Oct 23, 2026
Olahraga

Persita Tangerang Takluk di Kandang PSIM Yogyakarta

Stadion Sultan Agung, Bantul — Persita Tangerang harus mengawali kiprahnya di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil pahit. Menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta pada pekan pertama, Sabtu (5/9/2026...

Persita Tangerang Takluk di Kandang PSIM Yogyakarta

Stadion Sultan Agung, Bantul — Persita Tangerang harus mengawali kiprahnya di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil pahit. Menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta pada pekan pertama, Sabtu (5/9/2026), anak asuh pelatih kepala tampil agresif sejak menit awal namun gagal mengkonversi dominasi menjadi gol. Skor akhir pertandingan ini menjadi catatan penting bagi kedua tim yang sama-sama mengusung formasi 4-3-3.

Sejak wasit meniup peluit kick-off, tempo pertandingan langsung tinggi. Menit ke-7, Laskar Cisadane — julukan Persita — nyaris membuka keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Sayangnya, umpan terobosan ke sisi kanan pertahanan PSIM terlalu jauh dan hanya menghasilkan tendangan gawang. Penguasaan bola babak pertama tercatat 54 persen untuk Persita berbanding 46 persen milik tuan rumah, namun shots on target justru berimbang 2-2.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penyelesaian

Menit ke-23 menjadi momen kunci babak pertama. Gelandang serang Persita melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti setelah menerima umpan pendek dari second striker. Bola sempat membentur bek PSIM dan berbelok arah, tetapi kiper tuan rumah masih sigap mengamankan bola di bawah mistar. Dua menit berselang, giliran PSIM mengancam lewat skema set piece. Tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Persita disambut sundulan, namun bola melayang tipis di atas mistar gawang.

Lini tengah Persita yang dihuni tiga gelandang dengan tipikal box-to-box berusaha mendikte ritme permainan. Pressing tinggi yang diterapkan membuat PSIM beberapa kali kehilangan bola di area sendiri. Akan tetapi, penyelesaian akhir menjadi masalah klasik. Dari total delapan percobaan tendangan di babak pertama, hanya dua yang mengarah ke gawang alias on target. Statistik expected goals (xG) Persita tercatat 0,78, lebih tinggi dari PSIM yang hanya 0,41.

"Kami mendominasi penguasaan bola, tetapi sepak bola dinilai dari gol, bukan dari statistik possession. Pemain saya butuh ketenangan di kotak penalti lawan," ujar pelatih kepala Persita dalam sesi jumpa pers usai laga.

Babak Kedua: Tuan Rumah Mengubah Momentum

Memasuki babak kedua, PSIM melakukan penyesuaian taktik. Pelatih tuan rumah menarik keluar satu gelandang bertahan dan memasukkan winger cepat untuk mengeksploitasi ruang di sisi sayap pertahanan Persita. Perubahan ini langsung berdampak. Menit ke-58, PSIM membuka keunggulan melalui serangan balik yang diawali interception di lini tengah. Umpan silang mendatar dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan satu sentuhan di depan gawang. Skor berubah 1-0 untuk tuan rumah.

Tertinggal satu gol, Persita meningkatkan intensitas serangan. Formasi diubah menjadi 4-2-4 dengan memasukkan penyerang tambahan. Menit ke-71, peluang emas tercipta. Tendangan voli dari dalam kotak penalti menghantam tiang gawang setelah sebelumnya terkena sedikit defleksi dari pemain bertahan PSIM. VAR sempat mengecek potensi offside pada proses terjadinya peluang tersebut, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan permainan dilanjutkan.

Asisten pelatih Persita terlihat sering memberikan instruksi dari pinggir lapangan, meminta pemain melebar agar ruang di lini pertahanan PSIM terbuka. Namun, rapatnya pertahanan tuan rumah yang menerapkan low block membuat Persita kesulitan menembus kotak penalti. Lima percobaan tendangan di 20 menit terakhir hanya menghasilkan satu shots on target.

Catatan Statistik dan Evaluasi

Secara keseluruhan, Persita mencatatkan penguasaan bola akhir 58 persen dengan total 14 percobaan tendangan, empat di antaranya on target. PSIM lebih efisien dengan tujuh percobaan tendangan, tiga on target. Jumlah kartu kuning tercatat dua untuk Persita dan tiga untuk PSIM, sementara tidak ada kartu merah dalam laga ini. Clean sheet gagal diraih kedua tim karena tuan rumah mampu mencetak satu gol kemenangan.

Kekalahan di pekan pembuka tentu bukan akhir segalanya. Persita masih memiliki banyak pertandingan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun, masalah finishing dan efektivitas di sepertiga akhir lapangan harus segera dibenahi. Pelatih kepala menegaskan bahwa timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal pengambilan keputusan di area krusial. Dengan komposisi starting XI yang relatif muda, konsistensi menjadi tantangan utama sepanjang musim.

Pekan Berikutnya

Persita Tangerang dijadwalkan kembali berlaga pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi momentum untuk meraih tiga poin pertama. Jika mampu mempertahankan intensitas pressing dan meningkatkan akurasi penyelesaian akhir, bukan tidak mungkin Laskar Cisadane bangkit. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta akan berusaha menjaga tren positif ini saat bertandang ke markas lawan berikutnya. Liga masih panjang, dan setiap poin akan sangat berarti dalam perburuan posisi di papan atas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User