Aquilani Tak Buru-buru, Jay Idzes Diberi Waktu Pulih
Aquilani memilih bersabar. Pelatih Sassuolo itu menegaskan Jay Idzes tidak akan dipaksakan tampil sebelum benar-benar pulih dari cedera tumit yang ia derita di penghujung musim Serie A 2025/2026. Pern...
Aquilani memilih bersabar. Pelatih Sassuolo itu menegaskan Jay Idzes tidak akan dipaksakan tampil sebelum benar-benar pulih dari cedera tumit yang ia derita di penghujung musim Serie A 2025/2026. Pernyataan ini sekaligus menjawab rasa penasaran pendukung Neroverdi yang menanti-nanti bek timnas Indonesia itu kembali menghiasi starting XI.
Cedera datang di momen paling tidak diinginkan. Saat Sassuolo tengah berjuang mengamankan posisi klasemen di pekan-pekan akhir, Idzes harus menepi setelah merasakan nyeri menusuk di tumitnya. Ia bahkan tidak mampu menyelesaikan laga tandang pada pekan terakhir; skor akhir pertandingan itu pun menjadi catatan pahit yang ingin segera ia tinggalkan. Sejak menit ia keluar lapangan, nama Idzes perlahan menghilang dari daftar susunan pemain.
Proses Pemulihan yang Tidak Bisa Dikebut
Aquilani enggan mematok target waktu. Ia menilai cedera tumit termasuk kategori yang rawan kambuh bila penanganannya dipaksakan. "Kami tidak akan terburu-buru. Yang terpenting Jay pulih seratus persen sebelum kembali bermain," ujarnya dalam sesi wawancara terbaru. Sikap ini dinilai tepat mengingat bek berusia 26 tahun itu adalah aset jangka panjang Sassuolo, bukan sekadar solusi jangka pendek.
Staf medis menyusun program rehabilitasi bertahap: latihan beban ringan di gym, renang, hingga jogging intensitas rendah. Baru setelah melewati tahap itu, Idzes diizinkan bergabung dengan sesi latihan bersama tim secara penuh. Para penggemar yang hadir di lapangan latihan pekan ini sempat melihatnya berlatih terpisah — tanda bahwa prosesnya berjalan, meski belum tuntas.
Menariknya, keputusan ini juga menunjukkan kedewasaan manajemen klub. Di liga sekelas Serie A, godaan untuk memainkan pemain bintang sebelum fit selalu besar. Namun Sassuolo memilih jalan aman, dengan mempertimbangkan jadwal padat musim ini dan risiko cedera berulang yang bisa memaksa Idzes absen lebih lama lagi.
Mengapa Jay Idzes Begitu Dinanti
Dalam skema formasi tiga bek yang kerap dipakai Aquilani musim lalu, Idzes adalah bek tengah yang memegang peran ganda: mematahkan serangan sekaligus membangun serangan dari belakang. Duel udaranya sulit ditembus, dan distribusi panjangnya kerap menjadi "assist pertama" bagi para penyerang — sebuah kualitas langka untuk pemain berposisi bek.
Catatan statistik musim lalu memperkuat alasan mengapa ia dinanti. Penguasaan bola Sassuolo tercatat lebih stabil ketika Idzes berada di lapangan. Ia juga berkontribusi menjaga beberapa clean sheet penting, meski di sisi lain catatan kartu kuningnya cukup tebal akibat gaya main agresif yang kadang berujung pelanggaran taktis. Di lini pertahanan, kehadirannya membuat jebakan offside berjalan lebih disiplin.
Persaingan di Lini Belakang Semakin Ketat
Selama Idzes absen, sejumlah nama naik kelas dan memperlihatkan performa menjanjikan. Persaingan memperebutkan tempat di starting XI pun kian panas. Ini justru menjadi kabar baik bagi Aquilani, yang kini punya lebih banyak opsi untuk merotasi pemain di tengah padatnya kalender pertandingan.
Namun, performa pengganti belum tentu sepadan dengan yang hilang. Dalam satu laga uji coba pramusim, Sassuolo kesulitan membongkar pertahanan lawan meski unggul shots on target — penyelesaian akhir yang tumpul membuat skor akhir tetap imbang. Pada laga lain, sebuah gol dianulir setelah peninjauan VAR karena posisi offside yang sangat tipis, kartu merah yang diterima bek pengganti di menit ke-60 memaksa tim bermain dengan sepuluh orang, dan seorang penyerang lawan sempat mencetak hat-trick yang membuat lini belakang Sassuolo limbung. Momen-momen seperti inilah yang mengingatkan betapa berharganya sosok Idzes.
Menunggu Momen yang Tepat
Yang jelas, tidak ada kata memaksakan diri. Sassuolo dan timnas Indonesia sama-sama menaruh harapan besar pada Idzes, dan keduanya sepakat bahwa pemulihan penuh lebih penting daripada sekadar cepat tampil. Aquilani menegaskan tidak akan membiarkan emosi atau tekanan publik memengaruhi keputusan teknisnya.
Bagi para pendukung, kabar ini memang menuntut kesabaran. Tetapi dalam sepak bola modern, pemain yang kembali fit seratus persen jauh lebih berharga daripada pemain yang dipaksa bermain setengah sehat. Ketika Idzes akhirnya kembali, ia diharapkan tampil tanpa beban — dan Sassuolo siap menunggu selama itu.
Comments (0)