Ratu Máxima Tutup Lawatan Indonesia, Tekankan Inklusi Keuangan Perempuan
Ratu Máxima dari Belanda resmi menutup lawatan kerjanya ke Indonesia setelah lima hari menjalani serangkaian agenda strategis. Kunjungan yang berlangsung s
Ratu Máxima dari Belanda resmi menutup lawatan kerjanya ke Indonesia setelah lima hari menjalani serangkaian agenda strategis. Kunjungan yang berlangsung sejak Senin (24/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025) ini menegaskan komitmennya sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Inklusi Keuangan bagi Pembangunan (UNSGSA) dalam mendorong akses keuangan yang merata, terutama bagi perempuan dan pelaku usaha mikro.
Kronologi Kunjungan: Dari Jakarta hingga Yogyakarta
Ratu Máxima tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin pagi dan langsung disambut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Berikut rangkaian agendanya:
- Senin (24/11): Pertemuan tertutup dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia untuk membahas perkembangan indeks literasi keuangan nasional.
- Selasa (25/11): Audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Keduanya membicarakan strategi digitalisasi pembayaran dan perlindungan konsumen di sektor fintech.
- Rabu (26/11): Blusukan ke sentra UMKM di Pasar Tanah Abang, Jakarta, serta dialog dengan 150 pelaku usaha perempuan penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat).
- Kamis (27/11): Kunjungan ke koperasi perempuan "Mekar Sejahtera" di Bantul, Yogyakarta, disusul diskusi dengan komunitas petani kopi lereng Merapi tentang pembiayaan rantai pasok pertanian.
- Jumat (28/11): Konferensi pers penutupan di Hotel Mulia, Jakarta, sebelum bertolak kembali ke Belanda.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mendorong inklusi keuangan. "Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di sektor keuangan, dan kami terbuka terhadap berbagai praktik terbaik dari lembaga internasional," ujar Prabowo. Ratu Máxima menyambut baik langkah pemerintah yang menargetkan 90% orang dewasa memiliki akses ke layanan keuangan formal pada 2026—naik dari 85% pada 2024.
Fokus pada Perempuan dan UMKM
Sepanjang kunjungan, Ratu Máxima menyoroti kesenjangan gender dalam akses kredit. Ia mencatat bahwa hanya 49% perempuan dewasa di Indonesia yang memiliki rekening bank formal, sedangkan laki-laki mencapai 56%. "Perempuan adalah penggerak ekonomi yang sering terabaikan. Ketika kita memberdayakan mereka dengan akses keuangan, dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan rumah tangga dan komunitas," katanya saat dialog di Tanah Abang.
Di Yogyakarta, ia memuji praktik koperasi perempuan yang menggabungkan tabungan kelompok dengan pelatihan literasi digital. Data yang dikutipnya menunjukkan bahwa UMKM yang dipimpin perempuan memiliki tingkat pengembalian pinjaman lebih tinggi (98,2%) dibanding rata-rata nasional (95,7%).
Pernyataan Pers Penutupan
"Indonesia telah menunjukkan kemajuan luar biasa, namun masih banyak pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dari sistem keuangan modern. Saya akan terus mendukung upaya ini, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pulau-pulau terpencil."
– Ratu Máxima, Konferensi Pers Penutupan, 28 November 2025.
Dalam kesempatan itu, ia juga meluncurkan buku putih "Inclusive Finance 4.0: Indonesia's Journey toward Digital Sovereignty" hasil kolaborasi UNSGSA dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas. Buku ini memuat 12 rekomendasi kebijakan, termasuk penguatan infrastruktur internet dan perlindungan data nasabah fintech.
Potensi Kolaborasi Lanjutan
Menurut catatan Kedutaan Besar Belanda, kunjungan ini merupakan yang keempat bagi Ratu Máxima ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai UNSGSA. Pemerintah Indonesia dan PBB akan menjajaki kerja sama lanjutan berupa pilot project e-KYC (electronic know your customer) terintegrasi yang melibatkan tujuh bank BUMN dan 23 fintech lokal. Proyek ini ditargetkan mampu menjaring 15 juta pengguna baru yang sebelumnya tidak tersentuh layanan perbankan, terutama di wilayah Indonesia Timur.
[SOCIAL_TWEET]: Lawatan 5 hari Ratu Máxima di Indonesia tuntas sudah. Pesan utamanya: inklusi keuangan harus menjangkau perempuan dan UMKM hingga pelosok negeri. Kolaborasi dengan pemerintah berbuah buku putih dan proyek e-KYC untuk 15 juta pengguna baru. #RatuMáxima #InklusiKeuangan #UMKMIndonesia #Digitalisasi[SOCIAL_TG]: 👑 Ratu Máxima selesai lawatan 5 hari ke Indonesia. Fokusnya: akses keuangan untuk perempuan & UMKM. Dari Tanah Abang sampai Bantul, ini poin pentingnya!
Comments (0)