Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026 Lewat Drama Belgia
Skor akhir 2-1 untuk Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Di hadapan 70.240 penonton di SoFi Stadium, Inglewood, La Roja meredam perlawanan sengit Belgia yang tampil dengan 10 pema...
Skor akhir 2-1 untuk Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Di hadapan 70.240 penonton di SoFi Stadium, Inglewood, La Roja meredam perlawanan sengit Belgia yang tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-78. Gol kemenangan dicetak Pedri pada menit ke-84 memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Spanyol dengan formasi 4-3-3 menguasai bola hingga 62 persen, sementara Belgia mengandalkan serangan balik cepat lewat skema 3-4-2-1. Statistik shots on target menunjukkan dominasi Spanyol dengan 8 tembakan tepat sasaran berbanding 3 milik Belgia.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Kontrol Permainan
Menit ke-13, umpan terobosan Pedri berhasil diselesaikan Alvaro Morata menjadi gol. Striker Atletico Madrid itu melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang setelah lolos dari jebakan offside. Assist tersebut menjadi yang ke-4 bagi Pedri sepanjang turnamen. Belgia mencoba merespons lewat aksi Kevin De Bruyne yang beberapa kali mengirim umpan silang berbahaya, namun duet bek tengah Pau Torres dan Aymeric Laporte tampil solid.
Momen kontroversial terjadi pada menit ke-34 ketika Romelu Lukaku terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Laporte. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, memutuskan untuk tidak menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Tayangan ulang memperlihatkan kontak minimal yang dianggap tidak cukup untuk penalti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kartu Merah dan Gol Penentu
Belgia meningkatkan intensitas serangan di awal babak kedua. Hasilnya, pada menit ke-61, De Bruyne sukses mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 22 meter yang menghujam pojok atas gawang Unai Simon. Kedudukan imbang 1-1 membuat laga semakin panas.
Insiden kunci terjadi pada menit ke-75. Thibaut Courtois keluar dari sarangnya untuk menghalau bola liar, namun justru bertabrakan keras dengan Dani Olmo yang berlari kencang. Kedua pemain tergeletak, dan Olmo—yang pertama bangkit—langsung menghampiri Courtois untuk memeriksa kondisi sang kiper. "Itu gestur sportivitas luar biasa dari Dani," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, seusai laga. Courtois sempat menerima perawatan selama tiga menit dan melanjutkan pertandingan meski tampak sedikit limbung.
Petaka bagi Belgia datang tiga menit berselang. Bek Wout Faes menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Ferran Torres yang sedang melakukan penetrasi. Bermain dengan 10 orang, pertahanan Belgia akhirnya bobol pada menit ke-84. Kemelut di depan gawang berawal dari sepak pojok yang gagal dihalau sempurna. Bola muntah disambar Pedri dengan tendangan voli dari dalam kotak penalti. Courtois yang masih dalam kondisi kurang fit tak mampu menjangkau bola. 2-1 untuk Spanyol.
Di sisa waktu, Belgia mati-matian menekan. Lukaku nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-89, tetapi sundulannya membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan Spanyol tetap terjaga.
Statistik Utama dan Jalan ke Semifinal
Sepanjang laga, Spanyol mencatatkan penguasaan bola 62%, melepaskan 17 tembakan dengan 8 tepat sasaran, serta mengoleksi 9 sepak pojok. Belgia hanya menorehkan 5 tembakan (3 on target) meski efektivitas operan mencapai 82%. Kartu merah bagi Faes menjadi titik balik yang menghancurkan harapan tim asuhan Domenico Tedesco.
"Kami bermain dengan hati, tapi kartu merah mengubah segalanya. Saya bangga dengan perjuangan pemain, terutama Thibaut yang tetap bertahan setelah benturan. Ini akhir yang menyakitkan," kata Tedesco dalam konferensi pers.
Di sisi lain, De la Fuente memuji ketenangan timnya. "Kami tahu Belgia tim berbahaya. Gol kedua adalah buah kesabaran dan kualitas teknis. Sekarang fokus ke semifinal," ujarnya.
Momen Olmo yang mengecek Courtois menjadi simbol fair play yang akan dikenang dari laga ini. Sebuah pengingat bahwa di tengah tensi tinggi, rasa kemanusiaan tetap hadir. Spanyol kini menunggu pemenang antara Brasil dan Portugal untuk pertarungan tiket final pada 15 Juli mendatang di Arlington, Texas.
Baca juga:
Comments (0)