Gol Telat Bellingham Hentikan Argentina, Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Skor akhir 3-2 untuk Inggris. Drama lima gol tercipta di semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa dengan sejarah rivalitas panjang. Jude Bellingham menjadi pahlawan lewat gol pada men...
Skor akhir 3-2 untuk Inggris. Drama lima gol tercipta di semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa dengan sejarah rivalitas panjang. Jude Bellingham menjadi pahlawan lewat gol pada menit ke-84 yang membungkam juara bertahan dan mengirim Tiga Singa ke partai puncak.
Babak Pertama: Argentina Unggul Cepat, Inggris Balas Kilat
Pertandingan baru berjalan 8 menit, Argentina sudah membuka keunggulan. Lionel Messi, dengan visi dan ketenangan khasnya, mengirim assist terobosan yang merobek pertahanan Inggris. Lautaro Martinez lolos dari jebakan offside dan mencungkil bola melewati kiper Jordan Pickford. Skor 1-0. Stadion bergemuruh.
Namun keunggulan itu hanya bertahan 6 menit. Inggris merespons melalui skema serangan balik cepat yang menjadi senjata utama Gareth Southgate di turnamen ini. Declan Rice memenangi duel di lini tengah, bola digulirkan ke Bukayo Saka di sisi kanan. Saka menusuk ke dalam, melepas umpan tarik mendatar, dan Harry Kane—berdiri bebas di kotak penalti—menyelesaikan dengan satu sentuhan dingin. Menit ke-14, skor imbang 1-1. Shots on target Inggris di babak pertama mencapai 4, berbanding 3 milik Argentina. Penguasaan bola justru dikuasai Argentina: 58% berbanding 42%.
Babak Kedua: Inggris Tempel Ketat, Argentina Terjebak Transisi
Selepas jeda, Argentina mencoba mendikte ritme dengan formasi 4-3-3 fleksibel yang bertumpu pada pergerakan Messi sebagai false nine. Inggris tetap disiplin dengan 4-2-3-1, mengandalkan pressing terstruktur di sepertiga akhir. Menit ke-57, Inggris berbalik unggul. Sebuah sepak pojok Phil Foden disambut sundulan John Stones yang sempat membentur mistar, tetapi bola muntah disambar Declan Rice dari jarak dekat. Gol! 2-1. Protes pemain Argentina karena menduga terjadi pelanggaran terhadap Emiliano Martínez, namun wasit mengonfirmasi setelah pengecekan VAR.
Argentina tak tinggal diam. Menit ke-72, mereka menyamakan kedudukan lewat titik putih. Kyle Walker dianggap melanggar Ángel Di María di kotak terlarang. Messi, sang eksekutor, mengecoh Pickford dan mencetak gol ke-13 sepanjang karier Piala Dunianya. Skor kembali imbang 2-2. Momentum mulai bergeser. Argentina mencatat shots on target ke-6, mendominasi dengan 62% penguasaan bola hingga menit ke-80.
Momen Krusial dan Penentu: Bellingham Mencuri Panggung
Saat laga tampak akan menuju perpanjangan waktu, Inggris justru mematikan perlawanan Argentina. Menit ke-84, Rice merebut bola dari Enzo Fernández di tengah lapangan. Ia mengalirkan ke Foden yang langsung menusuk. Foden melepas assist terobosan ke kotak penalti. Jude Bellingham, yang sepanjang laga bekerja tanpa lelah sebagai gelandang box-to-box, menyambut bola dengan satu sentuhan keras mendatar yang tak mampu dijangkau Martínez. Gol penutup. 3-2. Seluruh bangku cadangan Inggris melompat.
Hingga peluit panjang, penguasaan bola akhir tercatat 61% untuk Argentina dan 39% untuk Inggris—bukti bahwa statistik dominasi tak selalu menentukan kemenangan. Shots on target total: Argentina 7, Inggris 7. Efisiensi Inggris di kotak penalti menjadi pembeda. Argentina mendapat tiga kartu kuning akibat pelanggaran taktis, sementara Inggris hanya satu.
"Kami tahu Argentina akan mendominasi bola. Rencana kami adalah menyerang ruang di balik bek sayap mereka, dan itu berjalan sempurna. Gol ketiga adalah contoh bagaimana kami bisa membunuh pertandingan dalam transisi," ujar Gareth Southgate selepas laga.
Dengan hasil ini, Inggris menjaga clean sheet? Tidak. Tapi mereka membuktikan mental juara. Argentina—yang mengincar gelar ketiga dalam empat edisi—harus puas bertarung di perebutan tempat ketiga. Sementara itu, Inggris tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Piala Dunia pertama sejak 1966.
Comments (0)