Oct 12, 2026
Olahraga

Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji Bicara Persiapan Musim Balap 2026

JAKARTA — Dua nama yang selama ini menjadi tulang punggung otomotif Indonesia di kancah internasional, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, tampil dalam sesi jumpa pers bersama di Agreya Coffee, Me...

Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji Bicara Persiapan Musim Balap 2026

JAKARTA — Dua nama yang selama ini menjadi tulang punggung otomotif Indonesia di kancah internasional, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, tampil dalam sesi jumpa pers bersama di Agreya Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Keduanya hadir dengan aura berbeda: Veda yang masih berusia muda tetapi sudah kenyang pengalaman di lintasan Eropa, dan Mario yang kini menjelma menjadi pembalap senior dengan segudang catatan statistik di ajang grand prix.

Peta Kekuatan Dua Pembalap di Mata Publik

Data menjadi bahan utama diskusi. Veda Ega Pratama, yang meniti karier dari kejuaraan Asia Talent Cup, tercatat memiliki konsistensi finish di posisi sepuluh besar pada lebih dari 60 persen balapan yang ia ikuti sepanjang musim lalu. Catatan penguasaan posisi alias average race position miliknya menyentuh angka 7,4 — angka yang cukup menjanjikan untuk pembalap yang belum genap memasuki usia puncak.

Sementara itu, Mario Suryo Aji datang dengan portofolio berbeda. Ia dikenal sebagai pembalap yang kuat dalam duel satu lawan satu, dengan persentase keberhasilan overtake mencapai 68 persen pada balapan-balapan terakhir. Jika ditarik ke dalam bahasa balap, Mario punya kemampuan late braking yang membuat lawan sering kehilangan momentum di tikungan terakhir.

Adaptasi Teknis dan Strategi Musim Baru

Menghadapi musim kompetisi yang lebih panjang, kedua pembalap menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan regulasi mesin dan aerodinamika. Veda menegaskan bahwa timnya tengah fokus memperbaiki performa pada sektor ketiga lintasan, area yang selama ini menjadi titik lemah dalam catatan waktunya.

"Kami sudah memetakan setiap sektor. Kalau di sektor ketiga waktu putaran saya masih kalah 0,2 detik dari rival, itu yang kami kejar," ujar Veda dalam sesi tersebut.

Mario menambahkan aspek berbeda. Menurutnya, manajemen ban menjadi kunci utama, terutama pada balapan dengan suhu lintasan tinggi. Ia menyebut pentingnya menjaga degradasi ban agar tetap stabil di sepuluh putaran terakhir.

"Balapan bukan cuma soal siapa tercepat di putaran pertama, tapi siapa yang masih punya grip di putaran terakhir," kata Mario.

Target Realistis dan Sorotan Publik

Keduanya enggan memasang target berlebihan. Veda menyebut podium sebagai target antara, sementara Mario lebih memilih fokus pada konsistensi finis di zona poin. Namun, statistik menunjukkan keduanya punya peluang besar: rata-rata lap time Veda pada sesi kualifikasi musim lalu hanya terpaut 0,3 detik dari pembalap terdepan, sedangkan Mario mencatatkan fastest lap pada dua balapan beruntun.

Dari sisi kebugaran, keduanya menjalani program latihan intensitas tinggi, mencakup latihan kardio, kekuatan leher, dan simulasi reaksi. Veda mengaku menjalani sesi latihan minimal lima hari dalam sepekan, sementara Mario menambahkan latihan mental dengan simulator untuk membaca situasi balapan secara lebih cepat.

Yang menarik, kehadiran keduanya dalam satu forum menunjukkan regenerasi pembalap Indonesia berjalan baik. Jika Veda merepresentasikan generasi muda yang agresif, Mario adalah sosok yang sudah teruji oleh tekanan kompetisi tingkat dunia.

Pertanyaannya kini: mampukah keduanya menerjemahkan ambisi menjadi hasil nyata di lintasan? Statistik musim lalu memberi sinyal positif, tetapi balapan selalu punya variabel tak terduga — mulai dari cuaca, insiden, hingga keputusan strategi tim.

Yang jelas, publik otomotif Indonesia punya alasan untuk menantikan musim baru. Dua nama, dua karakter, satu tujuan: membawa bendera merah putih berkibar lebih tinggi di podium internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User