Mbappe dan Dembele Antar Prancis ke 16 Besar Piala Dunia
East Rutherford, 1 Juli 2026 – Tim nasional Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion...
East Rutherford, 1 Juli 2026 – Tim nasional Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey. Dua bintang utama Les Bleus, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, menjadi pusat perhatian lewat kolaborasi apik yang membuka keran gol sekaligus meredam perlawanan sengit tim Nordik tersebut.
Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Argentina, Facundo Tello, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 racikan Didier Deschamps menempatkan Mbappe sebagai ujung tombak, didukung trisula gelandang serang yang diisi Dembele di kanan, Kingsley Coman di kiri, dan Antoine Griezmann sebagai playmaker. Dominasi penguasaan bola langsung terasa; dalam 15 menit pertama, Les Bleus mencatatkan 68 persen penguasaan bola dan tiga tembakan tepat sasaran.
Kolaborasi Mematikan Mbappe-Dembele
Gol yang dinanti publik tuan rumah yang memadati stadion berkapasitas 82.500 penonton itu akhirnya tercipta pada menit ke-31. Berawal dari skema serangan balik cepat, Griezmann mengirim umpan terobosan ke sisi kanan pertahanan Swedia. Dembele, dengan kecepatan eksplosifnya, berhasil mengejar bola sebelum garis gawang dan mengirimkan umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Mbappe yang berdiri bebas di tiang dekat tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Robin Olsen dengan sentuhan satu kali. Skor berubah 1-0, dan selebrasi khas keduanya—Mbappe menunjuk nomor punggung 10-nya sementara Dembele melompat ke punggungnya—langsung menjadi sorotan kamera.
Kerja sama itu bukan kebetulan. Data statistik menunjukkan, sepanjang babak pertama, Dembele mencatatkan tiga umpan kunci ke area berbahaya Swedia, dua di antaranya ditujukan kepada Mbappe yang total melakukan empat tembakan, tiga tepat sasaran. Ketajaman ini menegaskan status Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sementara turnamen dengan empat gol, sementara Dembele memimpin daftar assist dengan tiga umpan gol.
Perlawanan Singkat Swedia
Swedia tak tinggal diam. Tertinggal satu gol, pelatih Janne Andersson menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih agresif di awal babak kedua. Masuknya Viktor Gyökeres menggantikan Alexander Isak menambah daya gedor. Hasilnya, pada menit ke-53, Swedia berhasil memperkecil kedudukan lewat sundulan Viktor Lindelöf yang memanfaatkan tendangan sudut Emil Forsberg. Gol tersebut sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, namun tayangan ulang menunjukkan posisi Lindelöf yang sejajar dengan bek terakhir Prancis, William Saliba. Skor 1-1 membuat laga kembali bergairah.
Statistik mencatat, Swedia berhasil meningkatkan penguasaan bola menjadi 45 persen di awal babak kedua dan melepaskan empat tembakan dalam 10 menit pertama. Namun, momentum itu tak bertahan lama.
Kedisiplinan Kolektif Les Bleus
Deschamps dengan cekatan merespons. Ia memasukkan gelandang bertahan Eduardo Camavinga untuk menggantikan Youssouf Fofana pada menit ke-61, memperkuat lini tengah sekaligus memutus aliran serangan Swedia. Hasilnya instan: penguasaan bola Prancis kembali mendominasi hingga 62 persen, sementara pressing ketat yang dipimpin Adrien Rabiot dan Aurélien Tchouaméni membuat Swedia hanya bisa melepaskan satu tembakan spekulatif di sisa pertandingan.
Gol kedua Prancis lahir pada menit ke-68, lagi-lagi melalui skema yang melibatkan Dembele. Kali ini, winger Paris Saint-Germain itu menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung yang membentur tiang gawang. Bola muntah disambar Mbappe, tetapi tendangannya diblok bek Swedia. Beruntung, Griezmann yang berdiri di luar kotak penalti melepaskan tendangan first-time yang tak mampu dijinakkan Olsen. Prancis unggul 2-1.
Swedia yang harus mengejar ketertinggalan terpaksa membuka pertahanan. Pada menit ke-79, sebuah serangan balik mematikan kembali terjadi. Camavinga memotong bola di lini tengah dan mengirim umpan panjang ke Mbappe yang berlari di sisi kiri. Dengan kecepatan luar biasa, Mbappe melewati Emil Krafth dan dengan tenang menaklukkan Olsen untuk gol ketiga Prancis, sekaligus gol keduanya di laga ini. Brace tersebut memastikan kemenangan 3-1.
Pasca Pertandingan dan Fakta Kunci
Usai laga, Deschamps memuji kolaborasi dua pilarnya.
"Kylian dan Ousmane menunjukkan koneksi luar biasa. Kecepatan dan pemahaman mereka sangat sulit dihentikan lawan,"ujarnya. Sementara itu, Mbappe yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan menyatakan,
"Kami tahu ini pertandingan sulit, tapi kami bermain sebagai tim. Ousmane memberiku assist brilian, dan aku hanya menyelesaikan tugas."
Statistik akhir laga mengkonfirmasi superioritas Prancis: penguasaan bola 60%-40%, tembakan total 18-7, tembakan tepat sasaran 9-3, dan umpan sukses 89%-78%. Kemenangan ini membawa Prancis ke babak 16 besar sebagai juara Grup E dengan nilai sempurna 9 poin. Mereka akan berhadapan dengan runner-up Grup F, yang masih menunggu hasil pertandingan lain.
Kolaborasi Mbappe-Dembele yang sudah terjalin sejak level junior di Clairefontaine ini kian matang di panggung terbesar. Dengan masing-masing berusia 27 dan 29 tahun, keduanya berada di puncak kematangan dan berpotensi membawa Les Bleus meraih gelar juara dunia ketiga, menambah koleksi setelah 1998 dan 2018.
Baca juga:
Comments (0)