Sesi latihan bebas Moto2 di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10) siang WIB, berjalan jauh dari kata mulus. Bendera merah berkibar setelah insiden visor lepas di lintasan, sementara pembalap tuan rumah Mario Aji harus puas menutup sesi di urutan ke-23 pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Catatan waktu Mario Aji tertinggal cukup jauh dari pembalap-pembalap terdepan. Dengan penguasaan motor yang belum sepenuhnya nyaman, pembalap Indonesia itu kesulitan menembus zona sepuluh besar, apalagi mengancam posisi tiga teratas yang dihuni para pembalap tim pabrikan.
Bendera Merah dan Insiden Visor Lepas
Insiden visor lepas menjadi salah satu momen paling disorot sepanjang sesi. Kejadian tersebut memaksa race direction menghentikan jalannya latihan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Kondisi ini tentu merugikan banyak pembalap yang belum sempat menyelesaikan program kerja mereka, termasuk menuntaskan simulasi ban dan pengaturan elektronik untuk balapan.
Bendera merah di Sirkuit Mandalika bukan hal baru. Karakter trek sepanjang kurang lebih 4,3 kilometer yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat menuntut konsentrasi penuh, terutama pada sektor tikungan kanan yang menjadi titik rawan. Ketika lintasan kotor, para pembalap harus ekstra hati-hati menjaga garis balap agar tidak kehilangan traksi.
Persaingan Papan Atas Kian Ketat
Di papan atas, persaingan berjalan sengit. Para pembalap terdepan saling bertukar catatan waktu terbaik setiap kali melewati garis start-finish. Selisih waktu antar pembalap di posisi lima besar sangat tipis, bahkan beberapa di antaranya hanya terpaut kurang dari satu persepuluh detik. Ini menandakan bahwa pengaturan motor dan pilihan ban menjadi faktor krusial pada sesi selanjutnya.
Dari sisi statistik, para pembalap yang berada di posisi atas mencatatkan waktu putaran konsisten di bawah 1 menit 35 detik. Konsistensi ini menjadi modal penting menghadapi kualifikasi, di mana satu kesalahan kecil bisa membuat pembalap terlempar dari posisi start yang ideal.
"Kondisi lintasan cukup menantang, terutama ketika ada insiden. Kami harus cepat beradaptasi dengan pengaturan motor untuk sesi berikutnya," ujar salah satu pembalap di paddock.
Peluang Mario Aji di Sisa Akhir Pekan
Bagi Mario Aji, posisi ke-23 tentu bukan hasil yang diharapkan. Namun, sesi latihan bebas sering kali menjadi ajang eksperimen pengaturan motor. Pembalap tuan rumah ini masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan waktu pada sesi latihan berikutnya dan kualifikasi.
Dukungan penonton di Sirkuit Mandalika menjadi modal tambahan. Atmosfer tribun yang dipenuhi suporter Indonesia kerap memberi energi ekstra bagi para pembalap lokal. Jika Mario mampu menemukan feeling yang tepat dengan motornya, bukan tidak mungkin ia melesat ke posisi yang lebih kompetitif.
Yang jelas, sesi practice ini menjadi pengingat bahwa Moto2 selalu penuh kejutan. Insiden visor lepas dan bendera merah menjadi bumbu tersendiri dalam persiapan menuju balapan akhir pekan. Semua mata kini tertuju pada sesi kualifikasi, di mana para pembalap akan berusaha maksimal mengamankan posisi start terbaik.
Dengan penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, statistik yang paling menentukan adalah catatan waktu per sektor dan konsistensi putaran. Sampai jumpa di sesi berikutnya, di mana kecepatan dan strategi akan diuji di lintasan legendaris Mandalika.
Comments (0)