Real Madrid Kalahkan Benfica, Tchouameni Cetak Gol Pembuka
Santiago Bernabeu bergemuruh pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB ketika Real Madrid memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Benfica dalam leg kedua pla...
Santiago Bernabeu bergemuruh pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB ketika Real Madrid memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Benfica dalam leg kedua play-off. Skor agregat 5-2 menjadi bukti dominasi Los Blancos atas wakil Portugal tersebut. Aurelien Tchouameni menjadi aktor pembuka pesta gol tuan rumah yang berlangsung di hadapan puluhan ribu Madridista yang memadati tribun.
Pertandingan baru berjalan 23 menit ketika Tchouameni mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari skema tendangan sudut yang dieksekusi Luka Modric dengan akurasi tinggi, gelandang asal Prancis itu menyambar bola liar di kotak penalti melalui sepakan keras kaki kanan. Bola sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Anatoliy Trubin. Gol tersebut membuka keran serangan Madrid yang sepanjang laga mencatatkan 18 tembakan dengan 7 tepat sasaran.
Dominasi Sejak Menit Awal
Real Madrid tampil dengan formasi 4-3-1-2 yang menjadi andalan Carlo Ancelotti musim ini. Starting XI yang diturunkan menampilkan Thibaut Courtois di bawah mistar, kuartet bek Dani Carvajal, Antonio Rudiger, David Alaba, dan Fran Garcia, trio gelandang Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, serta Eduardo Camavinga. Jude Bellingham beroperasi sebagai trequartista di belakang duet Vinicius Junior dan Kylian Mbappe yang menjadi momok bagi lini pertahanan lawan.
Penguasaan bola Madrid mencapai 58 persen sepanjang 90 menit, mendikte ritme permainan dari lini tengah. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama Los Blancos. Benfica yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 kesulitan keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan Madrid. Strategi gegenpressing yang diinstruksikan Ancelotti membuat para pemain Benfica kehilangan bola di area berbahaya sebanyak 11 kali sepanjang pertandingan.
Mbappe dan Vinicius Menggandakan Keunggulan
Menit ke-45+1, tepat sebelum turun minum, Kylian Mbappe memperbesar keunggulan Madrid. Menerima umpan terobosan presisi dari Jude Bellingham yang telah mencatatkan assist keduanya di play-off ini, striker asal Prancis itu melewati dua bek Benfica sebelum menaklukkan Trubin dengan penyelesaian klinis. Skor 2-0 menutup babak pertama dan memberikan keleluasaan taktis bagi Madrid di babak kedua.
Vinicius Junior melengkapi pesta gol Madrid pada menit ke-68. Aksi individu brilian pemain Brasil itu di sisi kiri pertahanan Benfica memperlihatkan dribel melewati tiga pemain sebelum diakhiri dengan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Trubin. Gol ketiga ini memastikan kemenangan Madrid meski Benfica sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Angel Di Maria pada menit ke-76 yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.
Statistik dan Peta Pertandingan
Secara keseluruhan, Real Madrid mencatatkan 7 shots on target dari 18 percobaan, berbanding 3 tembakan tepat sasaran dari 9 upaya yang dilakukan Benfica. Akurasi operan tim tuan rumah mencapai 89 persen, lebih tinggi dibandingkan Benfica yang hanya 82 persen. Madrid juga unggul dalam duel udara dengan 14 kemenangan berbanding 9 milik tim tamu. Statistik expected goals (xG) menunjukkan angka 2,8 untuk Madrid berbanding 0,7 untuk Benfica, menegaskan betapa pantasnya kemenangan ini.
Tchouameni layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Selain gol pembuka, ia mencatatkan 92 persen akurasi operan, 4 tekel sukses, dan 3 intersep sepanjang laga. Perannya sebagai gelandang bertahan sekaligus kreator serangan menunjukkan evolusi permainannya di bawah asuhan Ancelotti. Bellingham juga tampil impresif dengan satu assist dan 5 umpan kunci yang membongkar pertahanan Benfica.
Saya sangat puas dengan performa tim malam ini. Kami bermain dengan intensitas tinggi sejak menit pertama dan tidak memberi ruang kepada Benfica. Tchouameni menunjukkan kualitasnya yang luar biasa dan ini adalah kemenangan yang pantas bagi kami,
ungkap Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan. Pelatih asal Italia itu juga memuji kontribusi seluruh skuad dalam menjaga clean sheet hingga menit ke-76.
Kartu kuning yang diterima Eduardo Camavinga pada menit ke-55 menjadi satu-satunya catatan disiplin bagi Madrid, sementara Benfica mengoleksi tiga kartu kuning dari pelanggaran yang dilakukan Nicolas Otamendi, Joao Neves, dan Petar Musa. Pertandingan berlangsung relatif bersih tanpa intervensi VAR yang kontroversial, meski wasit sempat memeriksa potensi offside pada gol pertama Tchouameni sebelum akhirnya mengesahkannya.
Langkah Selanjutnya di Eropa
Dengan lolosnya Real Madrid ke babak 16 besar, undian yang akan berlangsung di Nyon, Swiss pada Jumat pekan depan akan menentukan lawan selanjutnya. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Madrid di Bernabeu dalam kompetisi Eropa menjadi 12 pertandingan beruntun, sebuah catatan yang memperlihatkan betapa sulitnya menaklukkan Los Blancos di kandang sendiri.
Benfica harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Namun, penampilan Angel Di Maria yang kembali ke Bernabeu mendapat sambutan meriah dari para pendukung Madrid yang masih mengingat kontribusinya saat membawa klub meraih La Decima pada 2014. Mantan pemain Madrid itu menunjukkan profesionalisme tinggi meski harus menerima kekalahan di tempat yang pernah menjadi rumahnya.
Statistik akhir pertandingan menegaskan superioritas Madrid: penguasaan bola 58-42, total tembakan 18-9, tembakan tepat sasaran 7-3, pelanggaran 8-14, dan tendangan sudut 6-3. Dominasi yang membuktikan bahwa Los Blancos masih menjadi salah satu kandidat terkuat peraih trofi Liga Champions musim ini. Dengan skuad yang semakin padu, Ancelotti memiliki banyak opsi untuk menghadapi fase gugur yang akan semakin menantang.
Baca juga:
Comments (0)