Tonali Cetak Brace, Newcastle Kandaskan Brentford 3-1 ke Semifinal
Skor akhir 3-1 di St James’ Park, Kamis (19/12) dini hari WIB, memastikan Newcastle United melaju ke semifinal Carabao Cup. Sandro Tonali tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol yang mengha...
Skor akhir 3-1 di St James’ Park, Kamis (19/12) dini hari WIB, memastikan Newcastle United melaju ke semifinal Carabao Cup. Sandro Tonali tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol yang menghancurkan perlawanan Brentford. Momen kunci terjadi pada menit ke-9 saat gelandang asal Italia itu melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Mark Flekken. Gol kedua tercipta di menit ke-43, sebuah sundulan akurat memanfaatkan situasi sepak pojok. Joelinton menutup pesta di menit ke-69, sebelum Brentford mencetak gol hiburan lewat Yoane Wissa pada injury time.
Babak Pertama: Tonali Menggila, Newcastle Kuasai Jalannya Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan Eddie Howe langsung mengambil inisiatif menyerang dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Penguasaan bola tim tuan rumah mencapai 58% di sepanjang babak pertama, jauh melebihi Brentford yang hanya 42%. Namun statistik itu menjadi tidak berarti jika tidak diikuti dengan konversi peluang. Di sinilah Sandro Tonali menunjukkan kelasnya.
Menit ke-9, umpan silang dari Kieran Trippier di sisi kanan berhasil disapu lini belakang Brentford, tetapi bola muntah justru jatuh di kaki Tonali yang berdiri bebas di depan kotak penalti. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan kaki kiri keras yang meluncur mulus ke pojok kiri bawah gawang Flekken. Skor berubah 1-0. Gol ini menjadi pelecut semangat bagi The Magpies yang terus menekan dengan total 7 shots on target di babak pertama, berbanding hanya 2 dari tim tamu.
Brentford bukan tanpa perlawanan. Strategi serangan balik cepat yang diandalkan Thomas Frank beberapa kali mengancam lewat kecepatan Bryan Mbeumo. Namun lini pertahanan Newcastle yang dikawal Sven Botman dan Fabian Schär tampil disiplin, hanya mencatatkan satu kali offside jebakan yang sukses mematikan peluang emas Yoane Wissa di menit ke-33. Memasuki menit ke-43, Newcastle kembali menggandakan keunggulan. Lagi-lagi Tonali yang menjadi sorotan. Berawal dari tendangan sudut Trippier, Tonali yang berlari dari lini kedua mampu menyambut bola dengan sundulan terarah yang bersarang di gawang Flekken. Skor 2-0 menutup paruh pertama dengan gemilang.
Babak Kedua: Joelinton Mengunci Tiket Semifinal
Memasuki 45 menit kedua, Brentford mencoba bangkit dengan memasukkan Keane Lewis-Potter untuk menambah daya gedor. Thomas Frank mengubah formasi menjadi 3-4-3 yang lebih ofensif, namun justru semakin membuka celah di lini tengah. Newcastle memanfaatkan transisi cepat yang menjadi ciri khas permainan mereka di bawah asuhan Eddie Howe.
Menit ke-69, sebuah serangan balik mematikan kembali memperlebar jarak. Alexander Isak yang bergerak melebar ke kiri mengirim umpan tarik datar ke dalam kotak penalti. Joelinton yang datang sebagai gelombang kedua menceploskan bola dengan tenang tanpa bisa dihentikan Ethan Pinnock. Gol ketiga ini seakan menjadi pukulan telak bagi Brentford yang sudah tertinggal jauh. Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola Newcastle di angka 55% dengan total 12 tembakan, 8 di antaranya mengarah ke gawang. Brentford hanya mampu mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Kejutan hampir terjadi ketika wasit meninjau insiden di menit ke-81 melalui VAR setelah handsball yang dituduhkan kepada Dan Burn di kotak terlarang Newcastle. Namun setelah pengecekan, keputusan tidak terjadi pelanggaran, dan Brentford gagal mendapat hadiah penalti. Gol hiburan akhirnya datang pada menit ke-90+1, kala Yoane Wissa memanfaatkan kemelutan di kotak penalti dan mencetak gol semata wayang tim tamu. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.
Tonali Sang Maestro, Pujian dari Eddie Howe
Penampilan gemilang Sandro Tonali malam itu layak mendapat penghargaan khusus. Pemain yang didatangkan dari AC Milan ini menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang serba bisa: dua gol, 3 tekel sukses, 2 intersep, dan akurasi oper mencapai 91%. Ia menjadi motor serangan sekaligus tembok pertama di lini tengah.
Usai pertandingan, manajer Eddie Howe tak segan melontarkan pujiannya.
“Malam ini adalah penampilan terbaik Sandro sejak bergabung dengan kami. Dia luar biasa dalam transisi, mencetak gol di momen krusial, dan menunjukkan energi yang menular ke seluruh tim. Ini baru awal dari potensi terbaiknya,”ujar Howe penuh antusias. Dengan hasil ini, Newcastle United mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Carabao Cup musim ini. Mereka kini tinggal menunggu hasil undian semifinal yang akan digelar pekan depan. Sementara bagi Brentford, kekalahan ini menjadi akhir dari petualangan mereka di kompetisi piala musim ini. Namun, skuad asuhan Thomas Frank patut berbangga dengan konsistensi mereka di papan tengah Premier League.
Baca juga:
Comments (0)