Argentina Comeback Gemilang, Tundukkan Inggris 2-1 di Semifinal
Atlanta menjadi saksi bisu drama luar biasa di semifinal Piala Dunia 2026. Argentina menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 lewat comeback yang bikin stadion Mercedes-Benz bergemuruh. Julian Alvarez tamp...
Atlanta menjadi saksi bisu drama luar biasa di semifinal Piala Dunia 2026. Argentina menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 lewat comeback yang bikin stadion Mercedes-Benz bergemuruh. Julian Alvarez tampil sebagai pahlawan dengan brace di menit-menit krusial, mengantar La Albiceleste ke final untuk keempat kalinya dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut.
Inggris sebenarnya memimpin lebih dulu lewat gol Harry Kane di menit ke-38. Tapi Lionel Messi dan kolega menunjukkan mental juara yang tak pernah padam. Statistik akhir mencatat Argentina mendominasi penguasaan bola 58% berbanding 42%, dengan total 19 tembakan dan 8 shots on target melawan 11 tembakan serta 6 shots on target milik Inggris.
Babak Pertama: Inggris Efisien, Argentina Bimbang
Starting XI Inggris asuhan Gareth Southgate menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Jude Bellingham sebagai playmaker di belakang Kane. Strategi ini terbukti efektif di awal laga. Menit ke-23, Phil Foden melepaskan umpan silang yang gagal diantisipasi Cristian Romero, namun bendera offside sudah lebih dahulu terangkat.
Menit ke-38, gol terjadi. Declan Rice mengirim long pass ke Bukayo Saka yang menusuk dari sayap kanan. Umpan tarik Saka menemui Kane di kotak penalti, dan striker veteran itu menceploskan bola ke gawang Emiliano Martinez dengan tendangan first-time. Clean finish, 1-0 untuk Inggris.
Argentina tampak frustrasi di 45 menit pertama. Messi dijaga ketat oleh Rice dan Henderson, hanya mampu melepaskan 2 tembakan dengan 1 shots on target. Formasi 4-3-3 racikan Scaloni belum menemukan ritme, dengan Mac Allister dan De Paul kewalahan menghadapi pressing tinggi lini tengah The Three Lions.
Babak Kedua: Scaloni Berani, Comeback Terwujud
Lionel Scaloni membuat perubahan krusial di jeda. Rodrigo De Paul ditarik keluar, digantikan Leandro Paredes untuk menambah kontrol lini tengah sekaligus memberikan kebebasan lebih bagi Messi.
Menit ke-58, gol penyeimbang lahir. Messi menerima bola dari Alexis Mac Allister di tepi kotak penalti, melakukan kombinasi satu-dua dengan Alvarez, lalu mengirim assist matang ke striker Atletico Madrid itu. Alvarez tidak membuang peluang, tendangan keras kaki kanan bersarang di pojok bawah gawang Jordan Pickford. 1-1, stadion meledak.
Energi Argentina berubah total setelah gol tersebut. Menit ke-71, Messi hampir mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas dari jarak 28 meter. Bola hanya membentur mistar gawang, membuat Pickford hanya bisa menatap sambil bernapas lega.
Menit ke-84, drama VAR terjadi. Wasit awalnya memberikan penalti untuk Inggris setelah Saka dijatuhkan Lisandro Martinez di kotak terlarang. Namun setelah review VAR selama tiga menit, keputusan dibatalkan karena Saka dinyatakan berdiri dalam posisi offside sebelum kontak terjadi. Inggris protes keras, Southgate terlihat sangat marah di tepi lapangan.
Menit-Menit Akhir: Alvarez Cetak Sejarah
Menit ke-89, gol kemenangan Argentina terjadi lewat counter-attack cepat dari lini belakang. Nahuel Molina mengirim bola ke Messi, yang kemudian melakukan drop pass brilian ke Alvarez di sisi kiri kotak penalti. Alvarez menggiring bola, mengecoh Kyle Walker dengan sentuhan pertama, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri ke pojok atas gawang. Pickford tak berkutik. 2-1 Argentina!
Wasit menambah lima menit injury time, namun Inggris gagal menciptakan peluang berarti. Kartu kuning diberikan kepada Jude Bellingham di menit ke-90+3 akibat pelanggaran keras terhadap Enzo Fernandez. Peluit akhir berbunyi, Argentina memastikan tiket ke final.
Statistik Kunci Pertandingan
Penguasaan bola: Argentina 58% berbanding 42% Inggris. Shots on target: 8-6 untuk Argentina. Total tembakan: 19 berbanding 11. Kartu kuning: Argentina 2 (Otamendi, Fernandez), Inggris 3 (Bellingham, Rice, Walker). Kartu merah: nihil. Offside: Argentina 3, Inggris 4. Corner kicks: 7-4 untuk Argentina.
Julian Alvarez terpilih sebagai Man of the Match dengan rating 9,2 dari WhoScored. Brace-nya di semifinal melanjutkan tren positif setelah hat-trick di babak perempat final kontra Portugal. Messi sendiri menyumbang satu assist dan menciptakan empat peluang, meski tidak ikut mencetak gol.
Reaksi Pelatih dan Analisis Taktis
Lionel Scaloni dalam konferensi pers pasca-pertandingan menyampaikan: "Ini bukan soal taktik, ini soal hati. Pemain saya tidak pernah menyerah, bahkan saat tertinggal 0-1. Mental juara itu nyata, dan malam ini kami buktikan."
Southgate mengakui kekecewaan mendalam: "Kami seharusnya menang. Gol Alvarez di menit akhir itu menyakitkan, tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain. Mereka sudah memberikan segalanya di lapangan."
Argentina akan menghadapi pemenang semifinal lainnya di final yang digelar di Miami pada 19 Juli 2026. Dengan performa comeback seperti ini, La Albiceleste mengirim pesan kuat ke calon lawan bahwa mereka tidak bisa diremehkan, bahkan dalam situasi apapun. Inggris pulang dengan kepala tegak, namun harus mengakui bahwa sepak bola kadang tidak adil.
Comments (0)