mengunci, Emiliano Martínez Clean Sheet
Unggul jumlah pemain, Argentina menaikkan tempo permainan. Menit ke-71, Swiss sempat bersorak ketika sundulan Manuel Akanji dari situasi sepak pojok menggetarkan jala gawang, tetapi bendera offside lebih dulu berkibar dan VAR mengonfirmasi keputusan itu. Enam menit berselang, menit ke-79, giliran Argentina yang berpesta. Mac Allister mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri, dan Lautaro Martínez yang baru masuk di babak kedua menyambutnya dengan sundulan keras tanpa mampu diantisipasi Kobel. 2-0! Assist pertama Mac Allister di laga ini lahir di momen krusial.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina mencatatkan penguasaan bola 62 persen, shots on target 7 berbanding 2, dan total 14 tembakan berbanding 6 milik Swiss. Emiliano Martínez mengamankan clean sheet ketiganya di turnamen berkat dua penyelamatan penting, sementara Kobel justru menjadi pemain Swiss tersibuk dengan lima penyelamatan gemilang.
Statistik Akhir dan Jalan Menuju Semifinal
Argentina menutup laga dengan 527 umpan sukses (akurasi 89 persen), 8 sepak pojok, dan hanya 9 pelanggaran. Swiss mencatat 16 pelanggaran, 3 kartu kuning, dan 1 kartu merah yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka. Xhaka dkk sebenarnya tampil disiplin sebelum kartu merah itu, tetapi kualitas kedalaman skuad Argentina terbukti terlalu sulit dibendung.
"Kami menghormati Swiss, mereka tim yang sangat terorganisir. Setelah kartu merah itu, kunci kami adalah kesabaran dan pergerakan bola. Julián dan Lautaro menunjukkan naluri striker kelas dunia. Sekarang kami fokus penuh ke semifinal," kata Lionel Scaloni.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 dan menjaga asa mempertahankan gelar juara. Bagi Swiss, mimpi emas mereka kandas di delapan besar — dan nama Breel Embolo akan selalu dikaitkan dengan satu momen di menit ke-58 yang mengubah segalanya.
Comments (0)