Oct 14, 2026
Olahraga

Veda Ega Finis Keenam, Mandalika Jadi Momen Teristimewa

Lampu hijau Sirkuit Internasional Mandalika baru saja padam ketika Veda Ega Pratama langsung tancap gas dari posisi start yang tidak ideal. Pembalap muda Indonesia itu melesat masuk tikungan pertama, ...

Veda Ega Finis Keenam, Mandalika Jadi Momen Teristimewa

Lampu hijau Sirkuit Internasional Mandalika baru saja padam ketika Veda Ega Pratama langsung tancap gas dari posisi start yang tidak ideal. Pembalap muda Indonesia itu melesat masuk tikungan pertama, menyalip dua rival sekaligus, dan mengunci posisi delapan. Sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan itu menjadi saksi bagaimana Veda menuntaskan balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026 di posisi keenam — hasil terbaiknya musim ini sekaligus momen yang ia sebut paling istimewa sepanjang karier balapnya.

Jalannya Balapan: Menit ke-23 Jadi Titik Balik

Balapan berjalan ketat sejak lap pertama. Veda yang memulai dari baris keempat sempat turun ke urutan sepuluh setelah insiden kecil di tikungan 7, ketika dua pembalap di depannya saling bersenggolan dan memaksanya memperlebar garis balapan. Namun penguasaan bola bukan istilah yang tepat di dunia balap — yang jadi ukuran adalah konsistensi catatan waktu per lap, dan di sini Veda tampil impresif dengan rata-rata lap 1 menit 38,4 detik, hanya terpaut 0,3 detik dari pembalap tercepat.

Menit ke-23 atau tepatnya lap ke-14 dari total 20 lap menjadi titik balik. Veda yang saat itu berada di posisi delapan melepaskan manuver menyalip di tikungan 10, mengambil garis dalam yang agresif dan mengunci posisi ketujuh. Dua lap berselang, ia kembali menyalip rivalnya di tikungan 16 untuk merebut posisi keenam. Sejak momen itu, ia tidak lagi tersentuh dan menuntaskan balapan dengan shorts on target alias catatan sektor tercepat di tiga tikungan terakhir.

Dari data timing resmi, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 37,9 detik pada lap ke-17 — salah satu dari lima catatan tercepat di seluruh grid. Ia juga menorehkan kecepatan maksimal 218,6 km/jam di trek lurus utama, membuktikan bahwa motor yang ia tunggangi punya top speed kompetitif untuk bersaing di kelompok depan.

Dukungan Suporter: Faktor Ke-12 di Mandalika

Yang membuat balapan kali ini berbeda, menurut Veda, bukan sekadar hasil di atas kertas. Sepanjang 20 lap, tribun Sirkuit Mandalika bergemuruh setiap kali pembalap bernomor 18 itu melintas. Bendera merah-putih berkibar di hampir setiap sektor, dan namanya diteriakkan ribuan penonton yang memadati area trek.

"Ini yang paling istimewa. Setiap kali saya lewat di depan tribun, saya dengar nama saya. Itu memberi tenaga ekstra, terutama di lima lap terakhir ketika ban sudah mulai aus," ujar Veda dalam sesi jumpa pers usai balapan.

Ia menambahkan bahwa tekanan tampil di depan publik sendiri justru berubah menjadi bahan bakar. Menurutnya, dukungan suporter Indonesia adalah faktor ke-12 yang tidak dimiliki pembalap lain di grid. Catatan ini sejalan dengan data penyelenggara yang mencatat kehadiran penonton menembus angka ratusan ribu selama tiga hari rangkaian acara, dengan puncak keramaian terjadi pada hari balapan.

Analisis Teknis: Formasi dan Taktik di Kelompok Depan

Dari kacamata teknis, tim Veda menerapkan strategi dua fase. Fase pertama, lap 1 hingga 10, ia diinstruksikan tampil sabar, menjaga jarak dengan kelompok depan sambil menghemat ban belakang. Starting XI bukan istilah yang relevan di sini; yang jadi acuan adalah setelan geometri motor dan pilihan kompon ban. Tim memilih ban belakang kompon keras untuk ketahanan jarak jauh di suhu aspal Mandalika yang menyentuh 52 derajat Celsius.

Fase kedua dimulai setelah lap ke-11. Veda mulai meningkatkan intensitas, mencatatkan tiga lap berturut-turut di bawah 1 menit 39 detik. Strategi ini terbukti tepat: sementara beberapa rival di depannya mulai kehilangan grip di sektor akhir, Veda justru mencatatkan lap tercepatnya di penghujung balapan.

Ia juga terhindar dari kontroversi VAR dan insiden kartu kuning maupun kartu merah, meski sempat terlibat duel ketat yang membuat panitia balapan melakukan pemeriksaan lintasan. Tidak ada pelanggaran offside — istilah yang memang hanya berlaku di sepak bola — karena seluruh manuver menyalipnya dinilai bersih oleh pengawas balapan.

Rekap Statistik Pertamina Moto3 Mandalika 2026

Berikut rangkuman angka penting dari penampilan Veda Ega Pratama: posisi finis keenam, total 20 lap, waktu tempuh 32 menit 48,6 detik, rata-rata lap 1 menit 38,4 detik, lap tercepat 1 menit 37,9 detik, kecepatan puncak 218,6 km/jam, serta enam posisi yang berhasil ia rebut sejak start dari baris keempat. Ia juga tidak mencatatkan satu pun penalti atau insiden yang merugikan posisinya.

Hasil ini mengangkat posisinya di klasemen sementara ke peringkat delapan dengan koleksi poin yang bertambah signifikan. Lebih dari itu, capaian ini menjadi clean sheet secara mental — balapan tanpa kesalahan besar di depan publik sendiri.

Ke depan, Veda dijadwalkan kembali turun di seri berikutnya dengan target konsisten finis di lima besar. Jika performa di Mandalika bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin ia menjadi kandidat kuat podium di paruh kedua musim. Yang jelas, bagi pembalap muda ini, gemuruh tribun Mandalika akan selalu jadi kenangan yang sulit dilupakan — dan mungkin, awal dari kebangkitan kariernya di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User