Altay Bayindir Jadi Tembok Kokoh, MU Singkirkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 5-3 untuk Manchester United dalam adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Laga putaran ketiga Piala FA di Stadion Emirates, Minggu (13/1/2025) malam WIB, berubah menjadi pa...

Aug 07, 2026 - 07:57
0 0
Altay Bayindir Jadi Tembok Kokoh, MU Singkirkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 5-3 untuk Manchester United dalam adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Laga putaran ketiga Piala FA di Stadion Emirates, Minggu (13/1/2025) malam WIB, berubah menjadi panggung heroik bagi kiper asal Turki, Altay Bayindir. Dua penyelamatan penalti krusial dari Martin Odegaard dan Kai Havertz menjadi pembeda, mengantarkan Setan Merah melaju ke babak keempat.

Babak Pertama: Arsenal Dominan, MU Bertahan dengan Disiplin

Sejak menit awal, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Penguasaan bola mencapai 65% untuk tuan rumah di 45 menit pertama. Namun, Manchester United yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik cepat. Starting XI MU menurunkan Bayindir di bawah mistar, dengan lini belakang yang dikomandoi oleh Harry Maguire dan Lisandro Martinez.

Menit ke-23, peluang emas pertama datang untuk Arsenal. Bukayo Saka melepaskan tembakan dari sisi kanan, namun Bayindir dengan refleks cepat menepis bola ke tiang jauh. Tekanan terus berlanjut, dan menit ke-34, wasit menunjuk titik putih setelah bek MU, Diogo Dalot, melakukan pelanggaran di kotak penalti. Martin Odegaard yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan ke arah kiri bawah. Namun, Bayindir terbang sempurna dan menepis bola! Penyelamatan gemilang itu membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Statistik babak pertama menunjukkan Arsenal melepaskan 8 tembakan dengan 3 shots on target, sementara MU hanya 2 tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Meski demikian, ketenangan Bayindir menjadi kunci ketahanan mental tim tamu.

Babak Kedua: Gol Cepat dan Balasan MU, Kemudian Drama Penalti

Memasuki babak kedua, Arsenal semakin meningkatkan intensitas. Menit ke-52, Gabriel Jesus berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpang silang dari Oleksandr Zinchenko, Jesus menyundul bola ke pojok kanan gawang yang tidak bisa dijangkau Bayindir. Skor berubah 1-0 untuk Arsenal. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Menit ke-63, Manchester United menyamakan kedudukan. Berawal dari serangan balik kilat, Bruno Fernandes melepaskan umpang terobosan kepada Alejandro Garnacho. Pemain muda Argentina itu melewati satu bek dan melepaskan tendangan mendatar yang menaklukkan David Raya. Skor menjadi 1-1. Setelah gol tersebut, permainan berjalan lebih terbuka. MU mulai berani keluar dan menciptakan beberapa peluang. Menit ke-78, Rasmus Hojlund hampir membawa MU unggul, namun sundulannya masih melebar tipis di sisi gawang.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di 30 menit tambahan, kedua tim saling jual beli serangan, tetapi tidak ada gol tambahan. Arsenal mencatatkan total 21 tembakan dengan 7 shots on target sepanjang laga, sementara MU hanya 9 tembakan dengan 4 shots on target. Namun, ketajaman penyelesaian akhir menjadi masalah bagi tuan rumah.

Adu Penalti: Bayindir Menjadi Pahlawan Ganda

Drama puncak terjadi dalam adu penalti. MU mengeksekusi lebih dulu. Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan Casemiro berhasil mencetak gol. Sementara itu, Arsenal melalui Martin Odegaard dan Bukayo Saka juga sukses. Pada eksekutor ketiga Arsenal, Kai Havertz maju. Tendangannya ke arah tengah bisa dibaca oleh Bayindir yang sudah melayang ke sisi kanan, namun dengan cepat menepis bola dengan kakinya. Penyelamatan itu menjadi momentum. MU kemudian mencetak dua gol berikutnya melalui Lisandro Martinez dan Diogo Dalot. Arsenal hanya mampu menambah satu gol dari Gabriel Jesus. Skor adu penalti berakhir 5-3 untuk MU.

"Ini adalah penampilan kelas dunia dari Altay. Dia tidak hanya menyelamatkan penalti, tetapi juga memberi kepercayaan diri kepada seluruh tim. Kami tahu dia punya kualitas, dan malam ini dia membuktikannya di panggung terbesar," ujar pelatih MU, Ruben Amorim, dalam konferensi pers usai laga.

Altay Bayindir, yang musim ini jarang tampil sebagai starter di Liga Primer, menunjukkan bahwa ia adalah kiper berkualitas tinggi. Dengan catatan 2 penyelamatan penalti dalam satu laga, ia menjadi kiper pertama MU yang melakukannya di Piala FA sejak era Peter Schmeichel. Kartu kuning juga tercatat untuk Gabriel Magalhaes dan Casemiro di babak normal, namun tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan MU di Piala FA musim ini. Arsenal, yang menguasai penguasaan bola hingga 68% sepanjang laga, harus angkat koper lebih awal. Statistik yang adil akan mengatakan bahwa Arsenal layak menang, tetapi sepak bola adalah soal momen. Dan malam ini, momen itu milik Altay Bayindir dan Manchester United.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User