Oct 10, 2026
Olahraga

Pires Kenang Rivalitas Panas Arsenal vs MU Jelang Laga Legenda

JAKARTA — Atmosfer rivalitas klasik Premier League kembali terasa di Jakarta. Robert Pires, legenda sayap kiri Arsenal, mengungkapkan kenangan panasnya saat menghadapi Manchester United dalam laga B...

Pires Kenang Rivalitas Panas Arsenal vs MU Jelang Laga Legenda

JAKARTA — Atmosfer rivalitas klasik Premier League kembali terasa di Jakarta. Robert Pires, legenda sayap kiri Arsenal, mengungkapkan kenangan panasnya saat menghadapi Manchester United dalam laga Battle of the Legends. Menariknya, ia justru menyoroti absennya Gary Neville, bek kanan ikonik Setan Merah yang kerap menjadi lawan langsungnya di sisi lapangan.

"Saya senang Gary tidak ada di sini," ujar Pires sambil tersenyum, dikutip dari sesi konferensi pers. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sepanjang kariernya, duel Pires melawan Neville menjadi salah satu pertarungan sayap paling intens di era keemasan kedua klub. Keduanya tercatat beberapa kali terlibat adu mulut, tekel keras, hingga insiden setelah peluit panjang.

Duel Sayap yang Menentukan Dominasi Liga

Antara 2000 hingga 2006, Arsenal dan Manchester United bergantian menguasai gelar Premier League. Pires, yang mengenakan nomor punggung 7, menjadi motor serangan The Gunners dengan kecepatan, dribel, dan visi passing. Di sisi lain, Neville adalah bek kanan disiplin yang tak segan masuk dengan tekel keras untuk menghentikan laju winger asal Prancis itu.

Statistik memperlihatkan betapa sengit persaingan keduanya. Dalam 27 pertemuan Arsenal vs Manchester United di semua kompetisi selama era Pires, laga-laga tersebut menghasilkan rata-rata 4,2 kartu kuning per pertandingan. Beberapa di antaranya bahkan berujung kartu merah, termasuk insiden legendaris di Old Trafford yang melibatkan hampir seluruh pemain kedua tim.

Formasi 4-4-2 yang digunakan Arsene Wenger saat itu memberi Pires kebebasan bergerak dari sayap kiri. Ia sering bertukar posisi dengan Thierry Henry untuk membingungkan lini belakang United yang dikawal Neville, Rio Ferdinand, dan Mikael Silvestre. Skema inilah yang membuat Arsenal mencatat clean sheet dalam beberapa pertemuan krusial, termasuk kemenangan bersejarah di Old Trafford pada musim 2001/2002.

Rivalitas Tak Hanya Soal Taktik, Tapi juga Emosi

Pires mengakui bahwa pertandingan melawan Manchester United bukan sekadar ujian taktik, melainkan juga perang mental. Ia mengenang bagaimana Neville dan beberapa pemain United sering melontarkan provokasi verbal untuk mengganggu konsentrasinya.

"Melawan United selalu berbeda. Gary Neville adalah tipe pemain yang tidak akan memberimu ruang sedikit pun. Setiap kali saya menerima bola, dia sudah ada di sana," kenang Pires.

Meski demikian, Pires menegaskan bahwa rasa hormat tetap terjaga setelah pertandingan. Ia menyebut Neville sebagai salah satu bek terbaik yang pernah ia hadapi. Menurutnya, rivalitas seperti itu justru yang membuat Premier League berkembang menjadi liga paling kompetitif di dunia.

Sejumlah pertemuan ikonik tercatat dalam sejarah, termasuk laga 2-2 di Highbury pada 2003 yang berlangsung panas, serta bentrokan setelah pertandingan yang melibatkan Roy Keane dan Patrick Vieira di terowongan pemain. Dalam laga itu, penguasaan bola Arsenal mencapai 58 persen dengan 7 shots on target, namun United mampu menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat.

Battle of the Legends dan Warisan Rivalitas

Laga Battle of the Legends di Jakarta menjadi ajang reuni bagi para pemain yang pernah mewarnai era keemasan kedua klub. Pires berharap pertandingan eksibisi ini bisa menghidupkan kembali memori rivalitas Arsenal vs Manchester United kepada generasi muda penggemar sepak bola Indonesia.

Dengan absennya Neville, Pires mengaku lebih leluasa menikmati pertandingan. Namun ia tetap berharap bisa bertemu kembali dengan rival lamanya itu di kesempatan lain. "Mungkin lain kali Gary datang, dan kami bisa berdebat lagi setelah pertandingan," candanya.

Rivalitas Pires dan Neville adalah cerminan era ketika Arsenal dan Manchester United menjadi dua kekuatan dominan Premier League. Total, kedua klub bersama-sama meraih 8 gelar Premier League antara 1996 dan 2004, dengan Arsenal mencatat hat-trick gelar pada 2002, 2003, dan 2004, termasuk musim tak terkalahkan yang legendaris.

Bagi Pires, pertandingan melawan United selalu menjadi tolok ukur kualitas. Dan meski Neville tidak hadir di Jakarta, nama bek berjuluk "Red Nev" itu tetap disebut sebagai bagian penting dari sejarah panjang persaingan dua klub raksasa Inggris.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User