Pesta Kemenangan Spanyol di Ambon Usai Tumbangkan Prancis 2-0
Kota Ambon berubah menjadi lautan merah keemasan pada Rabu malam (15/7) ketika ribuan pendukung tim nasional Spanyol turun ke jalan untuk merayakan kemenangan telak 2-0 atas Prancis di babak semifinal...
Kota Ambon berubah menjadi lautan merah keemasan pada Rabu malam (15/7) ketika ribuan pendukung tim nasional Spanyol turun ke jalan untuk merayakan kemenangan telak 2-0 atas Prancis di babak semifinal Piala Dunia 2026. Suara klakson, teriakan sukacita, dan kibaran bendera Spanyol mewarnai seluruh sudut ibu kota Maluku itu setelah wasit meniup peluit panjang di Stadion MetLife, New Jersey. Konvoi yang berlangsung hingga dini hari ini menjadi bukti nyata betapa besar magnet La Furia Roja di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air.
Dominasi Spanyol di Lapangan
Sejak peluit awal dibunyikan, armada asuhan pelatih Luis de la Fuente langsung mengambil inisiatif. Bermain dengan formasi 4-3-3, Spanyol menekan pertahanan Prancis melalui penguasaan bola yang rapi dan pergerakan tanpa henti dari lini kedua. Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola 58 persen bagi Spanyol, dengan total lima tembakan tepat sasaran berbanding hanya dua milik Les Bleus. Gol pembuka tercipta pada menit ke-31 setelah serangan yang dibangun dari kaki ke kaki. Gelandang tengah Pedri, yang tampil sebagai motor serangan, melepaskan umpan terobosan ciamik ke kotak penalti. Penyerang sayap Lamine Yamal menyambut bola dan dengan tenang mengecoh bek Dayot Upamecano sebelum mengirim umpan tarik yang diselesaikan oleh Nico Williams dengan sontekan kaki kanan ke pojok bawah gawang Mike Maignan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Prancis mencoba merespons di babak kedua dengan memasukkan Kylian Mbappé yang sebelumnya sempat diragukan kebugarannya. Namun, lini belakang Spanyol yang dikawal Pau Torres dan Aymeric Laporte tampil disiplin. Peluang emas Mbappé pada menit ke-58 berhasil dimentahkan oleh kiper Unai Simón dengan refleks gemilang. Pukulan telak kedua datang pada menit ke-67 melalui serangan balik cepat. Memanfaatkan kesalahan umpan Eduardo Camavinga, Yamal menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Maignan. Gol tersebut sekaligus menjadi gol keempat Yamal di turnamen ini, menyamai catatan legenda Brasil Ronaldo pada usia yang sama. Prancis semakin tertekan setelah bek William Saliba menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81, memaksa mereka bermain dengan 10 pemain. Hingga laga usai, skor 2-0 tidak berubah.
Gelombang Euforia di Kota Ambon
Jauh dari pusat gemuruh di Amerika Serikat, euforia justru mencapai puncaknya di Indonesia bagian timur. Di Ambon, konvoi dimulai sekitar pukul 21.30 WIT, tepat setelah gol kedua Spanyol terkonfirmasi. Ribuan pengendara sepeda motor dan mobil menghiasi ruas Jalan A.Y. Patty, Jalan Diponegoro, hingga kawasan Mardika dengan atribut khas Spanyol. Banyak dari mereka mengenakan jersey merah tim Matador, mengibarkan bendera nasional Spanyol, dan melantunkan yel-yel “Ayo Spanyol!” yang diadaptasi dengan logat Ambon. “Saya sudah mendukung Spanyol sejak era Xavi dan Iniesta. Kemenangan ini seperti mengobati kerinduan kami akan permainan tiki-taka yang indah,” ujar Ryan Latukolan, seorang mahasiswa yang ikut dalam konvoi. Aparat kepolisian memberlakukan pengalihan arus di beberapa titik untuk mengurai kemacetan, namun secara umum situasi tetap kondusif dan berlangsung damai.
Euforia serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain, seperti Makassar, Surabaya, dan Bandung, yang memiliki basis komunitas penggemar Spanyol cukup besar. Di media sosial, tagar #VamosEspana langsung menduduki puncak trending topic Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas penggemar Indonesia tidak hanya terikat pada tim-tim unggulan tradisional seperti Brasil atau Argentina, tetapi juga tumbuh subur pada skuat muda Spanyol yang kini tengah naik daun.
Jalan ke Final dan Catatan Penting
Kemenangan ini berarti Spanyol melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada Minggu (19/7) di Stadion AT&T, Texas. Mereka tinggal menunggu pemenang dari laga semifinal lainnya antara Argentina melawan Belanda. Apapun lawannya nanti, Spanyol membawa bekal statistik yang mengesankan: empat clean sheet dari enam pertandingan, serta menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi sepanjang turnamen (61,2%). Di sisi lain, Prancis harus kembali menelan pil pahit setelah gagal menambah koleksi trofi Piala Dunia mereka sejak 2018. Pelatih Didier Deschamps mengakui keunggulan Spanyol dalam konferensi pers usai laga. “Mereka lebih efektif memanfaatkan peluang dan layak menang. Kami tidak bisa berkutik menghadapi tekanan mereka,” ujarnya.
Bagi pendukung di Ambon, malam itu bukan sekadar selebrasi kemenangan, melainkan juga ungkapan harapan agar idola mereka mampu mengulang kejayaan seperti pada 2010. Di bawah langit malam bertabur bintang, ribuan warga terus berpesta sambil bernyanyi, menjadikan Rabu malam sebagai salah satu momen paling berkesan dalam sejarah panjang relasi sepak bola global dan Maluku.
Comments (0)