Argentina Menang Dramatis 3-2 atas Tanjung Verde, Gol Cabral Jadi Sorotan
Skor akhir: Argentina 3-2 Tanjung Verde. Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (4/7/2026), menjadi saksi salah satu laga paling dramatis babak 32 besar Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina harus b...
Skor akhir: Argentina 3-2 Tanjung Verde. Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (4/7/2026), menjadi saksi salah satu laga paling dramatis babak 32 besar Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina harus bertarung habis-habisan selama 90 menit untuk menyingkirkan Tanjung Verde yang sempat membalikkan kedudukan lewat gol spektakuler Sidny Lopes Cabral pada menit ke-58, sebelum penalti Lionel Messi menit ke-84 memastikan La Albiceleste melaju ke babak 16 besar.
Angka statistik menunjukkan betapa ketatnya pertandingan ini. Argentina memang unggul penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen, namun Tanjung Verde sangat efisien dengan mencatatkan 4 shots on target dari 9 percobaan. Argentina sendiri melepaskan 19 tembakan dengan 8 shots on target, plus 7 tendangan sudut berbanding 3 milik wakil Afrika tersebut.
Babak Pertama: Keunggulan Cepat Argentina Dibalas Tanjung Verde
Pelatih Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-3-3 dengan Emiliano Martínez di bawah mistar, Cristian Romero dan Nicolás Otamendi di jantung pertahanan, serta trisula Messi, Julián Álvarez, dan Thiago Almada di lini depan. Sementara itu, pelatih Tanjung Verde, Bubista, memilih formasi 5-4-1 dengan blok rendah, mengandalkan kecepatan Ryan Mendes dan Bebé dalam transisi serangan balik. Sidny Lopes Cabral, gelandang bernomor punggung 13, diplot sebagai penghubung lini tengah dalam starting XI tim kepulauan itu.
Menit ke-15, Argentina membuka skor. Messi mengirim umpan terobosan membelah dua bek, dan Julián Álvarez menyambutnya dengan penyelesaian kaki kiri ke sudut bawah gawang. Kedudukan 1-0, dan seisi stadion mengira laga akan berjalan mudah bagi sang juara bertahan.
Namun Tanjung Verde menolak tunduk. Menit ke-34, Kenny Rocha Santos melepaskan umpan silang dari sisi kanan, dan Ryan Mendes menanduk bola melewati jangkauan Emiliano Martínez. Skor 1-1, dan mimpi besar tim berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu mulai menyala di Miami Gardens.
Menit ke-58: Sidny Lopes Cabral Mengguncang Miami Gardens
Inilah momen yang akan dikenang selamanya oleh sepak bola Tanjung Verde. Menit ke-58, berawal dari serangan balik cepat, Jamiro Monteiro menggiring bola melewati garis tengah sebelum mengirim assist matang kepada Sidny Lopes Cabral. Gelandang nomor 13 itu mengontrol bola sekali, lalu melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti yang menghujam pojok atas gawang. Emiliano Martínez tak berkutik. Tanjung Verde unggul 2-1.
Cabral berlari ke sudut lapangan, disambut rekan-rekan setimnya dalam selebrasi penuh emosi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tanjung Verde memimpin atas juara dunia di panggung Piala Dunia. Data mencatat gol itu lahir dari serangan balik yang hanya berlangsung 11 detik dari pertahanan ke gawang — efisiensi luar biasa dari skema transisi Bubista.
Drama VAR, Penalti Messi, dan Gol Offside di Menit Akhir
Scaloni merespons dengan memasukkan Lautaro Martínez, dan keputusan itu terbukti tepat. Menit ke-71, striker Inter Milan itu menyamakan kedudukan 2-2 memanfaatkan umpan tarik Enzo Fernández setelah pergerakan tanpa bola yang cerdik mengecoh Logan Costa.
Drama sesungguhnya tiba pada menit ke-82. VAR meninjau insiden di kotak penalti Tanjung Verde ketika umpan silang Nahuel Molina mengenai lengan Logan Costa. Setelah mengecek monitor di tepi lapangan, wasit menunjuk titik putih. Menit ke-84, Messi dengan dingin mengeksekusi penalti ke sisi kiri gawang. Argentina 3-2.
Tanjung Verde hampir memaksa perpanjangan waktu pada menit ke-90+3 ketika Bebé menceploskan bola ke gawang, namun hakim garis mengangkat bendera — offside, dan gol dianulir. Peluit panjang berbunyi tak lama kemudian. Wasit juga mengeluarkan kartu kuning untuk Logan Costa, Deroy Duarte, dan Kenny Rocha di kubu Tanjung Verde, serta Cristian Romero di pihak Argentina. Tak ada clean sheet bagi kedua kiper malam itu.
Reaksi Pelatih dan Arti Hasil Ini
Scaloni memberikan pujian tinggi kepada lawannya usai laga. "Kami tahu ini akan sulit, tetapi tidak menyangka sesulit ini. Tanjung Verde bermain dengan organisasi pertahanan dan keberanian luar biasa. Mereka pantas mendapatkan respek dari seluruh dunia," ujarnya.
Bubista, meski kecewa, menegaskan kebanggaannya. "Anak-anak menunjukkan bahwa negara kecil bisa berdiri sejajar dengan juara dunia. Gol Sidny Cabral adalah bukti kualitas kami. Kami pulang dengan kepala tegak," katanya.
Argentina kini melangkah ke babak 16 besar dengan bekal peringatan keras: tidak ada lawan mudah di Piala Dunia 2026. Bagi Tanjung Verde, kekalahan 3-2 ini justru menjadi monumen — sebuah performa heroik yang mengumumkan kedatangan mereka di peta sepak bola dunia.
Comments (0)