28 Bank Global Uji Coba Tokenisasi Uang Lintas Batas dalam Proyek BIS Senilai $1 Juta

Dua puluh delapan bank besar dunia, termasuk nama-nama raksasa keuangan seperti JPMorgan, Citigroup (Citi), dan UBS, telah berhasil memindahkan dana nyata secara lintas batas dalam sebuah uji coba live menggunakan teknologi blockchain. Pengujian yang

Jul 31, 2026 - 01:12
0 0
28 Bank Global Uji Coba Tokenisasi Uang Lintas Batas dalam Proyek BIS Senilai $1 Juta

Dua puluh delapan bank besar dunia, termasuk nama-nama raksasa keuangan seperti JPMorgan, Citigroup (Citi), dan UBS, telah berhasil memindahkan dana nyata secara lintas batas dalam sebuah uji coba live menggunakan teknologi blockchain. Pengujian yang dipimpin oleh Bank for International Settlements (BIS) ini menandai langkah konkret institusi keuangan tradisional dalam mengadopsi konsep tokenisasi aset untuk mempercepat dan mempermurah proses settlement pembayaran internasional yang selama ini masih bergantung pada sistem yang kompleks dan memakan waktu.

Detail Uji Coba dan Partisipan

Dilansir dari CoinDesk, proyek percontohan ini melibatkan pergerakan uang sungguhan senilai $1 juta melintasi berbagai yurisdiksi dengan memanfaatkan representasi digital dari mata uang fiat atau yang dikenal sebagai "tokenized money." Berbeda dengan mata uang kripto publik seperti Bitcoin atau Ethereum yang beroperasi secara terdesentralisasi, token dalam proyek BIS ini diterbitkan dalam lingkungan yang lebih terkontrol dan melibatkan entitas keuangan teregulasi.

Partisipasi dari 28 bank global menunjukkan minat serius dari sektor perbankan tradisional untuk mengeksplorasi potensi teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT) tanpa mengesampingkan kepatuhan regulasi. JPMorgan misalnya, telah lama mengembangkan infrastruktur blockchain internalnya seperti Onyx, sementara Citi dan UBS juga aktif dalam berbagai proyek tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Keberhasilan uji coba ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar bank besar dalam ekosistem terizin (permissioned blockchain) dapat mengurangi gesekan (friction) dalam pembayaran internasional.

Dampak terhadap Pasar Kripto dan Teknologi Tokenisasi

Bagi industri kripto, pengumuman ini memiliki dua sisi makna. Di satu sisi, adopsi teknologi blockchain oleh institusi keuangan global semakin memvalidasi konsep dasar dari aset digital dan kegunaan teknologi buku besar terdistribusi. Hal ini dapat membuka pintu bagi integrasi lebih luas antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), khususnya di sektor tokenisasi aset dunia nyata yang menjadi tren utama beberapa tahun terakhir.

Namun di sisi lain, pendekatan yang diambil BIS dan konsorsium bank ini menggunakan model terizin yang jauh berbeda dengan filosofi desentralisasi pada umumnya di ekosistem kripto publik. Tokenized money yang diuji di sini lebih mirip dengan stablecoin institusional yang sepenuhnya terjamin dan dikontrol oleh entitas perbankan, bukan stablecoin kripto seperti USDT atau USDC yang beredar di pasar retail. Perbedaan ini menegaskan bahwa regulator dan bank sentral lebih nyaman dengan infrastruktur di mana mereka memiliki tingkat kontrol dan pengawasan yang tinggi.

Analisis dan Perspektif Masa Depan

Uji coba senilai $1 juta mungkin terlihat kecil secara nominal, tetapi nilai sesungguhnya terletak pada validasi teknis dan operasional dari konsep settlement lintas batas berbasis blockchain. Sistem pembayaran internasional saat ini seringkali memerlukan perantara berjenjang (correspondent banking) yang memakan waktu berjam-jam hingga beberapa hari dengan biaya yang signifikan. Dengan tokenisasi, proses settlement dapat dipangkas menjadi hampir real-time (instan), mengurangi risiko counterparty, dan meningkatkan transparansi antar partisipan.

Dari perspektif regulasi, proyek ini juga menunjukkan arah bahwa bank sentral dan badan internasional seperti BIS lebih mendukung pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau tokenized deposits dalam kerangka yang terkontrol. Bagi investor kripto, tren ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan pasar mungkin tidak hanya datang dari aset kripto spekulatif, tetapi juga dari adopsi infrastruktur blockchain oleh institusi besar. Tokenisasi aset dunia nyata diproyeksikan akan menjadi salah satu narasi dominan yang menghubungkan ekosistem kripto dengan ekonomi riil.

Penutup

Langkah 28 bank global dalam proyek percontohan BIS ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam sistem keuangan global sudah memasuki fase implementasi nyata. Meskipun masih dalam tahap uji coba, keberhasilan transfer dana lintas batas menggunakan tokenized money membuka peluang bagi standarisasi teknologi blockchain di level institusional. Bagi pembaca dan pelaku pasar, penting untuk memahami bahwa berita ini mencerminkan tren adopsi teknologi, bukan rekomendasi investasi.

Sumber: CoinDesk

Sumber: CoinDesk

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User