Veda Ega Pratama Tunjukkan Kecepatan di Tes Pramusim Moto3 2026 Jerez

Menit ke-45 sesi terakhir tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez, nama Veda Ega Pratama kembali mencuat di papan waktu. Pembalap muda Indonesia itu menutup rangkaian uji coba dengan catatan waktu ko...

Oct 14, 2026 - 18:23
0 0
Veda Ega Pratama Tunjukkan Kecepatan di Tes Pramusim Moto3 2026 Jerez

Menit ke-45 sesi terakhir tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez, nama Veda Ega Pratama kembali mencuat di papan waktu. Pembalap muda Indonesia itu menutup rangkaian uji coba dengan catatan waktu kompetitif, menegaskan statusnya sebagai salah satu kuda hitam yang wajib diperhitungkan di musim depan.

Sepanjang tiga hari pengujian, Veda yang membela Honda Team Asia mencatatkan progres signifikan. Ia memulai hari pertama dengan waktu 1 menit 47,8 detik, lalu memangkasnya menjadi 1 menit 46,9 detik pada hari kedua, dan menutup hari ketiga dengan 1 menit 46,4 detik. Peningkatan hampir 1,4 detik dalam tiga hari menunjukkan adaptasi cepat terhadap paket motor baru dan karakter ban depan spesifikasi 2026.

Dari sisi statistik, Veda menorehkan total 118 lap sepanjang tes, tertinggi ketiga di antara seluruh pembalap Moto3 yang hadir. Ia juga mencatatkan konsistensi luar biasa dengan 14 lap berturut-turut di bawah 1 menit 47 detik pada sesi long run hari kedua, sebuah sinyal positif untuk manajemen ban di balapan nanti.

Analisis Sesi Hari Pertama: Adaptasi Formasi dan Starting XI Baru

Hari pertama menjadi momen krusial bagi Veda untuk mengenal geometri sasis baru Honda NSF250RW. Tim membawa dua spesifikasi sasis yang berbeda ke Jerez, dan Veda ditugaskan menjalankan program perbandingan. Pada sesi pagi, ia menggunakan sasis spesifikasi A dengan pengaturan suspensi belakang lebih keras. Hasilnya, ia kesulitan keluar dari tikungan ketiga dan keempat yang bertipe lambat.

Menuju sesi siang, kru Honda Team Asia mengganti ke spesifikasi B yang lebih fleksibel. Perubahan ini langsung berdampak. Waktu sektor kedua Veda membaik 0,4 detik, khususnya di tikungan keenam dan ketujuh. Pada menit ke-23 sesi kedua, Veda sempat melepaskan tendangan waktu terbaiknya hari itu, 1 menit 47,1 detik, sebelum akhirnya finis hari pertama di urutan kedelapan dari 26 pembalap.

Penguasaan atas motor baru bukan perkara mudah. Transisi dari musim sebelumnya menuntut Veda mengubah gaya pengereman. Data telemetri menunjukkan ia kini lebih agresif menekan tuas depan pada 50 meter sebelum titik puncak tikungan, strategi yang mirip dengan pembalap-pembalap Spanyol yang mendominasi kelas ini.

Hari Kedua: Long Run dan Konsistensi Race Pace

Sesi kedua menjadi pembuktian sesungguhnya. Tim memutuskan menjalankan simulasi balapan penuh 18 lap, dan Veda tampil mengesankan. Ia konsisten mencatatkan waktu 1 menit 47,0 detik hingga 1 menit 47,4 detik di 14 lap pertama sebelum ban belakang mulai kehilangan grip pada lap 15.

Yang menarik, Veda berhasil mempertahankan posisi di kelompok depan selama simulasi. Ia beberapa kali terlibat pertarungan ketat dengan pembalap Jepang dan Italia, menunjukkan keberanian dalam melakukan manuver late braking. Namun, satu kartu kuning virtual tercatat pada lap ke-12 karena ia melebar keluar lintasan di tikungan kesembilan, indikasi masih perlunya perbaikan pada titik pengereman.

Kru menyoroti konsumsi bahan bakar Veda yang 4 persen lebih efisien dibanding rata-rata pembalap lain dalam long run. Efisiensi ini menjadi modal penting mengingat regulasi Moto3 2026 yang membatasi kapasitas tangki lebih ketat.

Hari Ketiga: Kualifikasi Simulasi dan Tantangan Cuaca

Hari terakhir diwarnai kondisi trek yang berubah-ubah. Hujan sempat turun pada pagi hari, membuat sesi terakhir hanya bisa digelar pukul 14.00 waktu setempat. Veda memanfaatkan momen ini untuk menyempurnakan setelan elektronik dan strategi keluar pit.

Pada simulasi kualifikasi, ia mencatatkan waktu 1 menit 46,4 detik, terpaut 0,6 detik dari pembalap tercepat. Meski belum menembus posisi tiga besar, kecepatan puncak Veda di garis start-finish tercatat 224,8 km/jam, hanya berselisih 1,2 km/jam dari pemuncak klasemen waktu.

"Veda menunjukkan kemajuan pesat dalam memahami motor baru. Kami masih punya pekerjaan rumah pada setelan suspensi depan, tapi arah pengembangannya jelas," ujar seorang insinyur kepala tim yang enggan disebut namanya. "Jika ia bisa menjaga konsistensi seperti ini, podium bukan hal mustahil di putaran pembuka."

Dengan tes pramusim resmi berakhir, Veda Ega Pratama akan kembali ke Indonesia untuk program latihan fisik sebelum kembali ke Eropa pada Februari. Ia dijadwalkan menjalani tes privat di Sirkuit Portimao sebagai persiapan terakhir sebelum balapan pembuka Moto3 2026 di Qatar.

Jika data Jerez menjadi acuan, pembalap berusia 20 tahun ini tak lagi sekadar pelengkap. Ia adalah ancaman nyata dengan kombinasi konsistensi race pace, efisiensi bahan bakar, dan keberanian di tikungan lambat yang jarang dimiliki pembalap debutan maupun veteran di grid Moto3.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User