LE MANS — Pimpinan Eksekutif Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, terlihat berdiri tegang di area pit saat sesi latihan bebas menjelang Grand Prix MotoGP Prancis berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis barat laut, pada 8 Mei 2026. Pemandangan itu langsung menarik perhatian pengamat paddock, mengingat Tardozzi jarang tampil di depan wall box selama sesi latihan bebas pembuka. Kehadirannya menandakan bahwa tim pabrikan asal Borgo Panigale itu tengah mengevaluasi performa mesin Desmosedici GP26 secara serius di trek sepanjang 4,185 kilometer yang dikenal licin dan menuntut kestabilan pada tikungan cepat.
Dominasi Awal dan Catatan Waktu Sektor Pertama
Menit ke-23, salah satu pembalap Ducati melepaskan tendangan gas penuh di sektor kedua dan menorehkan catatan waktu 1 menit 31,842 detik pada putaran keenam. Waktu tersebut menempatkan ia di posisi tiga sementara klasemen latihan bebas, terpaut 0,214 detik dari pemuncak. Statistik penguasaan sektor memperlihatkan keunggulan Ducati di tikungan ketujuh dan kedelapan, dengan rata-rata kecepatan 168 km/jam pada apex, sementara rival utama tertinggal sekitar 0,08 detik pada titik pengereman.
Pada 20 menit kedua, tim mengubah formasi pengaturan aerodinamika, memasang fairing baru dengan winglet versi terbaru. Hasilnya, shots on target—dalam konteks ini adalah putaran cepat yang konsisten—meningkat dari empat menjadi tujuh putaran di bawah 1 menit 32 detik. Sirkuit Le Mans dengan karakter stop-and-go memang menuntut traksi keluar tikungan, dan data telemetri Ducati menunjukkan peningkatan grip belakang sebesar 4 persen dibanding sesi pagi.
Analisis Pit Wall dan Keputusan Strategi Ban
Dari panel monitor di pit wall, Tardozzi memantau langsung perbandingan performa ban depan medium dan belakang soft. Ia tercatat beberapa kali membungkuk untuk melihat grafik degradasi suhu ban yang dikirim oleh teknisi data. Kartu kuning bukan menjadi perhatian di sesi latihan, tetapi insiden offside atau pelanggaran batas trek sempat terekam ketika satu pembalap melebar di tikungan kesembilan, memicu investigasi VAR ringan dari race direction.
Menit ke-41, sesi dihentikan sementara karena bendera kuning di sektor ketiga. Setelah trek dinyatakan bersih, Ducati kembali menurunkan pembalapnya dengan ban baru. Putaran cepat berikutnya menyentuh 1 menit 31,505 detik, cukup untuk menempati posisi kedua. Tardozzi tampak mencatat sesuatu di tabletnya, memberi instruksi lisan kepada kepala mekanik, lalu mengangguk singkat. Bahasa tubuh itu menjadi sinyal bahwa arah setup sudah mendekati titik ideal untuk kualifikasi.
"Kami masih punya margin. Fokus kami bukan sekadar satu putaran cepat, tetapi konsistensi ritme balapan. Le Mans selalu memberi kejutan pada manajemen ban belakang," ujar Tardozzi dalam keterangan singkat kepada awak media di paddock.
Peta Persaingan Menuju Kualifikasi
Dengan sisa waktu sekitar 15 menit, tim beralih ke simulasi pace balapan. Pembalap Ducati menyelesaikan lima putaran beruntun dengan rata-rata 1 menit 32,6 detik, hanya terpaut 0,3 detik dari rival terdekat. Statistik menunjukkan penguasaan bola—atau dalam istilah MotoGP, dominasi garis balap—berada di angka 52 persen pada sektor pertama, turun menjadi 47 persen di sektor ketiga yang didominasi tikungan lambat. Ini menjadi pekerjaan rumah jelang kualifikasi.
Sesi latihan bebas ditutup dengan Ducati menempatkan dua pembalapnya di lima besar. Tidak ada hat-trick putaran tercepat, tetapi clean sheet dalam artian tanpa crash menjadi capaian penting mengingat kondisi aspal yang sempat lembap. Tardozzi meninggalkan pit wall dengan ekspresi tenang, namun data di layar monitor sudah cukup bicara: kecepatan satu putaran kompetitif, stabilitas balapan masih perlu disempurnakan.
Menuju sesi kualifikasi, seluruh mata paddock akan tertuju pada bagaimana Ducati Lenovo Team menerjemahkan data latihan bebas menjadi posisi start. Jika tren peningkatan grip dan manajemen ban berlanjut, bukan mustahil Ducati kembali mendominasi barisan depan di Grand Prix Prancis. Namun seperti kata Tardozzi, Le Mans tidak pernah memberi hadiah gratis kepada siapa pun yang lengah di tikungan terakhir.
Comments (0)