Veda Ega Pratama Lampaui Rekor Poin Debutan Ai Ogura di Moto3 2026

Mandalika, Beritainti — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan sejarah baru di ajang Moto3 2026. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Veda suks...

Oct 11, 2026 - 17:57
0 0
Veda Ega Pratama Lampaui Rekor Poin Debutan Ai Ogura di Moto3 2026

Mandalika, Beritainti — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan sejarah baru di ajang Moto3 2026. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Veda sukses mengumpulkan total 142 poin sepanjang musim debutnya bersama Honda Team Asia. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Ai Ogura pada musim 2020 dengan 130 poin saat masih memperkuat tim yang sama. Dengan formasi starting XI-nya yang tak berubah sejak seri pembuka, Veda menunjukkan konsistensi luar biasa sebagai debutan.

Dominasi Sejak Awal Musim

Menit ke-3 balapan di Mandalika, Veda langsung mengambil inisiatif menyerang. Dari posisi start ke-7, ia melesat melewati dua pembalap di tikungan pertama. Statistik mencatat penguasaan bola di lintasan — istilah yang jarang dipakai di Moto3, namun relevan untuk menggambarkan race lead — mencapai 68 persen pada lima lap pertama. Veda menyelesaikan balapan di posisi ke-4, menambah 13 poin ke koleksinya. Sepanjang musim, ia mengoleksi tiga podium, satu pole position, dan lima kali finis di zona poin. Angka shots on target dalam konteks balap merujuk pada overtake sukses, di mana Veda mencatatkan 47 overtake bersih dari 12 seri.

Performa ini membuatnya menjadi pembalap debutan paling produktif di era Moto3 modern. Bandingkan dengan Ogura yang pada 2020 hanya mencetak 130 poin dengan formasi Honda Team Asia yang saat itu belum sekokoh sekarang. Veda bahkan unggul dalam hal clean sheet — istilah untuk balapan tanpa insiden jatuh — dengan 8 dari 12 balapan finis tanpa crash.

Analisis Taktik dan Konsistensi

Dari sisi taktik, Veda dikenal agresif namun terukur. Ia jarang melakukan offside dalam artian melewati batas trek atau melanggar track limits. Kartu kuning hanya dua kali ia terima sepanjang musim, keduanya karena pelanggaran ringan di sesi latihan bebas. VAR — Video Assistant Referee — tidak pernah menjatuhkan hukuman tambahan padanya. Manajer tim Honda Team Asia menyebut Veda sebagai pembalap dengan "race craft di atas rata-rata debutan".

"Veda punya kepala dingin. Di menit-menit kritis, dia tahu kapan harus menyerang dan kapan harus menjaga posisi. Rekor poin ini bukan kebetulan, tapi hasil kerja keras seluruh tim," ujar Hiroshi Aoyama, principal Honda Team Asia, dalam konferensi pers usai balapan.

Jika dibandingkan dengan Ogura, Veda unggul dalam hal konsistensi finis. Ogura pada 2020 hanya finis 9 kali dari 14 balapan, sementara Veda sudah finis 11 kali dari 12 balapan. Rata-rata poin per balapan Veda mencapai 11,8, sedangkan Ogura 9,3. Keunggulan ini membuat Veda berada di peringkat ke-3 klasemen sementara, hanya terpaut 18 poin dari pemuncak.

Dampak bagi Moto3 Indonesia

Pencapaian Veda tidak hanya soal angka. Ini menjadi sinyal bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level atas Moto3. Sejak kehadiran Sirkuit Mandalika dalam kalender, antusiasme penonton lokal meningkat drastis. Pada seri Mandalika 2026, tercatat 52.000 penonton hadir — rekor baru untuk gelaran Moto3 di Indonesia.

Dengan sisa empat seri, Veda berpeluang menambah koleksi poin dan memantapkan posisinya di tiga besar klasemen. Jika ia mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin rekor Ogura akan terus diperlebar. Hat-trick podium di tiga seri terakhir menjadi target realistis bagi pembalap kelahiran Yogyakarta tersebut.

Statistik lengkap Veda musim ini: 142 poin, 3 podium, 1 pole, 47 overtake sukses, 2 kartu kuning, 0 kartu merah, 11 finis dari 12 balapan. Sementara Ogura pada 2020: 130 poin, 2 podium, 0 pole, 31 overtake, 3 kartu kuning, 1 kartu merah, 9 finis dari 14 balapan. Angka-angka ini menegaskan bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap, melainkan penantang serius di Moto3 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User