Penalti Kaki Kiri Oyarzabal Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Skor akhir 2-0 atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 memastikan Spanyol melaju ke partai puncak. Kemenangan itu hadir bukan hanya karena dua gol yang bersih, melainkan juga lewat detail langka: g...
Skor akhir 2-0 atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 memastikan Spanyol melaju ke partai puncak. Kemenangan itu hadir bukan hanya karena dua gol yang bersih, melainkan juga lewat detail langka: gol penalti kaki kiri yang sudah 32 tahun menghilang dari panggung Piala Dunia milik La Roja. Mikel Oyarzabal mencatatkan nama dalam buku sejarah lewat sepakan kiri dingin pada menit ke-67. Ia memecah kebuntuan dari titik putih, menjawab pertanyaan soal keberanian dan ketepatan yang selama ini menjadi momok tim.
Sejak menit pertama, Spanyol langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola mencapai 64 persen dan mencatat 7 tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan. Prancis yang mengandalkan serangan balik hanya mampu melepaskan tiga tembakan ke gawang. Formasi 4-3-3 racikan pelatih Luis de la Fuente menampilkan starting XI yang agresif dengan Lamine Yamal dan Nico Williams di kedua sayap. Keduanya menjadi mimpi buruk bagi fullback Prancis, meskipun gol pertama baru tiba lewat titik penalti.
Babak Pertama Tanpa Gol, Dominasi Tanpa Hasil
Tensi tinggi langsung terasa sejak peluit berbunyi. Menit ke-8, Williams menusuk dari kiri dan melepaskan tembakan rendah yang masih bisa diblok Mike Maignan. Empat menit kemudian, Yamal nyaris membuka skor setelah menerima umpan tarik Pedri, namun sepakannya membentur tiang jauh. Spanyol menekan tanpa henti, tetapi rapatnya blok rendah Prancis membuat banyak peluang terbuang percuma. Hingga turun minum, papan skor tetap 0-0 meskipun expected goals Spanyol menyentuh angka 1,2.
Prancis sesekali mencuri kesempatan lewat Kylian Mbappé. Menit ke-33, ia lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan diagonal yang ditepis Unai Simón. Satu-satunya shot on target Prancis di babak pertama itu menjadi alarm bagi lini belakang Spanyol. Namun setelah itu, mereka kembali tenggelam dalam tekanan.
Penalti Bersejarah Menit 67
Titik balik laga lahir dari situasi bola mati. Menit ke-65, sepak pojok Yamal mengarah ke tiang dekat. Dani Olmo menyambut dengan sundulan yang mengenai lengan Eduardo Camavinga. Wasit menunjuk titik putih setelah peninjauan VAR selama hampir dua menit. Oyarzabal, yang bukan algojo utama, mengambil bola. Statistik dingin menyertainya: terakhir kali eksekutor berkaki kiri Spanyol mencetak gol penalti di Piala Dunia adalah pada edisi 1994. Sejak itu, keempat penalti yang diambil di turnamen—masing-masing oleh Raúl (2002), David Villa (2010), Andrés Iniesta (2014), dan Álvaro Morata (2022)—semuanya menggunakan kaki kanan.
Menit ke-67, Oyarzabal mengambil ancang-ancang pendek. Kaki kirinya melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan bawah gawang. Maignan bergerak ke arah berlawanan. Bola bersarang mulus. Gol itu bukan hanya membawa keunggulan, tetapi juga menuntaskan penantian tiga dekade lebih. Dari data yang tercatat, ini adalah kali kelima Spanyol mendapat penalti di Piala Dunia sejak 1994, dan yang pertama berhasil dieksekusi pemain kidal. Oyarzabal yang biasanya bekerja di sisi kiri depan kini menorehkan momen yang akan terus dikenang.
"Saya melihat kiper sudah membaca arah, jadi saya memutuskan menendang ke sisi yang berlawanan," ujar Oyarzabal usai laga. "Saya tidak berpikir tentang statistik apa pun di momen itu, tapi setelah gol tercipta, emosinya luar biasa."
Gol Kedua dan Kepastian ke Final
Keunggulan membuat Spanyol semakin percaya diri. Prancis terpaksa keluar dari cangkang. Menit ke-78, Pelatih Didier Deschamps memasukkan Randal Kolo Muani untuk menambah daya gedor. Namun justru di menit ke-83, Spanyol menggandakan skor. Umpan silang Williams dari sisi kiri disambut tandukan Morata yang tak mampu diantisipasi Maignan. Gol kedua sekaligus memastikan kemenangan dan tiket ke final. Sepanjang 90 menit, Spanyol mencatat total penguasaan bola 61 persen, dengan akurasi umpan 89 persen di area lawan, menunjukkan dominasi yang nyaris sempurna.
Kartu kuning hanya muncul satu kali untuk pelanggaran Jules Koundé terhadap Williams di menit ke-54. Disiplin tinggi Spanyol membuat mereka tidak menerima satu pun kartu, menjaga semua pemain aman dari akumulasi. Clean sheet juga menjadi milik Unai Simón, yang mencatat penyelamatan krusial di awal laga. Kemenangan ini bukan hanya tentang dua gol, melainkan tentang penyelesaian misi—mengembalikan kepercayaan pada algojo kaki kiri dan membuka jalan menuju trofi yang sudah 16 tahun tak tersentuh.
Comments (0)