Sirkuit Internasional Mandalika menjadi saksi momen bersejarah pada balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026. Maximo Quiles memastikan dirinya mengunci gelar juara dunia Moto3 musim ini, sementara pembalap tuan rumah Veda Ega Pratama harus puas finis di posisi keenam setelah pertarungan sengit selama 20 lap. Skor akhir mencatat Quiles finis terdepan dengan keunggulan tipis, sedangkan Veda tertinggal cukup jauh dari podium tetapi masih mengamankan poin penting di hadapan publik sendiri.
Balapan dimulai pukul 13.00 WITA dengan kondisi trek panas mencapai 52 derajat Celsius. Starting XI pembalap tersusun rapat, dengan Quiles mengambil posisi pole setelah sesi kualifikasiSabtu. Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan, hasil dari catatan waktu kualifikasi yang kurang optimal. Begitu lampu hijau menyala, Quiles langsung melesat menjaga garis ideal di tikungan pertama. Di belakangnya, terjadi kontestasi ketat antara pembalap-pembalap papan atas.
Jalannya Balapan: Quiles Konsisten, Veda Bangkit dari Tengah
Menit ke-3, Quiles sudah memimpin dengan jarak 0,4 detik dari rival terdekatnya. Ia memanfaatkan formasi motor yang stabil di sektor tikungan cepat. Sementara itu, Veda Ega Pratama memulai dengan hati-hati, sempat turun ke posisi ke-11 pada lap kedua. Namun, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan kelasnya. Menit ke-7, Veda melakukan manuver ganda di tikungan 10, menyalip dua pembalap sekaligus dan naik ke posisi kedelapan.
Memasuki pertengahan balapan, penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, tetapi penguasaan garis balap menjadi kunci. Quiles mencatatkan konsistensi luar biasa dengan catatan waktu per lap rata-rata 1 menit 38,2 detik. Ia membangun gap hingga 1,8 detik pada menit ke-12. Di belakang, pertarungan memperebutkan posisi ketiga hingga keenam berlangsung panas. Veda Ega Pratama terlibat duel sengit dengan dua pembalap Spanyol dan satu pembalap Italia.
Menit ke-14, Veda melakukan assist tidak langsung melalui slipstream yang membuatnya menempel ketat pembalap di depannya. Sayangnya, upayanya menyalip di tikungan terakhir gagal karena motor lawan menutup jalur. Ia tetap berada di posisi keenam hingga lap ke-16. Pembalap lain, yaitu Ryusei Yamanaka, mendapat kartu kuning akibat pelanggaran track limit berulang. Tidak ada insiden kartu merah sepanjang balapan, meski beberapa kali pembalap keluar dari garis trek.
Pada menit ke-18, Quiles mulai mengendurkan tempo karena posisinya sudah aman. Ia fokus menjaga clean sheet dari serangan pembalap di belakang. Namun, di belakangnya, pertarungan memperebutkan posisi kedua dan ketiga justru memanas. Veda Ega Pratama yang berada di posisi keenam terus memberikan tekanan. Ia sempat mencatatkan shots on target terbaiknya di sektor ketiga, tetapi tidak cukup untuk menembus podium. Hingga bendera chequered dikibarkan, Quiles melintas garis finis sebagai pemenang.
Analisis Performa: Quiles Dominan, Veda Menunjukkan Potensi
Maximo Quiles tampil nyaris sempurna. Ia memimpin 14 dari 20 lap dan tidak pernah tergelincir dari posisi tiga besar. Formasi motor Quiles yang menggunakan setelan suspensi lebih keras terbukti cocok dengan karakter sirkuit Mandalika yang memiliki banyak tikungan tajam. Catatan waktunya di lap tercepat, yakni 1 menit 37,8 detik, menjadi yang terbaik di antara semua pembalap.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama menunjukkan perkembangan signifikan. Meski start dari posisi kesembilan, ia mampu finis keenam dan mengoleksi 10 poin. Veda mencatatkan total 7 overtake sepanjang balapan, terbanyak kedua setelah Quiles. Kecepatan maksimalnya mencapai 245 km/jam di lintasan lurus utama. Namun, ia masih lemah dalam menjaga konsistensi di sektor pertama, di mana ia kehilangan rata-rata 0,2 detik per lap dibandingkan Quiles.
Dari kubu tim Veda, pelatih kepala mengungkapkan apresiasinya. "Veda sudah memberikan perlawanan terbaik. Finis keenam di kandang sendiri adalah hasil yang patut diapresiasi. Kami akan fokus memperbaiki sektor pertama untuk balapan berikutnya," ujarnya melalui rilis resmi tim. Sementara itu, Quiles menyatakan bahwa gelar juara dunia ini adalah impian yang menjadi kenyataan. "Saya bekerja keras sepanjang musim. Mandalika adalah tempat yang sempurna untuk memastikan gelar ini," katanya.
Dengan hasil ini, Quiles memuncaki klasemen pembalap dengan 245 poin, tidak terkejar oleh pesaing terdekatnya yang mengoleksi 198 poin dengan dua balapan tersisa. Veda Ega Pratama naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan total 87 poin. Balapan Moto3 berikutnya akan digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia, dua pekan mendatang. Veda diharapkan dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya di trek yang lebih menantang.
Comments (0)