Altay Bayindir Pahlawan MU, Singkirkan Arsenal Lewat Drama Penalti
Skor akhir 5-3 untuk Manchester United atas Arsenal di putaran ketiga Piala FA, Minggu (13/1/2025) malam WIB, namun kemenangan itu baru lahir setelah drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Emir...
Skor akhir 5-3 untuk Manchester United atas Arsenal di putaran ketiga Piala FA, Minggu (13/1/2025) malam WIB, namun kemenangan itu baru lahir setelah drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Emirates. Pertandingan berakhir 1-1 pada waktu normal, dengan gol semata wayang Arsenal dicetak oleh Gabriel Magalhaes pada menit ke-63, sementara MU membalas lewat sundulan Bruno Fernandes pada menit ke-52. Namun, malam itu milik kiper cadangan MU, Altay Bayindir, yang menjadi pahlawan dengan menepis dua penalti krusial: tendangan Martin Odegaard di menit ke-70 dan eksekusi Kai Havertz pada adu penalti. Bayindir tampil luar biasa dengan catatan 5 penyelamatan sepanjang laga, termasuk dua penyelamatan dari titik putih, yang mengantarkan MU melaju ke babak keempat.
Babak Pertama: Dominasi Arsenal, Ketangguhan Bayindir
Sejak menit awal, Arsenal tampil dominan dengan formasi 4-3-3 yang menekan tinggi. Penguasaan bola mencapai 62 persen untuk tuan rumah pada 45 menit pertama, dengan total 8 tembakan dan 4 di antaranya mengarah ke gawang. MU, yang bermain dengan formasi 4-2-3-1, lebih memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Starting XI MU menurunkan Bayindir di bawah mistar, dengan lini belakang yang dijaga ketat oleh Lisandro Martinez dan Harry Maguire. Pada menit ke-23, peluang emas pertama Arsenal datang melalui tembakan jarak jauh Declan Rice, namun Bayindir bereaksi cepat dengan menepis bola ke sisi kiri gawang. Menit ke-38, giliran Bukayo Saka yang menguji refleks Bayindir lewat sepakan voli dari dalam kotak penalti, tetapi kiper asal Turki itu kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan spektakuler. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, dengan MU hanya melepaskan 3 tembakan dan 1 shots on target.
Babak Kedua: Gol Cepat MU, Balasan Arsenal, dan Drama Penalti
Memasuki babak kedua, MU tampil lebih berani. Menit ke-52, umpan terobosan brilian dari Kobbie Mainoo membelah pertahanan Arsenal, dan Bruno Fernandes yang lolos dari jebakan offside melepaskan sundulan keras ke sudut kanan gawang yang tidak mampu dijangkau David Raya. Skor berubah 1-0 untuk MU. Namun, keunggulan itu hanya bertahan 11 menit. Menit ke-63, Arsenal menyamakan kedudukan melalui sundulan Gabriel Magalhaes memanfaatkan sepak pojok dari Saka. Pertandingan semakin sengit, dan pada menit ke-70, wasit memberikan hadiah penalti kepada Arsenal setelah handball yang dilakukan oleh Noussair Mazraoui di dalam kotak terlarang. Martin Odegaard yang maju sebagai eksekutor, namun tendangannya berhasil ditebak dan ditepis oleh Bayindir. Publik Emirates terdiam, sementara para pemain MU merayakan penyelamatan kipernya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1, dan laga berlanjut ke adu penalti.
Adu Penalti: Bayindir Menjadi Legenda
Pada adu penalti, ketegangan mencapai puncaknya. Arsenal mengeksekusi lebih dulu, dengan Martinelli yang sukses mencetak gol. MU merespons melalui Bruno Fernandes yang juga menuntaskan tugasnya. Giliran kedua, Kai Havertz maju untuk Arsenal, namun tendangannya yang mengarah ke tengah gawang berhasil ditebak Bayindir. MU unggul mental setelah itu, dengan eksekusi dari Amad Diallo, Rasmus Hojlund, dan Lisandro Martinez semuanya berhasil. Sementara itu, Arsenal hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan, dengan Saka dan Rice yang sukses, namun Odegaard gagal pada kesempatan ketiga. Skor adu penalti berakhir 5-3 untuk MU, dan Bayindir langsung dikerumuni rekan-rekannya sebagai pahlawan kemenangan.
“Saya hanya fokus pada bola dan gerakan kaki penendang. Ini adalah malam yang luar biasa untuk tim dan saya pribadi. Kami percaya pada diri sendiri, dan saya senang bisa membantu tim melaju ke babak berikutnya,” ujar Bayindir usai laga, seperti dikutip dari wawancara singkat di lapangan.
Statistik lengkap pertandingan menunjukkan Arsenal unggul dalam penguasaan bola dengan 65 persen berbanding 35 persen untuk MU. Total tembakan Arsenal mencapai 18 dengan 7 shots on target, sementara MU hanya melepaskan 9 tembakan dengan 4 shots on target. Namun, efektivitas MU di lini depan dan ketangguhan Bayindir menjadi pembeda. Kartu kuning diberikan kepada Gabriel Magalhaes dan Declan Rice dari Arsenal, serta Lisandro Martinez dari MU. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, dan VAR sempat digunakan untuk memeriksa insiden handball Mazraoui yang berujung penalti. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi MU yang sedang dalam proses membangun kembali kepercayaan diri di bawah asuhan manajer baru, sementara Arsenal harus menelan pil pahit tersingkir di kandang sendiri.
Dengan hasil ini, Manchester United melaju ke babak keempat Piala FA dan akan menunggu undian berikutnya. Bagi Bayindir, penampilan gemilangnya melawan Arsenal tidak hanya mengamankan tempat di hati para penggemar, tetapi juga memberikan tekanan positif pada kiper utama MU, Andre Onana, yang sedang dalam performa kurang konsisten. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu malam terbaik Bayindir dalam seragam MU, dan menjadi bukti bahwa kedalaman skuad sangat menentukan di kompetisi knockout. Arsenal, di sisi lain, harus segera bangkit karena mereka masih bersaing di Liga Premier dan Liga Champions, namun kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka meraih trofi musim ini.
Comments (0)