Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat Ukir Rekor Baru
Berlin — Peluit panjang wasit Francois Letexier di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024) malam waktu setempat, menandai berakhirnya drama 90 menit yang berjalan dramatis. Skor akhir 2-1 untuk S...
Berlin — Peluit panjang wasit Francois Letexier di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024) malam waktu setempat, menandai berakhirnya drama 90 menit yang berjalan dramatis. Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris memastikan La Roja mengangkat trofi Euro untuk keempat kalinya, mematahkan rekor Jerman yang sebelumnya mengoleksi tiga gelar. Kemenangan ini juga mencatatkan Spanyol sebagai tim tersukses dalam sejarah kejuaraan Eropa, sebuah pencapaian yang dibangun dengan penguasaan bola 63 persen dan 6 shots on target dari total 16 percobaan sepanjang laga.
Babak Pertama: Dominasi Spanyol dan Gol Pembuka Nico Williams
Sejak menit awal, pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang mengandalkan kecepatan di sisi sayap. Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun, menjadi ancaman konstan di sisi kanan, sementara Nico Williams beroperasi di kiri. Menit ke-12, Yamal melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi kanan gawang Jordan Pickford.
Inggris, yang dilatih Gareth Southgate, tampil lebih defensif dengan formasi 4-2-3-1. Declan Rice dan Kobbie Mainoo berusaha memutus aliran bola Spanyol di lini tengah, tetapi Rodri dan Fabian Ruiz mendikte tempo permainan dengan umpan-umpan pendek yang presisi. Menit ke-23, Rodri terpaksa ditarik keluar karena cedera otot, digantikan oleh Martin Zubimendi. Meski kehilangan jenderal lapangan, Spanyol tidak kehilangan kendali.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-47, tepat setelah babak kedua dimulai. Umpan terobosan Dani Olmo dari lini tengah menemukan Nico Williams yang berlari menyisir sisi kiri, lalu melepaskan tendangan kaki kanan dari sudut sempit yang tidak mampu dijangkau Pickford. Skor 1-0 untuk Spanyol, dan assist tercatat atas nama Olmo — gelandang RB Leipzig itu menutup turnamen dengan total 3 gol dan 2 assist.
Respons Inggris dan Gol Penyeimbang Cole Palmer
Tertinggal satu gol, Southgate bereaksi dengan memasukkan Ollie Watkins dan Cole Palmer pada menit ke-61. Perubahan itu membuahkan hasil hanya dalam waktu empat menit. Menit ke-73, Palmer menerima bola di tepi kotak penalti setelah kombinasi dengan Bukayo Saka, lalu melepaskan tendangan mendatar yang menghujam pojok kiri bawah gawang Unai Simon. Pembacaan pertahanan Spanyol yang sedikit longgar membuat skor menjadi 1-1 dan membawa Inggris kembali ke dalam pertandingan.
Statistik menunjukkan Inggris hanya mencatatkan 2 shots on target sepanjang laga, tetapi satu di antaranya berbuah gol. Penguasaan bola Inggris hanya 37 persen, dengan jumlah umpan sukses 312 berbanding 604 milik Spanyol. Tekanan mulai beralih ke kubu La Roja ketika Inggris menaikkan garis pertahanan dan memainkan umpan-umpan panjang ke arah Harry Kane.
"Kami tahu Inggris akan bangkit. Tapi para pemain saya punya mentalitas baja. Mereka tidak pernah kehilangan kepercayaan pada sistem permainan kami," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Mikel Oyarzabal Jadi Pahlawan di Menit Krusial
Ketika pertandingan sepertinya akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Spanyol kembali menemukan celah. Menit ke-86, umpan silang Marc Cucurella dari sisi kiri disambut oleh Mikel Oyarzabal yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 menggantikan Alvaro Morata. Penyerang Real Sociedad itu menyontek bola dengan kakinya di depan Pickford, menciptakan gol yang membuat Olympiastadion bergemuruh. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Gol Oyarzabal itu menutup perjalanan sempurna Spanyol di Euro 2024 dengan 7 kemenangan dari 7 pertandingan — catatan yang belum pernah dicapai tim mana pun dalam sejarah turnamen. Sepanjang kompetisi, Spanyol mencetak 15 gol dan hanya kebobolan 4 kali, dengan tiga clean sheet. Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen, sementara Lamine Yamal menerima penghargaan Pemain Muda Terbaik setelah mencatatkan 1 gol dan 4 assist.
Bagi Inggris, kekalahan ini memperpanjang kutukan belum pernah menang di final Euro, setelah sebelumnya kalah dari Italia di final Euro 2020 melalui adu penalti. Southgate menyebut timnya telah memberikan segalanya. "Kami kalah dari tim yang lebih baik malam ini. Spanyol mengendalikan pertandingan, dan kami harus mengakui itu," katanya.
Dengan trofi keempat ini, Spanyol kini berdiri sendiri di puncak daftar tim tersukses Euro, unggul satu gelar atas Jerman. Perjalanan mereka di Jerman 2024 akan dikenang sebagai perpaduan sempurna antara pengalaman Rodri, kreativitas Olmo, dan ledakan generasi muda Yamal dan Williams. Bagi La Roja, ini bukan sekadar kemenangan, melainkan fondasi dinasti baru di sepak bola Eropa.
Comments (0)