Oct 22, 2026
Olahraga

Vinicius Jr: Gol, VAR, dan Kartu Merah di Bernabeu

Real Madrid harus puas bermain imbang 1-1 melawan Villarreal dalam lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB. Namun, sorotan utama pertandingan ini bukan pada skor akhir, melainkan p...

Vinicius Jr: Gol, VAR, dan Kartu Merah di Bernabeu

Real Madrid harus puas bermain imbang 1-1 melawan Villarreal dalam lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB. Namun, sorotan utama pertandingan ini bukan pada skor akhir, melainkan pada drama yang melibatkan Vinicius Jr. Pemain asal Brasil itu mencetak gol pembuka bagi Los Blancos, tetapi harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung dari wasit berikut campur tangan VAR.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Madrid yang Tak Berbuah Maksimal

Sejak menit awal, Real Madrid tampil mendominasi. Dengan formasi 4-3-3, pelatih Carlo Ancelotti menurunkan starting XI terbaiknya. Vinicius Jr. ditempatkan di sayap kiri, didukung oleh Jude Bellingham di lini tengah dan Rodrygo di sayap kanan. Penguasaan bola Madrid mencapai 62 persen pada babak pertama, dengan 8 shots on target dari total 14 percobaan. Villarreal yang diasuh Marcelino bermain lebih defensif dengan formasi 4-4-2, mengandalkan serangan balik cepat melalui Gerard Moreno dan Alexander Sorloth.

Menit ke-23, Bernabeu bergemuruh. Vinicius Jr. menerima umpan terobosan dari Bellingham, melewati dua pemain bertahan Villarreal, dan melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Filip Jorgensen. Gol itu merupakan gol ke-12 Vinicius di La Liga musim ini, sekaligus menegaskan ketajamannya di lini depan. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Madrid. Assist diberikan oleh Bellingham, yang mencatat assist ke-7 nya musim ini. Statistik menunjukkan Vinicius memiliki akurasi tembakan 80 persen dalam pertandingan ini, dengan 4 dribel sukses dari 6 percobaan.

Insiden Kontroversial: VAR Mengubah Segalanya

Namun, kisah manis itu berubah pahit pada menit ke-62. Vinicius terlibat duel sengit dengan bek Villarreal, Juan Foyth, di sisi kiri pertahanan. Wasit awalnya memberikan pelanggaran biasa. Namun, setelah pengecekan VAR, wasit menganggap Vinicius melakukan tindakan tidak sportif berupa mendorong lawan secara berlebihan. Kartu kuning pertama sudah dikantonginya pada menit ke-38 karena protes berlebihan. Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah langsung. Vinicius harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Keputusan ini memicu protes dari bangku cadangan Madrid, tetapi wasit tetap pada pendiriannya.

“Saya tidak bisa memahami keputusan itu. Vinicius hanya berusaha merebut bola. VAR seharusnya melihat konteksnya, bukan hanya satu sudut,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan. Sementara itu, Marcelino menyatakan, “Keputusan wasit sudah final. Kami fokus pada permainan kami sendiri.” Insiden ini menjadi kartu merah pertama Vinicius di musim ini, dan ia dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Athletic Bilbao.

Dampak Kartu Merah: Madrid Kehilangan Momentum

Kehilangan Vinicius membuat Madrid kehilangan daya gedor di sayap kiri. Villarreal memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-78, Gerard Moreno menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti setelah Antonio Rudiger dianggap melanggar Sorloth di kotak terlarang. Skor menjadi 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Statistik akhir menunjukkan Madrid unggul dalam penguasaan bola 58 persen, shots on target 6 berbanding 4, namun harus puas dengan satu poin.

Kartu merah ini juga menambah daftar panjang kontroversi Vinicius dengan wasit. Sepanjang musim ini, ia telah menerima 8 kartu kuning dan kini 1 kartu merah. Meski demikian, kontribusinya tetap signifikan: 12 gol dan 5 assist dalam 20 penampilan. Pelatih dan rekan setim membela Vinicius, tetapi kritik terhadap kedisiplinan emosionalnya mulai muncul. “Dia pemain hebat, tapi harus belajar mengendalikan diri. Kartu merah ini merugikan tim,” kata Bellingham kepada media.

Dengan hasil ini, Madrid tetap di posisi kedua klasemen dengan 48 poin, terpaut 4 poin dari pemuncak klasemen Girona. Villarreal naik ke peringkat 12 dengan 24 poin. Liga masih panjang, tetapi insiden Vinicius menjadi pengingat bahwa VAR dan disiplin pemain bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar. Madrid harus segera bangkit tanpa Vinicius, sementara fokus kini tertuju pada laga tengah pekan melawan Athletic Bilbao. Akankah Ancelotti mengubah strategi? Kita tunggu aksinya di San Mames.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User