Oct 21, 2026
Olahraga

Spanyol Juara Euro 2024, Gebuk Inggris 2-1 di Berlin

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Menit ke-86, Mikel Oyarzabal menyelesaikan serangan balik mematikan dan memastikan La Roja mengangkat trofi Euro keempat sepanjang sejarah, mematahkan perlawanan Inggris ...

Spanyol Juara Euro 2024, Gebuk Inggris 2-1 di Berlin

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Menit ke-86, Mikel Oyarzabal menyelesaikan serangan balik mematikan dan memastikan La Roja mengangkat trofi Euro keempat sepanjang sejarah, mematahkan perlawanan Inggris di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024). Gol pembuka lahir dari kaki Nico Williams pada menit ke-47, sebelum Cole Palmer menyamakan kedudukan menit ke-73. Oyarzabal, yang masuk sebagai pengganti, menjadi eksekutor pamungkas.

Jalannya Laga: Dominasi Penguasaan Bola Spanyol

Sejak peluit pertama, Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 yang cair. Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun, menjadi momok di sisi kanan pertahanan Inggris. Statistik penguasaan bola babak pertama mencatat Spanyol 58% berbanding Inggris 42%. Meski demikian, The Three Lions bukan tanpa peluang. Harry Kane melepaskan tembakan pertama pada menit ke-12, tetapi masih melebar dari gawang Unai Simón.

Menit ke-23, Rodri mengirim umpan terobosan kepada Yamal. Winger muda itu melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti, namun Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting. Hingga menit ke-35, Spanyol sudah mencatatkan 4 shots on target, sementara Inggris belum satu pun. Bek sayap Spanyol, Dani Carvajal, beberapa kali offside karena terlalu cepat naik membantu serangan.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tampak memberikan instruksi intens di pinggir lapangan. Kartu kuning pertama diberikan kepada Declan Rice pada menit ke-43 setelah melanggar Fabián Ruiz di area tengah.

Babak Kedua: Gol Kilat Nico Williams dan Respons Inggris

Hanya dua menit setelah kick-off babak kedua, gawang Inggris jebol. Yamal menusuk dari kanan, menarik dua pemain bertahan, lalu melepaskan umpan silang rendah ke tiang jauh. Nico Williams menyambut dengan tendangan first-time yang menghujam sudut kanan bawah gawang Pickford. Spanyol 1-0. Olympiastadion bergemuruh oleh suporter La Roja.

Gareth Southgate merespons dengan memasukkan Ollie Watkins dan Cole Palmer pada menit ke-61. Perubahan itu membuahkan hasil. Menit ke-73, Bukayo Saka mengirim bola ke tepi kotak penalti. Palmer, yang baru masuk, melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang tidak mampu dijangkau Simón. Skor 1-1. Inggris kembali hidup.

Namun Spanyol tidak kehilangan ritme. Menit ke-82, Oyarzabal masuk menggantikan Álvaro Morata. Empat menit berselang, ia menjadi pahlawan. Menerima bola dari Marc Cucurella di sisi kiri, Oyarzabal menusuk ke depan gawang dan menyontek bola melewati Pickford. 2-1 untuk Spanyol. VAR sempat memeriksa potensi offside, tetapi gol disahkan.

Statistik Kunci dan Rekor La Roja

Hingga peluit panjang, Spanyol mencatatkan penguasaan bola 63%, 9 shots on target, dan 6 peluang emas. Inggris hanya memiliki 3 shots on target dan 1 peluang emas. Clean sheet gagal diraih Spanyol, tetapi efektivitas serangan menjadi pembeda. Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, sementara Yamal menyabet gelar pemain muda terbaik.

Kemenangan ini menjadikan Spanyol sebagai tim tersukses di ajang Euro dengan 4 gelar (1964, 2008, 2012, 2024), melampaui Jerman yang mengoleksi tiga trofi. Inggris harus menunggu lebih lama untuk gelar mayor pertamanya sejak Piala Dunia 1966. Southgate menyebut anak asuhnya telah memberikan segalanya, tetapi mengakui Spanyol lebih tajam dalam momen krusial.

"Kami tahu Inggris akan bereaksi setelah gol pertama. Kami tetap tenang, terus memainkan sepak bola kami, dan Oyarzabal menunjukkan insting seorang finisher," ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.

Dengan kemenangan ini, Spanyol menutup turnamen dengan 7 kemenangan dari 7 pertandingan, sebuah rekor sempurna. La Roja tidak hanya juara, tetapi juga meninggalkan warisan permainan possession-based yang efisien. Inggris pulang dengan tangan hampa, namun perjalanan mereka ke final kedua secara beruntun tetap patut dicatat. Euro 2024 akan dikenang sebagai panggung kebangkitan generasi emas baru Spanyol, dipimpin oleh Yamal, Williams, dan Oyarzabal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User