Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris di Olympiastadion, Berlin, Jerman, Minggu (14/7/2024) malam waktu setempat. La Roja mengunci gelar Euro keempat dalam sejarah mereka, sekaligus memastikan diri sebagai tim paling sukses di turnamen antarnegara Eropa tersebut. Duel final Euro 2024 ini berjalan dramatis: Inggris sempat menyamakan kedudukan, tetapi Spanyol mencetak gol penentu di menit ke-86 melalui Mikel Oyarzabal, mematahkan harapan The Three Lions yang mengejar trofi mayor pertama sejak 1966.
Jalannya Pertandingan: Duel Taktik Dua Formasi
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 yang cair. Lamine Yamal dan Nico Williams beroperasi sebagai penyerang sayap, sementara Rodri menjadi jangkar di lini tengah. Inggris merespons dengan 4-2-3-1, menempatkan Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai double pivot untuk memutus aliran bola Spanyol. Menit ke-12, Nico Williams melepaskan tembakan pertama yang masih melebar tipis dari gawang Jordan Pickford. Penguasaan bola babak pertama didominasi Spanyol dengan 58 persen berbanding 42 persen, tetapi Inggris mencatatkan dua shots on target melalui Harry Kane dan Jude Bellingham yang mampu diredam Unai Simón.
Memasuki babak kedua, tempo meningkat. Menit ke-47, tepatnya dua menit setelah restart, Lamine Yamal menusuk dari sayap kanan dan melepas umpan silang rendah. Nico Williams menyambut dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Bola menghujam gawang Pickford. 1-0 untuk Spanyol, dan Olympiastadion bergemuruh oleh suporter La Roja. Gol itu menjadi assist ketiga Yamal di turnamen ini, memperkuat statusnya sebagai pemain muda paling menonjol di Euro 2024.
Inggris tidak menyerah. Pelatih Gareth Southgate memasukkan Ollie Watkins dan Cole Palmer untuk menambah daya gedor. Menit ke-73, Palmer melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti setelah menerima umpan pendek Bellingham. Bola melengkung ke sudut kanan gawang Spanyol, skor menjadi 1-1. Gol itu mengubah momentum. Inggris sempat menekan dan mencatatkan penguasaan bola 51 persen pada periode 10 menit setelah gol. Namun, Spanyol kembali menguasai jalannya laga lewat sirkulasi cepat Rodri, Fabián Ruiz, dan Dani Olmo.
Momen Kunci: Oyarzabal Menit ke-86 dan Clean Sheet yang Gagal Terwujud
Menit ke-86, Spanyol membangun serangan dari sisi kiri. Marc Cucurella mengirim umpan jauh ke kotak penalti. Mikel Oyarzabal, yang masuk sebagai pengganti Álvaro Morata pada menit ke-68, bergerak di antara dua bek tengah Inggris. Ia menyontek bola dengan kaki kanan, melewati Pickford, dan mencatatkan gol kedua Spanyol. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang. Statistik akhir menunjukkan Spanyol unggul dalam shots on target 6-3, penguasaan bola 54 persen, dan jumlah umpan sukses 489 berbanding 401. Inggris hanya mencatatkan dua kartu kuning, sementara Spanyol satu kartu kuning melalui Dani Carvajal di menit ke-90+2.
Gol Oyarzabal sekaligus menggagalkan misi Inggris meraih clean sheet pertama mereka di final turnamen mayor. Sebaliknya, Spanyol menutup turnamen dengan raihan empat gelar Euro: 1964, 2008, 2012, dan 2024. Tidak ada tim lain yang mampu menyamai koleksi tersebut. Jerman dan Italia masing-masing mengoleksi tiga gelar, sementara Prancis dua gelar.
"Kami tahu Inggris akan bangkit setelah gol penyama. Tapi para pemain tidak kehilangan bentuk. Oyarzabal menunjukkan insting seorang penyerang sejati. Gelar ini untuk seluruh rakyat Spanyol," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, Southgate mengakui timnya kurang tajam di momen krusial. "Kami menciptakan peluang, tetapi eksekusi akhir tidak cukup. Spanyol lebih efektif di kotak penalti," katanya. Inggris harus menunggu setidaknya dua tahun lagi untuk mencoba memutus puasa trofi di Piala Dunia 2026.
Statistik Individu dan Peta Kekuatan Spanyol
Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen berkat konsistensinya mengatur tempo. Ia mencatatkan 92 persen akurasi umpan di final dan melakukan tiga intersep krusial. Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun, mengakhiri Euro 2024 dengan empat assist, terbanyak di kompetisi. Nico Williams menambah satu gol di final, sementara Oyarzabal keluar sebagai pahlawan super-sub dengan gol penentu. Kiper Unai Simón mencatatkan tiga penyelamatan penting, termasuk blok atas sundulan Kane di menit ke-62.
Dengan kemenangan ini, Spanyol tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga menegaskan regenerasi skuad. Perpaduan pemain senior seperti Carvajal, Rodri, dan Morata dengan talenta muda Yamal dan Williams menjadi fondasi kuat menuju Piala Dunia 2026. Bagi Inggris, final kedua beruntun di Euro setelah 2020 harus berakhir dengan air mata. Mereka tetap belum pernah menjuarai Euro sepanjang sejarah. Spanyol, sebaliknya, kembali duduk di singgasana sepak bola Eropa dengan rekor yang sulit dikejar dalam waktu dekat.
Comments (0)