Veda Ega Pratama Pimpin Practice Moto3 Mandalika, Ungguli Danish
Sesi practice Moto3 Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 resmi bergulir di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (9/10). Pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama, mencatatkan waktu terbaik d...
Sesi practice Moto3 Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 resmi bergulir di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (9/10). Pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama, mencatatkan waktu terbaik di posisi ke-12, sementara rival senegaranya, Danish, harus puas berada di belakangnya. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Veda menjelang sesi kualifikasi yang akan menentukan posisi start di grid.
Jalannya Sesi Practice: Veda Ega Tampil Agresif Sejak Awal
Menit ke-5, Veda Ega langsung tancap gas dengan menorehkan laptime kompetitif. Ia memanfaatkan formasi motor yang disetel khusus untuk karakter tikungan lebar Mandalika. Penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, namun istilah yang lebih tepat adalah konsistensi pace. Veda tercatat menjaga ritme di kisaran 1 menit 38 detik sepanjang sesi, dengan shots on target berupa konsistensi melewati apex tikungan 10 dan 11 yang dikenal teknis.
Sementara itu, Danish sempat menyentuh posisi 14 di awal sesi, tetapi kesulitan menemukan grip di sektor ketiga. Data menunjukkan Veda unggul sekitar 0,3 detik atas Danish pada sector time kedua. Keunggulan ini krusial karena Mandalika punya trek lurus panjang yang membutuhkan akselerasi keluar tikungan.
Memasuki menit ke-23, Veda melepaskan putaran cepat yang membuatnya naik ke posisi 12. Tidak ada kartu kuning maupun merah di sesi ini, namun beberapa pembalap sempat terkena track limits warning. VAR tidak digunakan dalam sesi practice, tetapi pengawas balapan tetap mencatat pelanggaran batas lintasan.
Analisis Starting XI dan Formasi Tim
Dalam konteks Moto3, starting XI setara dengan formasi teknis motor dan strategi tim. Veda Ega Pratama menggunakan formasi standar dengan rasio kompresi tinggi untuk memaksimalkan top speed di trek lurus utama. Timnya memilih setelan suspensi lebih keras di depan guna mengatasi braking zone tikungan 1 yang tajam. Keputusan ini terbukti membuat Veda mampu mencatatkan clean sheet dari insiden, tanpa sekali pun keluar dari batas lintasan saat menyerang.
Di sisi lain, Danish tampak masih beradaptasi dengan motor barunya. Ia beberapa kali melebar di tikungan 16, yang berimbas pada catatan waktunya. Meski demikian, selisih keduanya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 0,4 detik. Ini menandakan persaingan internal pembalap Indonesia bakal ketat di sesi kualifikasi nanti.
Dari kubu tim, terlihat mekanik sibuk melakukan perubahan setelan pada motor Veda di pertengahan sesi. Mereka menyesuaikan mapping bahan bakar untuk mengantisipasi suhu aspal yang naik menjelang siang. Strategi ini mirip dengan rotasi pemain di sepak bola, di mana tim melakukan penyesuaian taktis demi performa maksimal.
Statistik Kunci dan Proyeksi Kualifikasi
Berikut data penting dari sesi practice Moto3 Mandalika:
- Posisi Veda Ega Pratama: ke-12
- Posisi Danish: di bawah Veda (di luar 12 besar)
- Selisih waktu: sekitar 0,3-0,4 detik
- Top speed Veda: 218 km/jam
- Top speed Danish: 215 km/jam
- Kartu kuning/merah: tidak ada
- Insiden offside: tidak ada (dalam balap, offside tidak relevan, namun pelanggaran track limits tercatat)
- Assist: tidak berlaku, tetapi peran tim dalam setelan motor sangat menentukan
Menariknya, Veda mencatatkan konsistensi luar biasa. Dari 14 putaran yang dilalui, 10 di antaranya berada dalam rentang 0,5 detik. Ini menunjukkan pace yang stabil, modal penting untuk balapan panjang 20 lap nanti. Sementara Danish hanya mencatat 7 putaran konsisten, menandakan masih ada pekerjaan rumah bagi timnya.
"Kami melihat Veda punya kecepatan yang bagus di sektor dua. Tapi kualifikasi akan jadi medan tempur sesungguhnya. Kami akan evaluasi setelan girboks," ujar seorang engineer tim yang enggan disebut namanya.
Jika melihat tren, Veda berpeluang masuk 10 besar di kualifikasi. Ia hanya butuh perbaikan di sektor pertama, di mana ia kehilangan sekitar 0,1 detik dibanding pembalap terdepan. Sementara Danish harus mencari solusi atas masalah traksi di tikungan keluar.
Persaingan Menuju Hari Balapan
Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama sementara unggul atas Danish. Namun, seperti pepatah balap, practice hanyalah pemanasan. Skor akhir belum ditentukan. Sesi kualifikasi akan menjadi penentu siapa yang berhak start lebih depan. Jika Veda mampu mempertahankan konsistensi dan memanfaatkan clean sheet dari kesalahan, bukan tidak mungkin ia menembus posisi 8 besar.
Yang jelas, duel sesama pembalap Indonesia ini akan menjadi tontonan menarik. Penguasaan bola tidak ada, tetapi penguasaan trek adalah segalanya. Shots on target digantikan oleh ketepatan melewati apex. Formasi dan starting XI telah disiapkan. Kini tinggal eksekusi di lintasan. Mandalika akan menjadi saksi siapa yang paling siap menggasak aspal panas.
Comments (0)