Skor akhir 5-4 untuk Manchester United atas Olympique Lyonnais di leg kedua perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (18/04/2025) dini hari WIB, menjadi salah satu laga paling dramatis dalam sejarah kompetisi ini. Setan Merah tertinggal dua gol lebih dulu, bangkit di babak kedua, memaksa laga berjalan ke perpanjangan waktu, sebelum akhirnya memastikan tiket semifinal dengan agregat 7-6. Di tribun kehormatan, kamera menangkap sosok legendaris Sir Alex Ferguson tersenyum lebar, seolah merayakan kembali DNA comeback yang dulu identik dengan era kepelatihannya.
Babak Pertama: Lyon Menggebrak, MU Kehilangan Kendali
Menit ke-9, Lyon sudah membungkam Old Trafford. Corentin Tolisso melepaskan tendangan first-time dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan silang rendah Rayan Cherki, mengubah skor menjadi 1-0 untuk tim tamu. Penguasaan bola United di 15 menit pertama hanya 42 persen, dan formasi 4-2-3-1 yang diusung Ruben Amorim terlihat kesulitan menembus pressing agresif lini tengah Lyon yang bermain 4-3-1-2.
Menit ke-23, situasi memburuk. Nicolas Tagliafico memenangkan duel udara melawan Noussair Mazraoui, dan sundulannya bersarang di sudut kanan gawang Andre Onana. Skor 2-0 untuk Lyon, agregat sementara 4-2 untuk tim Prancis. Hingga menit ke-45, United hanya mencatat dua shots on target dari enam percobaan, sementara Lyon efisien dengan tiga shots on target dari empat peluang.
Kebangkitan Babak Kedua: Tiga Gol dalam 45 Menit
Amorim mengubah taktik saat jeda: ia menarik satu gelandang bertahan, memasukkan penyerang tambahan, dan beralih ke 3-4-3 yang lebih agresif. Dampaknya instan. Menit ke-48, Bruno Fernandes mengeksekusi penalti setelah VAR mengonfirmasi handball Malick Fofana di kotak terlarang. Skor 2-1, Old Trafford bergemuruh.
Menit ke-67, kerja sama Alejandro Garnacho dan Rasmus Hojlund menghasilkan gol kedua. Garnacho melewati dua pemain di sisi kiri, melepaskan umpan tarik, dan Hojlund menyelesaikannya dengan penyelesaian kaki kiri dari jarak enam yard. Dua menit berselang, tepatnya menit ke-69, Fernandes kembali menjadi kreator. Umpan terobosannya menemukan Kobbie Mainoo yang masuk dari bangku cadangan, dan gelandang muda itu mencetak gol penyama agregat. Skor 3-2 untuk United, agregat 5-4.
"Kami tidak pernah kehilangan keyakinan. Para pemain menunjukkan karakter yang luar biasa, terutama setelah tertinggal dua gol di kandang sendiri," ujar Amorim dalam konferensi pers usai laga.
Drama Perpanjangan Waktu dan Penentu Kemenangan
Lyon tidak menyerah. Menit ke-104, Cherki mencetak gol keindahan dari luar kotak penalti, membawa laga ke agregat 5-5 dan memaksa United kembali mengejar. Namun menit ke-112, Casemiro memenangkan bola di lini tengah, melepaskan umpan panjang ke Hojlund, dan striker Denmark itu mencetak gol keduanya malam itu. Skor 4-3, agregat 6-5 untuk United.
Menit ke-118, drama belum usai. Alexandre Lacazette menyamakan kedudukan menjadi 4-4 lewat sundulan setelah kemelut di depan gawang Onana. Agregat kembali imbang 6-6, dan laga seolah menuju adu penalti. Tapi menit ke-121, di detik-detik terakhir perpanjangan waktu, Mason Mount melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti setelah bola pantul dari kiper Lyon, Lucas Perri. Skor akhir 5-4 untuk Manchester United, agregat 7-6.
Statistik akhir pertandingan mencatat United unggul penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, dengan 9 shots on target dari 21 percobaan. Lyon mencatat 7 shots on target dari 13 percobaan. United juga mencatatkan 12 kartu kuning sepanjang laga, sementara Lyon menerima 9 kartu kuning dan satu kartu merah di menit ke-115 setelah bek tengah mereka menerima pelanggaran profesional kedua.
Makna Comeback dan Sorotan Sir Alex
Kemenangan ini menjadi comeback pertama United dari ketertinggalan dua gol di kompetisi Eropa sejak 2019. Bagi Amorim, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan United di kandang pada ajang Eropa musim ini menjadi enam laga. Hojlund kini mengoleksi tujuh gol di Liga Europa, sementara Fernandes mencatat empat assist dan tiga gol di fase gugur.
Namun momen paling ikonik malam itu bukan hanya gol kemenangan Mount. Kamera televisi berulang kali menyorot Sir Alex Ferguson, yang tersenyum lebar dan bertepuk tangan setelah gol terakhir. Mantan manajer yang membawa United meraih 38 trofi itu dikenal sebagai arsitek budaya comeback di Old Trafford, dan ekspresinya malam ini seolah mengonfirmasi bahwa semangat itu belum pudar.
Di semifinal, United akan menghadapi pemenang antara Athletic Bilbao dan Rangers. Dengan performa seperti ini, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah United bisa melaju, melainkan seberapa jauh mentalitas comeback ini bisa membawa mereka. Satu hal yang pasti: di Old Trafford, laga belum berakhir sampai peluit panjang benar-benar berbunyi.
Comments (0)