Veda Ega Pratama Ungguli Danish di Practice Moto3 Mandalika

Veda Ega Pratama menutup sesi latihan bebas Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan catatan waktu yang lebih baik dibandingkan rekan senegaranya, Danish. Pembalap muda Indonesia itu menemp...

Oct 10, 2026 - 19:21
0 0
Veda Ega Pratama Ungguli Danish di Practice Moto3 Mandalika

Veda Ega Pratama menutup sesi latihan bebas Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan catatan waktu yang lebih baik dibandingkan rekan senegaranya, Danish. Pembalap muda Indonesia itu menempati posisi ke-12 pada sesi practice yang digelar Jumat (9/10), sementara Danish harus puas berada di belakangnya. Sirkuit Mandalika, Lombok, kembali menjadi saksi persaingan ketat para pembalap muda kelas Moto3 yang tengah memburu setelan motor ideal.

Jalannya Sesi Practice

Sejak lampu hijau menyala, para pembalap langsung tancap gas. Veda Ega Pratama yang menggeber motornya di lintasan sepanjang 4,3 kilometer itu langsung membangun ritme sejak putaran-putaran awal. Pada menit ke-15 sesi, pembalap yang mengenakan nomor punggung tersebut mencatatkan waktu yang menempatkannya di posisi 12. Catatan itu menjadi patokan penting karena Mandalika dikenal sebagai sirkuit dengan karakter tikungan cepat dan area pengereman keras, sehingga konsistensi menjadi kunci.

Di sektor ketiga, yang salah satunya berisi tikungan lebar, Veda terlihat mampu menjaga kecepatan keluar tikungan dengan baik. Timnya tampak fokus pada pengujian ban belakang dan setelan suspensi, mengingat suhu aspal Mandalika yang cukup tinggi pada sesi siang. Sementara Danish, yang juga tampil di sesi tersebut, tertinggal di belakang Veda. Selisih waktu keduanya memang tidak terlalu jauh, namun di kelas Moto3 yang kompetitif, setiap sepersekian detik sangat menentukan.

Persaingan di posisi teratas sesi practice diisi pembalap-pembalap yang konsisten mencatatkan waktu putaran terbaik di rentang akhir sesi. Strategi ban menjadi faktor penting sebab banyak pembalap memilih menyimpan ban baru untuk percobaan cepat di menit-menit terakhir. Veda sendiri memilih menyelesaikan program latihan sesuai rencana tim, meski belum sepenuhnya puas dengan hasil di klasemen sementara.

Analisis Performa Veda vs Danish

Secara statistik, posisi ke-12 membuat Veda berada di grup tengah yang masih berpeluang besar memperbaiki posisi pada sesi kualifikasi. Catatan waktu Veda menunjukkan peningkatan dibanding sesi latihan sebelumnya, terutama di sektor dua dan tiga. Konsistensi putaran demi putaran menjadi modal berharga untuk menghadapi kualifikasi yang biasanya lebih ketat.

Danish, di sisi lain, tampak kesulitan menemukan gaya berkendara yang pas dengan karakter Mandalika. Pada beberapa putaran, ia tertinggal di sektor awal akibat kesulitan mengerem tepat di titik pengereman. Meski demikian, jarak waktu keduanya tetap tipis sehingga peluang Danish untuk membalikkan keadaan pada sesi berikutnya masih terbuka lebar.

Dari sisi penguasaan posisi di lintasan, Veda tercatat beberapa kali masuk ke rombongan depan sebelum akhirnya tergeser ke posisi 12. Karakter Mandalika yang menuntut pembalap pintar mengatur ban membuat para pembalap muda harus cermat menentukan kapan menyerang dan kapan menghemat ban. Tim Veda tampaknya memilih pendekatan bertahap agar performa puncak bisa diraih di kualifikasi dan balapan.

Prospek Jelang Kualifikasi dan Balapan

Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama memiliki modal berharga untuk tampil lebih agresif. Posisi 12 pada practice bukan hasil akhir, melainkan titik awal untuk menentukan setelan terbaik pada sesi kualifikasi. Jika mampu memaksimalkan putaran cepat di akhir sesi, bukan tidak mungkin ia menembus posisi 10 besar dan mengamankan start dari baris depan.

Persaingan antar-pembalap Indonesia di Mandalika selalu menjadi sorotan. Duel Veda melawan Danish menambah warna kompetisi kelas Moto3 yang dihuni banyak talenta muda. Mandalika sendiri telah menjadi panggung yang membuktikan bahwa pembalap lokal mampu bersaing di level internasional, terlebih dengan dukungan penuh suporter yang memadati tribun sejak sesi latihan.

Menjelang balapan, faktor cuaca dan suhu aspal diprediksi tetap menjadi penentu. Hujan sore hari yang kerap turun di kawasan Mandalika bisa mengubah strategi tim secara drastis. Baik Veda maupun Danish wajib siap dengan setelan basah maupun kering agar tidak kehilangan momentum.

Jika melihat tren sesi practice, peluang Veda untuk finis lebih baik dari Danish masih terbuka, asalkan ia mampu menekan catatan waktu di sektor pengereman dan menjaga konsistensi hingga putaran terakhir. Sementara Danish perlu segera menemukan solusi atas masalah setelan motornya sebelum kualifikasi dimulai.

Dengan posisi ke-12, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa pembalap Indonesia layak diperhitungkan di pentas dunia. Kini tugasnya adalah mengubah catatan practice menjadi hasil nyata di balapan, di depan ribuan pendukung yang memadati Sirkuit Mandalika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User