MANDALIKA - Aksi tak terduga datang dari paddock Moto2. Pembalap tim Reds Fantic Racing, Tony Arbolino, mendadak mengubah perannya dari seorang rider menjadi pedagang jagung bakar di kawasan Sirkuit Mandalika, menjelang bergulirnya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Momen ini langsung menjadi sorotan publik dan jagat media sosial, menjadi salah satu cerita unik yang mewarnai persiapan balapan akhir pekan ini.
Dalam unggahan yang beredar luas, pembalap berkebangsaan Italia itu terlihat mengenakan pakaian sederhana layaknya penjual jagung bakar pinggir jalan. Ia berdiri di balik meja dagangan, memanggang beberapa tongkol jagung di atas bara arang, lalu menyerahkannya kepada orang-orang di sekitarnya. Arbolino mengaku terpesona dengan kuliner khas Indonesia tersebut dan ingin merasakan langsung atmosfer kehidupan lokal, bukan sekadar datang untuk menggeber motornya di lintasan.
"Saya sangat menikmati momen ini. Jagung bakar di sini luar biasa, dan saya senang bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang di sekitar sirkuit," ujar Arbolino dalam sesi jumpa pers, Jumat (3/10/2026).
Pembalap Moto2 yang Konsisten di Papan Atas
Tony Arbolino bukan nama sembarangan di kelas Moto2. Sepanjang musim 2026, ia tampil sebagai salah satu penantang gelar dengan performa yang stabil. Statistik menunjukkan bahwa ia telah mengoleksi beberapa podium, dengan rata-rata finis di posisi enam besar. Pada seri sebelumnya, Arbolino menorehkan catatan penguasaan balapan yang solid, mencetak waktu lap tercepat di sesi latihan bebas kedua.
Di tim Reds Fantic Racing, Arbolino dikenal sebagai pembalap dengan gaya membalap agresif namun terukur. Ia kerap memaksimalkan sektor tikungan ketiga Sirkuit Mandalika, yang menjadi salah satu titik krusial untuk menyalip lawan. Starting XI tidak berlaku di dunia balap, tetapi formasi tim dan strategi pit stop tetap menjadi faktor penentu. Bersama timnya, Arbolino berambisi memangkas jarak poin dari pemuncak klasemen sementara.
"Kami bekerja keras sepanjang musim. Setiap balapan adalah peluang untuk menambah poin. Mandalika adalah sirkuit yang menantang, dan saya suka tantangan itu," tambahnya.
Atmosfer Mandalika yang Khas
Sirkuit Mandalika dikenal dengan karakter tikungan cepat dan pemandangan alam sekitar yang memukau. Panjang lintasan mencapai 4,3 kilometer dengan 17 tikungan, menjadikannya salah satu sirkuit paling teknis di kalender MotoGP. Suhu aspal yang panas serta kelembapan tinggi sering menjadi ujian fisik bagi para pembalap, termasuk Arbolino yang harus menjaga konsentrasi selama balapan berlangsung.
Kegiatan cosplay Arbolino menjadi bagian dari upaya pendekatan budaya yang dilakukan sejumlah pembalap. Sebelumnya, beberapa rider lain juga terlihat mencoba kuliner lokal dan berinteraksi dengan masyarakat. Namun, aksi Arbolino terbilang paling kreatif karena ia benar-benar turun tangan memanggang jagung, bukan sekadar mencicipi.
Dampak ke Panggung Balapan
Meski terlihat santai, Arbolino menegaskan fokus utamanya tetap pada balapan. Ia menargetkan finis di podium dan berharap bisa memanfaatkan dukungan suporter Indonesia yang dikenal fanatik. Dalam sesi kualifikasi mendatang, Arbolino diprediksi akan bersaing ketat dengan para rivalnya di kelas Moto2 untuk merebut posisi start terdepan.
"Kami sudah menyiapkan setup motor untuk tikungan-tikungan cepat. Semoga cuaca mendukung, dan saya bisa memberikan hasil terbaik untuk tim," pungkasnya.
Dengan aksi uniknya, Tony Arbolino telah mencuri perhatian sebelum balapan dimulai. Publik pun menantikan apakah penjual jagung bakar dadakan ini mampu memanggang lawan-lawannya di lintasan Mandalika, atau justru tersengat panasnya persaingan Moto2 2026.
Comments (0)