10 Ribu The Blues Membiru GBK, Chelsea Tumbangkan Milan 2-1

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Chelsea atas AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu malam. Namun, angka tersebut hanya bercerita separuh dari pesta biru yang terjadi di t...

Aug 10, 2026 - 06:49
0 0
10 Ribu The Blues Membiru GBK, Chelsea Tumbangkan Milan 2-1

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Chelsea atas AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu malam. Namun, angka tersebut hanya bercerita separuh dari pesta biru yang terjadi di tribune utara dan selatan. Menit ke-23, Raheem Sterling membuka keran gol setelah menerima umpan manis dari Enzo Fernandez, menutup babak pertama dengan keunggulan bagi The Blues sebelum puluhan ribu mata menyaksikan laga pramusim bergengsi ini.

Atmosfer Membiru dan Dominasi Babak Pertama

Sebelum wasit meniup peluit panjang, SUGBK sudah lebih dulu membiru. Sebanyak 10 ribu suporter yang tergabung dalam Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) mengubah stadion kebanggaan Indonesia menjadi kandang Stamford Bridge versi tropis. Starting XI Chelsea yang diturunkan Mauricio Pochettino dengan formasi 4-2-3-1 langsung tampil agresif. Penguasaan bola The Blues mencapai 56 persen di 45 menit awal dengan lima shots on target dari total delapan percobaan.

AC Milan yang membalas dengan formasi 4-3-3 kesulitan menembus pressing tinggi Chelsea. Di menit ke-12, Sterling hampir mencetak gol pembuka usai menerobos dari sisi kiri, namun tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Mike Maignan. Tekanan terus mengalir hingga di menit ke-23, Sterling akhirnya membobol gawang Milan setelah kerja sama satu-dua dengan Fernandez. Assist gemilang gelandang Argentina itu membuat Sterling tinggal melepaskan tendangan rendah ke sudut bawah gawang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda, dengan Milan hanya mampu mencatat dua shots on target dari tiga serangan.

Perlawanan Rossoneri dan VAR Jadi Sorotan

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Pelatih Stefano Pioli melakukan rotasi dengan memasukkan Christian Pulisic dan Samuel Chukwueze untuk memperkuat lini serang. Hasilnya, di menit ke-54, Olivier Giroud menyamakan kedudukan lewat tendangan header pasca sepak pojok. Namun, kegembiraan Milan sirna hanya tiga menit kemudian ketika wasit mengganjar kartu kuning kepada Fikayo Tomori setelah pelanggaran keras di kotak penalti. VAR sempat mengintervensi, namun keputusan penalti tetap dipegang. Sayangnya, Cole Palmer gagal mengeksekusi dengan sempurna karena Maignan menebak arah tendangan dengan tepat.

Chelsea tidak butuh waktu lama untuk membalas. Di menit ke-67, Nicolas Jackson memastikan kemenangan The Blues setelah memanfaatkan umpan silang Reece James dari sayap kanan. Striker Senegal itu melepaskan voli keras yang bersarang di sisi kiri gawang, membuat skor akhir 2-1. Formasi 4-2-3-1 Chelsea benar-benar eksis di area final third, terutama lewat overlapping James dan Marc Cucurella yang terus memberi supply silang. Penguasaan bola di akhir laga menunjukkan dominasi tipis Chelsea dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Milan. The Blues juga unggul dalam shots on target dengan delapan berbanding lima.

Pesta Suporter dan Komentar Pochettino

Di luar statistik, malam itu memang milik para suporter. Dentuman suara dari 10 ribu anggota CISC yang memenuhi tribune barat dan utara menciptakan atmosfer yang sulit dilupakan. Chant "Blue is the Colour" bergema tanpa henti sejak pemain keluar dari terowongan hingga lapangan usai. Bagi banyak penggemar Indonesia, ini adalah momen langka menyaksikan skuad utama Chelsea bertanding di tanah air dengan dukungan massa yang begitu masif.

"Kami merasa seperti bermain di Stamford Bridge. Dukungan dari suporter Indonesia luar biasa, mereka memberikan energi ekstra bagi para pemain. Kemenangan ini kami persembahkan untuk 10 ribu The Blues yang membirukan GBK malam ini," ujar Mauricio Pochettino usai laga.

Dari sisi disiplin, Chelsea mengemas dua kartu kuning yang diterima Conor Gallagher dan Marc Cucurella, sementara Milan membawa pulang tiga kartu kuning plus satu kartu merah untuk Tomori di injury time usai menerima kartu kuning kedua. Clean sheet gagal diraih Robert Sanchez, namun performanya cukup solid dengan tiga penyelamatan krusial di babak kedua. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya soal 90 menit di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana 10 ribu suara di tribune mampu mengubah stadion asing menjadi rumah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User